Beberapa hari terakhir, publik diramaikan dengan kajadian yang melibatkan penyanyi dangdut, Dewi Perssik (Depe). Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan DP dan suaminya, Angga Wijaya yang berniat masuk ke jalur TransJakarta menggunakan sebuah mobil pada Jumat (24/11) malam kemarin.

Kejadian ini terjadi di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Publik, terutama warganet menyayangkan dengan tindakan yang dilakukan oleh publik figur yang satu ini. Melihat respons masyarakat tentang video tersebut, Depe pun akhirnya angkat bicara. Namun, terdapat beberapa versi cerita yang bikin warganet bingung. Jadi, mana yang benar sih?

Kasus ini berawal saat Dewi Perssik ingin melewati jalur TransJakarta karena ingin membawa asistennya yang sesak napas ke rumah sakit

Penjelasan Dewi Perssik. via www.instagram.com

Advertisement

Melalui akun Instagram-nya, Dewi Perssik menjelaskan tentang kronologi yang terjadi pada saat itu. Awalnya ia ingin membawa asistennya yang sesak napas ke Rumah Sakit Fatmawati. Ia pun meminta bantuan pengawalan dari polisi. Polisi yang mengawal mereka menyarankan agar mobilnya melewati jalur busway karena darurat. Namun di jalur busway di depan Mall Pejaten Village, petugas urung membukakan pintu jalur busway. Sedangkan polisi yang mengawal Depe tertinggal jauh di belakang karena melewati jalur biasa.

Dari penjelasan Depe, dia dan suaminyalah yang mendapat makian dari petugas dan pengendara lainnya

DP mengaku dimaki dan dikata-katain. via www.instagram.com

Dari penjelasan Depe, petugas di jalur itulah yang awalnya mulai berbicara dengan nada tinggi. Ia nggak percaya kalau Depe melewati jalur busway karena disarankan oleh polisi yang mengawal mereka. Si penjaga pintu jalur busway pun semakin menjadi ketika sejumlah warga dan pengendara lainnya datang ke lokasi. Dari video yang terlihat, sejumlah pengendara ojek online pun juga terlihat kesal. Karena takut ada aksi main hakim sendiri oleh warga terhadap sang suami, Depe pun akhirnya keluar mobil. Ia meminta agar warga mendengarkan penjelasannya.

Tapi karena si petugas merasa dapat dukungan dari warga, situasi pun semakin heboh dan panas. Dalam potongan video yang diunggah Depe, memang terdengar beberapa warga memaki dirinya dan suami. Bahkan ada yang mengatakan dia “monyet”. Depe pun menyerahkan kasus ini kepada pengacaranya, agar bisa jadi pembelajaran bagi petugas busway yang diklaim arogan tersebut. Tapi lagi-lagi, yang tersebar di media sosial hanyalah potongan dari kejadian. Kita nggak tahu asal mula kejadian yang nggak terekam di video.

Sedangkan petugas yang ada saat itu menyatakan kalau Anggalah yang pertama kali memaki dan mengacam petugas

Penjelasan berbeda dari petugas. via www.instagram.com

Advertisement

Sedangkan penjelasan dari petugas jauh berbeda dari yang diklarifikasi Depe melalui akun Instagram-nya. Dilansir dari laman kumparan.com, Kepala Humas PT TransJakarta, Wibowo, menjelaskan kronologi yang terjadi pada malam itu. Petugas penjaga portal yang bernama Hari, dipaksa oleh Depe dan suaminya untuk membuka portal. Bahkan Angga membuka jendela mobil dan melontarkan kata-kata kasar. Bahkan ketika mobilnya sudah keluar dari jalur busway, Angga menghentikan mobilnya dan mengancam sang petugas. “Lo ingetin muka gue! Gue parkir di Mal Pejaten Village, gue bakal panggil orang-orang gue!” tutur Wibowo menirukan ancaman Angga, dikutip dari laman kumparan.com. Sejurus, pemberitaan ini langsung disanggah oleh Depe. Ia menganggap bahwa ini adalah fitnah dan pemutarbalikkan fakta.

Pelanggaran pengendara yang masuk Busway mungkin setiap hari terjadi. Sialnya, DP merupakan figur publik yang jadi contoh masyarakat

DP sebagai figur publik. via www.tribunnews.com

Pelanggaran pengendara yang nekat masuk ke jalur busway mungkin bukan hanya sekali ini saja. Tapi setiap hari pasti ada pelanggaran seperti ini. Entah itu mobil atau motor. Orang-orang nggak bertanggung jawab ini rela melanggar karena nggak pengen terjebak macet di jalan. Sehingga jalur busway yang kosong dijadikan solusi untuk menghindari macet. Tapi sayangnya, kali ini yang melanggar adalah Depe. Ia adalah figur publik yang seharusnya menjadi contoh baik bagi masyarakat. Dan tentu saja, melewati jalur busway bukanlah contoh yang baik.

Tapi tetap saja, apakah ia memosisikan dirinya sebagai figur publik atau manusia biasa saat itu, tindakannya tetap melanggar peraturan. Tapi alangkah baiknya jika diingatkan dengan sopan

Diingatkan dengan sopan. via www.kompas.com

Tapi bukan berarti, mentang-mentang ia adalah figur publik, lalu disalah-salahkan, dimaki, hingga dikata-katai. Apapun alasannya, Depe memang nggak berhak untuk melalui jalur Busway. Apakah ia memosisikan diri sebagai publik figur ataupun manusia biasa, hal ini tetap saja salah. Kecuali ia berada di mobil ambulans, bukan di mobil pribadinya. Jika memang keadaan darurat, alangkah lebih baik Depe menggunakan ambulans ketimbang pengawalan polisi.

Mendengarkan alasan Depe, lalu menjelaskan dengan baik dan sopan tentang pelanggaran yang dilakukannya, sudah jadi sebaik-baik penyelesaian masalah. Mungkin nggak akan jadi heboh seperti saat ini. Bagaimana pun kebenarannya, yang jelas melanggar lalu lintas seperti ini tetaplah salah. Lalu mengata-ngatai dan memaki orang dengan kata-kata nggak pantas seperti “monyet” juga nggak akan menyelesaikan masalah. Setuju?

Berikut cuplikan video yang menjadi sorotan publik tentang pelanggaran yang dilakukan Depe:

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya