Minta kok jadi budaya?

Selamat ulang tahun, ya! Semoga panjang umur! Jangan lupa traktiran!

Dar! Petir pun serasa baru saja menyambar. Bagaimana nggak kaget kalau begitu diucapkan selamat ulang tahun dan didoakan panjang umur, ujungnya minta ditraktir? Makin kaget lagi karena ulang tahunmu bertepatan dengan tanggal tua dan bokek melanda sudah sekian lama. Mau menolak permintaan temanmu ada rasa sungkan, tapi kalau dituruti kok, ya, tekor sendiri. Nah, ulang tahun kok nggak bahagia malah pusing sendiri. 🙁

Advertisement

Ternyata kebiasaan seperti minta traktir di Indonesia ini sudah dianggap lumrah dan justru bagian dari budaya bercandaan. Tapi kehabisan uang demi ‘nggak enak sama teman’ efeknya nggak pernah sebercanda itu. Kebiasaan serupa lainnya adalah minta diskon saat teman baru buka usaha, kebiasaan minta traktiran waktu ada yang resign kerja, hingga traktiran untuk selebrasi kelulusan. Kali ini Hipwee Hiburan akan memaparkan bahwa sebenarnya budaya minta ditraktir itu bisa jadi kurang tepat. Kalau ditraktir tanpa minta mah, ya, bebas, kan dari inisiatif yang ulang tahun sendiri.

Minta traktiran saat ulang tahun kesannya jadi hampir sama kayak nodong orang

Alih-alih bahagia, temenmu yang ulang tahun justru tekor tuh. via info-bogor.com

Mungkin kamu pernah minta traktiran ke teman yang ulang tahun atau bahkan jadi korban dari teman yang minta traktiran. Budaya ini sebenarnya bukan bagian dari kultur etnis tertentu atau bahkan hukum agama. Namun seringnya dengan nada bercanda, setelah mengucap ulang tahun kita pun nggak lupa meminta ditraktir. Kalau teman kita memang tajir mampus nggak masalah dong, lha kalau kondisi keuangannya ternyata sedang kembang kempis, kasian juga. Mungkin baiknya kamu nggak perlu minta ditraktir, tapi kalau temanmu ini menawarkan dengan inisiatifnya sendiri, tentu jangan ditolak. Artinya dia pengen merayakan ulang tahunnya dengan kamu. Sesimpel itu. Pihak yang berulang tahun seharusnya yang disenangkan dan dibahagiakan, bukan?

Minta diskon waktu teman baru buka usaha. Niatnya ngelarisin malah jadi ngebangkrutin

Harga teman dong, Ceu! via www.aarp.org

Semua orang yang baru saja buka usaha pasti butuh balik modal lebih cepat. Membuka usaha juga niatnya untuk cari uang bukan buat bagi-bagi rezeki. Nah, akan sangat lucu ketika tiba-tiba kamu membeli banyak barang dari usaha temanmu namun nggak luput meminta diskon ‘harga teman’. Biasanya sih berkilah dengan ucapan, “Kasih harga teman, dong!” Ketahuilah sesungguhnya harga teman nggak semurah itu … pertemanan justru nggak terbeli loh!

Padahal liburan juga butuh banyak uang tapi lagi-lagi ada yang berujar, “Jangan lupa oleh-oleh, ya!”

Advertisement

Biarlah membawa oleh-oleh itu jadi sebuah inisiatif dari orang yang berlibur. Jangan meminta untuk dibelikan. Liburan juga sebenarnya butuh uang dan bujet yang lumayan, tapi kalau ujungnya ditodong oleh-oleh, yang liburan jadi punya beban. Cendera mata memang bikin kita yang sebenarnya nggak ikut liburan jadi punya sesuatu yang berharga dan bisa dipamerkan. Tapi kalau oleh-olehnya hasil nodong teman, masa masih bangga sih? 😀

Ketika salah satu teman kantor resign atau pindah kerja, rasanya nggak afdal kalau nggak ada makan-makan

Tuh, kan, sepet mukanya habis traktir orang sekantor. via www.traveller.com.au

Perpisahan memang identik dengan syukuran dan makan-makan. Tapi nggak selamanya lho biayanya ditanggung oleh orang yang hendak berpisah dan pergi. Masih mending kalau sebagai ganti traktiran perpisahan, masing-masing teman sekantor memberikan kado atau bingkisan. Nah, kalau nggak, jadi kasihan, ya, sudah mau hengkang tapi masih dibebani urusan sosial karena merasa nggak enakan kalau nggak makan-makan.

Sebenarnya ada banyak hal serupa, tapi kadang kita nggak berani menyuarakannya

Banyak yang sebenarnya merasa risih setiap ditagih traktiran atau hal-hal serupa. Tapi nggak ada yang berani menyuarakan. Mulai karena takut dibilang pelit, nggak ikhlas, nggak peduli teman, sampai gengsi karena dikira nggak mampu mentraktir. Terimakasih sosial media! Berkatnya, salah satu selebtweet yaitu Ladrina Bagan menyuarakan uneg-unegnya lewat sebuah cuitan dan diamini oleh ribuan warganet.

Komentar warganet via twitter.com

Banyak juga yang kemudian sependapat dan justru menyuarakan ‘kebiasaan minta‘-nya orang Indonesia yang serupa. Cuitan ini pun jadi topik diskusi menarik bagi warganet. Nah, bagi kamu yang sependapat kalau kebiasaan ini memang nggak pantas untuk dibudayakan, Hipwee mengajak kamu melampiaskan kekesalan. Jawab jakpat alias jajak pendapat (polling) di bawah ini, ya!

Loading ...

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya