Sebagai film yang tergabung dalan The Conjuring Universe, film The Nun memang dapat keuntungan untuk nggak perlu lagi promosi gencar-gencaran. Pasalnya, sebagian besar orang sudah tahu tentang sepak terjang hantu Valak yang terkenal ngeri. Sayangnya kelebihan ini nggak bisa bikin The Nun selamat dari intrik cerita yang cenderung datar dan penokohan yang kurang matang. Pada akhirnya, bantuan sound effect atau scorring dan set lokasi yang begitu ciamik tetap akan bikin penonton merasa ketakutan. Yang nggak takut, mungkin sudah temenan akrab dengan Valak kali, ya. 😀

7/10
RATING

Nggak heran jika bioskop belakangan ini dipadati oleh pecinta horor. The Nun, film yang sudah dinanti para pencari tantangan adrenalin ini siap menggentayangi teater di seluruh Indonesia pada awal September. Mulai dari antrean tiket hingga bangku yang selalu penuh, menunjukkan betapa antusiasnya orang-orang menanti film yang bakal menceritakan kisah tokoh hantu Valak yang sempat muncul di The Conjuring 2.

Sayangnya, beberapa orang menganggap teror Valak nggak seseram ekspektasinya. Terutama dari segi cerita yang terlalu sederhana, nggak ada intrik utama dan konflik yang cukup menegangkan. The Nun memang punya sentuhan yang cukup berbeda karena kali ini nggak lagi disutradarai oleh James Wan, melainkan Corin Hardy. Nggak heran kalau banyak orang berkespektasi dan kemudian kecewa. Namun kembali lagi, horor ini tetap terbilang seram lo, bagi sebagian orang. Bagi kamu penikmat film seram, The Nun sebenarnya masih dalam tataran layak untuk diikuti kok.

Advertisement

Sementara itu, kita pelajari bareng, yuk, elemen apa yang bikin film The Nun ini jadi seram, minimal mengagetkan dan bikin jantungan. Sok, ulas bareng bersama Hipwee Hiburan!

1. Sound effect atau scorring adalah sebutan untuk instrumen dan efek suara dalam film. Suara ini ada klu sekaligus elemen penting yang bikin kamu kaget kelojotan

Musiknya ngegetin, padahal nggak ada apa-apa! via id.bookmyshow.com

Pada dasarnya manusia itu suka dengan kejutan. Namun kalau kejutannya berbau ancaman, maka banyak yang akhirnya takut dong. Film The Nun memanfaatkan kondisi psikologis orang dan bagaimana detak jantung berperan di dalamnya. Banyak adegan di dalam film yang dibumbui dengan instrumen musik mengagetkan, yang bahkan nggak bisa atau terlambat diantisipasi penonton.

2. Penampakan makhluk halus dan visualisasi hantu yang tiba-tiba muncul dalam frameSemacam main petak umpet sama makhluk menyeramkan. Hiiiii!

Kaget, nggak hanya bisa terjadi ketika kamu mendengar suara entakan keras yang tiba-tiba. Ada juga visualisasi seram yang datang bersamaan dengan hal itu. Sosok misterius yang dianggap sebagai tokoh antagonis di film yang menceritakan iblis Valak ini memang jelas banget digambarkan sebagai peran antagonis berwujud seram.

Advertisement

Penampakan demi penampakan terus diperlihatkan sepanjang film. Sosok suster dengan jubah besar berwarna hitamnya yang terjuntai jadi senjata utama untuk menciptakan teror. Dari sinilah istilah jumpscare berasal, ketika efek suara mengangetkan, ditambah visualisasi yang seram, bisa mengasosiasi penonton untuk ketakutan.

3. Coloring atau pewarnaan pada film. Sengaja banget dibuat gelap dan suram, biar semakin bikin merinding

Jalan menuju kastil tua. via blog.screenweek.it

Selain menggambarkan tentang masa lalu, warna gelap memang jadi pilihan langganan film horor. Palet warna dasar yang banyak dipakai adalah hijau. Sesuai dengan teori psikologi warna dalam film, warna ini menunjukan kegelapan, hal yang mengancam, atau bahaya. Selain itu, elemen asap juga muncul buat menunjukkan hal-hal yang ‘nggak terungkap’, samar, dan nggak terduga. Jadi makin seram walau nggak ada penampakan.

4. Tokoh antagonis hantu yang nggak hanya seram, tapi juga mengancam nyawa. Salah besar kalau kamu kira hantu cuma bisa gentayangan, Valak itu ganas, Bro!

Giginya udah macam ikan hiu! via www.digitalspy.com

Akhir cerita film ini bakal menunjukkan dan menguak fakta sebenarnya tentang apa yang terjadi dalam kastil tua seram di tengah hutan. Ternyata, hantu Valak yang merupakan iblis jahat ini juga bisa mengancam nyawa orang-orang di sekitarnya. Dia bukan hanya sebentuk hantu penasaran yang gentayangan dan datang di setiap tidur nyenyakmu, bahkan dia juga bisa membuatmu nggak bernyawa lagi. Teror ini juga jadi andalan bagi para sineas buat bikin cerita yang sebisa mungkin bikin penonton resah.

5. Set lokasi yang benar-benar tua dan seram. Beneran deh kalau nemu tempat kayak begini, mendingan pergi jauh~

Artsy tapi ngeri. via www.timescolonist.com

Film yang ditulis oleh James Wan ini punya kelebihan di set lokasinya yang terbilang sangat seram. Ada kastil raksasa tua yang diceritakan berjaya di abad ke-19. Kastil ini juga dulunya jadi tempat untuk peperangan dan perebutan kekuasaan. Maka jangan kaget kalau kamu bakal menjumpai lorong-lorong sempit yang seram dan pintu-pintu misterius yang bikin kamu otomatis teriak, “Nggak usah masuk!” kepada tokoh-tokoh dalam film. Hmm, teriakanmu sia-sia kok, sumpah!

6. Make up dan properti yang mendukung, cukup membuatmu merinding disko sejenak

Cucok, ya, softlens-nya! via www.digitalspy.com

Nggak akan seram jadinya, kalau Valak punya wajah layaknya Mandra, atau bahkan Nunung. Sineas menerapkan make up yang serba berlebihan buat menggambarkan tokoh Valak. Mulai dari matanya yang kuning menyala, wajahnya yang hitam keabu-abuan, hidung yang terlalu mancung, mulut bertaring dan penuh darah, hingga tubuh tinggi besar. Nggak lupa, properti berupa batu nisan, salib, kunci tua, lilin dengan nyala yang redup, lentera, hingga tasbih, menambah kesan klasik sekaligus horor.

Apakah kamu sudah menonton film The Nun? Tentunya terserah padamu untuk memutuskan bakal menonton atau nggak. Tapi yang jelas, jangan menonton film horor kalau kamu takut, bakal stres, ya! Kasian, kan, jantungmu yang lama nggak berdebar karena cinta itu kemudian dikagetkan oleh sosok yang nggak semestinya? 😀 Namanya juga film, sudah seharusnya jadi sebuah media hiburan yang bikin kamu makin gembira nantinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya