Ada yang bilang mencintai berarti harus memiliki. Ada juga yang berkeyakinan cinta yang tulus tak harus dipaksakan dan hanya cukup dimengerti. Kamu sendiri merasa seperti diombang-ambing dengan dua pandangan itu. Hati kecilmu ingin coba mengikhlaskan cinta ini, tapi pikiranmu justru meminta untuk memperjuangkannya setengah mati, sampai kamu benar-benar bisa memiliki.

Perdebatan hati dan pikiran ini yang seringnya membuat kamu hilang kesabaran. Patah hati karena cinta bertepuk sebelah tangan ini terasa benar-benar menyesakkan, saat kamu sendiri dihadapkan dengan kembimbangan lain antara bertahan atau melepaskannya. Tapi sebelum kamu terlanjur sakit lebih dalam lagi, ada baiknya buat hatimu lebih sabar dengan beberapa alasan di bawah ini.

1. Rasanya mencintai sendiri seperti meminum kopi tanpa gula, awalnya pahit tapi perlahan-lahan kamu tahu bagaimana menikmatinya dengan sederhana

mencintai sendiri seperti meminum kopi tanpa gula, pahit sekali

mencintai sendiri seperti meminum kopi tanpa gula, pahit sekali via drastic-plastic-fantastic-plastic.blogspot.co.id

Advertisement

Bagi kamu yang tak terbiasa, meminum kopi tanpa gula rasanya memang menyiksa sekali. Rasa pahit yang kuat terus bergelayut dipikiran membuat kamu benar-benar muak. Sebab itu kamu kembali bingung, kenapa masih ada orang yang mau meminum kopi yang pahitnya meletak hingga langit-langit mulut. Sebenarnya apa yang para pencinta kopi itu rasakan saat meminum tanpa gula?

Pasti mereka akan menjawab rasanya unik, ada perpaduan asam dan kecut di antara pahitnya. Lebih dari itu rasa pahitnya kopi pun mengajarkan kamu menikmati sebuah kesederhanaan. Sama halnya saat kamu mencintai seseorang tanpa pernah balas dicintai. Ketika kamu mencintai tanpa tahu cara supaya cinta ini tak menyesakkan hati dan memuakkan pikiran,  yang terasa memang hanya pahit dan pahit. Apalagi ketika kamu tahu dia yang kamu cintai justru mencintai orang lain. Mungkin rasanya lebih pahit dari jamu.

Namun, rasanya akan berbeda jika kamu tahu cara menikmati cinta tak berbalas itu dengan sederhana. Dipikiranmu tak dipenuhi ambisi untuk memiliki dia seutuhnya. Sedangkan diperasaanmu, kamu berjanji membiarkan cinta itu mengalir dengan tulus. Tak peduli kelak kamu bisa bersanding dengan dia atau tidak. Ya, sudah dinikmati saja dulu cinta yang ada sekarang ini.

2. Ada yang bisa kita pahami dari cinta yang bertepuk sebelah tangan, karena memang ada hal yang harus diperjuangkan

Ada hal lain yang harus diperjuangkan

Ada hal lain yang harus diperjuangkan via rebloggy.com

Advertisement

Ada kalanya memang cinta tak harus langsung berbalas, kamu perlu memperjuangkannya terlebih dulu untuk tahu pakah itu benar-benar cinta yang tepat untukmu. Bukan berjuang dengan memaksakan cinta, namun memperjuangkan cintamu agar dia bisa memahaminya secara perlahan-lahan.

Selain itu, memahami cinta bertepuk sebelah tangan juga memberikanmu beberapa pelajaran. Bahwa, di hidup ada hal lain yang harus diperjuangkan. Toh bukankah cinta kadang memang soal perjuangan dan pengorbanan?

3. Memaksakan cinta nggak akan memberi jaminan bahagia, jalani dan usahakan sewajarnya saja

jalani dan usahakan dengan sewajarnya

jalani dan usahakan dengan sewajarnya via debuxio.blogspot.co.id

Sampai kapan pun memaksa atau dipaksa itu selalu terkesan negatif. Sebab apapun halnya pasti tak pernah menyenangkan dan cukup menganggu kenyamanan. Kalau sudah begitu apa iya sesuatu yang dipaksakan bisa membawa kebahagian?

Begitu pula saat mencintai seseorang, kamu tak bisa memaksakan orang itu menerima cinta itu. Sebab mencintai karena rasa terpaksa sama sekali tak memberi jaminan untuk bahagia. Dia pasti akan lebih banyak menuntut agar kamu menjadi seperti yang dia mau. Atau paling parah kamu sering tak dianggap olehnya. Bukan karena sifatnya yang cuek, tapi karena perasaanaanya kepada kamu yang memang hanya setengah-setengah.

Jadi, sebelum kamu terjebak dengan hubungan cinta yang kurang sehat, kanapa tak coba jalanin saja cinta yang ada ini dengan wajar? Kalau pun mau bersusaha jangan terlalu keras. Pikirkan perasaanm juga orang lain. Bukankah cinta membahagiakan dan menenangkan jika dia dibiarkan mengalir begitu saja.

4. Saat hatimu lelah menanti cintanya, lepaskan saja. Toh jodoh tak akan kemana, tapi kalau bukan jodoh kan tak bisa dipaksa juga

melepaskan saja

melepaskan saja via favim.com

Jodoh yang ada di tangan Tuhan memang harus kamu usahakan untuk menjemputnya. Tapi, saat hatimu ini terlalu lelah untuk menanti usaha yang tak juga berbuah manis, kamu tak perlu memaksakan diri. Jangan buat hatimu yang sudah lelah ini terluka. Jadi lepaskan saja cintamu ini. Toh kelak jika kalian berjodoh, cinta ini akan kembali diwaktu yang lebih tepat. Lain lagi jika kalian memang tak berjodoh, mau memaksakan juga tak akan pernah mungkin. Sebab kebahagian terlalu berharga jika dilewatkan dengan orang yang tak tepat.

5. Meski tak bisa dimiliki, setidaknya cinta ini mengajarkan kamu untuk lebih sabar. Sembari menanti seseorang yang lebih tepat lagi

menanti dia yang tepat

menanti dia yang tepat via favim.com

Setelah sekian lama berjuang dengan kehadiran cinta ini, kamu akhirnya paham jika dia benar-benar tak bisa dimiliki. Ada rasa sesak yang terus mempertanyakan keadaan, kenapa kamu dulu harus jatuh cinta dengannya? Lalu di mana rasa bahagia dari cinta yang tak berbalas ini? Sebab yang ada hanya segala hal yang tak menyenangkan. Sampai di sini kamu pun berpikir, apa iya cinta masih perlu disyukuri?

Cinta ini tetap perlu kamu syukuri meski tak berakhir bahagia dan bersama. Namun, setidaknya cinta ini mengajarkan kamu kesabaran. Bukan hanya sabar dengan rasa sesak mencintai sendiri, tapi juga sabar menanti seseorang yang lebih tepat lagi.

Jodoh itu rahasia Tuhan dan hanya Dia yang berhak memilihkannya untukmu. Sedangkan cinta, kamu selalu punya hak untuk memilihnya jatuh di mana. Hanya saja belum tentu tempat jatuhnya itu tepat seperti perkiraanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya