Wisuda bagi sebagian besar orang tentu menjadi sebuah momen berharga dan nggak boleh terlupakan. Setelah menuntut ilmu bertahun-tahun, menyelesaikan tugas akhir atau skripsi yang perjalanannya terasa begitu berat, belum lagi biaya dan waktu yang nggak sedikit, tentu membuat wisuda sebagai upacara seremoni yang harus diikuti. Meskipun sebenarnya saat sidang akhir kamu sudah dinyatakan lulus, tapi tetap saja wisuda menjadi momen yang dinanti-nanti.

Wisuda yang meriah, bahagia, dan penuh haru ini tentu menjadi keinginan semua mahasiswa yang sudah menyelesaikan pendidikannya. Namun, hal ini sayangnya nggak berlaku di universitas ini. Hanya sebagian dari mereka yang bisa merasakan indahnya perayaan wisuda. Kenapa?

Potret acara wisuda salah satu universitas di Meksiko menjadi perbincangan publik lantaran adanya dinding pemisah antara yang bisa bayar dan yang nggak

Wisuda dipisah antara yang bisa bayar dan nggak via www.facebook.com

Dilansir dari laman odditycentral.com, potret wisuda di sebuah perguruan tinggi di Meksiko ini diunggah oleh netizen Facebook dengan akun bernama Salvador Brieno Aleman. Dalam unggahannya tersebut disertakan beberapa foto yang memperlihatkan kondisi perayaan wisuda yang dibagi menjadi dua bagian. Setelah ditelusuri oleh laman tersebut, ternyata perayaan wisuda ini terjadi di salah satu perguruan tinggi yang ada di Cozumel, Meksiko untuk lulusan  angkatan 2014-2017.

Mereka yang membayar mendapatkan tempat khusus dan luas untuk berpesta, sedangkan yang tidak hanya bisa mendengar di balik pembatas

Wisuda dipisah antara yang bisa bayar dan nggak via www.facebook.com

Advertisement

Perayaan wisuda yang dikelola oleh event organizer ini memperlihatkan ketimpangan yang begitu kentara. Mereka yang bisa membayar iuran untuk pesta tersebut dipisah dengan mereka yang tidak sanggup membayar. Para peserta wisuda tersebut dibatasi oleh sebuah dinding yang terbuat dari kayu. Di saat mereka yang bisa membayar mendapatkan tempat yang lebih luas, ditambah dengan meja dan kursi dinner mewah, serta ruang untuk menari dan bersenang-senang, yang tidak membayar malah hanya bisa duduk di kursi biasa sembari hanya bisa mendengar keseruan di balik dinding kayu itu.

Perlakuan ini tentu saja menuai kegeraman publik, mengingat universitas ini justru memupuk diskriminasi

Wisuda dipisah antara yang bisa bayar dan nggak via www.facebook.com

Netizen yang mengetahui ketimpangan ini tentu saja geram karena perguruan tinggi terlihat membiarkan diskriminasi ini terjadi begitu saja. Meskipun pihak universitas berdalih kalau acara ini diserahkan secara penuh pada event organizer tapi tetap saja ini adalah bukti nyata kalau “kelas sosial” masih kentara di instansi pendidikan ini. Di lain pihak, terdapat netizen yang merasa bahwa perlakuan yang diterima oleh mereka yang membayar dengan yang tidak ini adalah wajar. Mereka yang membayar tentu berhak mendapatkan pelayanan yang lebih dibandingkan yang tidak membayar. Bahkan ada yang menyarankan kepada mereka yang nggak sanggup membayar agar lebih baik tidak datang sekalian daripada harus merasakan diskriminasi seperti ini.

Diskriminasi seperti ini memang menyisakan kekecewaan di satu pihak. Bagaimana pun, perayaan wisuda seperti ini harusnya bisa dirasakan oleh semua peserta wisuda. Tapi yang lebih penting adalah mereka bisa lulus dan menyelesaikan pendidikan mereka. Setuju?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya