“Sudah, tunangan saja dulu. Biar ada pengikatnya….”

Memang sah-sah saja, jika ada yang berpendapat tunangan merupakan simbol pengikat pasangan sebelum akhirnya sampai ke pelaminan. Pendapat seperti ini seolah-olah bagian dari kepastian. Meski kenyataannya tunangan tak selalu menjadi patokan hubunganmu berlajut ke tahap selanjutnya. Atau parahnya lagi, tunangan malah dijadikan alasan atau pembenaran untuk melakukan hal-hal yang belum pantas.

Di Indonesia sendiri tunangan memang bukan lagi hal yang baru. Buat kamu yang sedang bingung karena diburu kepastian tentang hubungan kalian oleh orangtua. Ada baiknya pertimbangkan beberapa alasan di bawah ini, daripada tunangan kenapa nggak langsung lamaran aja?

1. Bisa disebutkan beda pacaran dengan tunangan? Kecuali cincin yang melingkar di tangan.

Katanya, “Tunangan membuat orangtua kamu atau dia sama-sama yakin dengan hubungan kalian.”

Nggak hanya itu, tunangan juga dianggap sebagai batu loncatan untuk keluarga kedua belah pihak saling mengenal. Terlebih setelah tunangan, cincin di jari manis sebelah kanan kalian dipercaya sebagai pengikat. Meski sebenarnya tanpa tunangan kalian tetap bisa mendekatkan kedua keluarga atau sekedar memakai cincin.

Advertisement

Toh sebenarnya pacaran atau tunangan sama-sama sebuah kesepakatan untuk penjajakan. Dan yang pasti, keduanya pun masih belum mendapat sertifikat halal ya!

2. Langsung lamaran lalu nikah lebih menghemat biaya, daripada harus tunangan dulu yang pastinya makan biaya juga

Tunangan juga butuh biaya via zahiralfaldimi.blogspot.co.id

“Tunangan atau tukar cincinya cuma selametan kecil-kecilan aja kok, nggak perlu rame-rame.”

Keputusan mengadakan sebuah acara memang hak kalian. Tapi, ada baiknya juga dipertimbangkan matang-matang, mulai dari penting atau tidaknya acara itu, sampai anggaran biaya yang harus dikeluarkan. Seperti halnya tunangan, acara syukuran atau selametan kecil-kecilan pun perlu biaya. Mengingat di acara itu kamu tak hanya mengundang keluarga atau kenalan saja, tapi juga tetangga di dekat rumah. Belum lagi biaya membeli cincin tunangan yang pastinya nggak murah.

Daripada uang kamu kepakai untuk tunangan yang esensinya sendiri belum jelas. Mending biayanya di tabung lagi untuk persiapan lamaran hingga nikah kalian nanti. Jangan sampai juga, sudah keluar biaya tunangan kalian justru nggak sampai ke jenjang pernikahan. Jadi, coba pikirkan baik-baik lagi ya!

3. Siapa bilang tunangan nggak bisa buat kamu atau dia ragu? Tuhan kan Maha membolak-balik hatimu

Yakin tunangan nggak akan buat kalian ragu lagi? via elizabethwellsphoto.com

Apa iya tunangan bisa buat kamu tenang, dan merasa sudah memiliki dia sepenuhnya?

Coba jawab dan renungkan pertanyaan itu baik-baik. Sebab tunangan sebenarnya belum bisa menjamin kamu atau dia tak ragu lagi untuk lanjut ke jenjang pernikahan. Apalagi tunangan sama seperti pacaran yang jika ingin berpisah tak memerlukan proses panjang, kecuali berpikir lebih dalam.

Berbeda dengan keputusan untuk lamaran, dan menyegerakan menikah yang memberi jaminan keyakinan tumbuh lebih subur. Sebab ini pertanda jika niat kalian untuk serius memang tak bisa diganggu gugat. Kalian punya banyak kekhawatiran yang memang hanya bisa dituntaskan dengan sebuah niat baik yaitu menikah.

4. Tunangan itu nggak wajib dan nggak membuat kamu atau dia menjadi pasangan halal. Jadi buat apa dilakukan?

Nikah itu wajib, tapi tunangan sendiri bukanlah tahapan yang wajib dilakukan oleh setiap pasangan. Kalau memang ingin melakukan perkenalan untuk kamu yang muslim bukankah lebih baik ta’aruf. Selain menghindari fitnah, hal itu juga mengindari kamu atau calon pasanganmu kebablasan dalam berhubungan di masa penjajakan. Sebab tunangan pun sama seperti pacaran yang tak membuat kalian menjadi pasangan halal. Kalau begini ceritanya, apa masih perlu tunangan itu sendiri?

5. Jika tunangan bertujuan untuk menjaga hubungan, komitmen di antara kalian pun sudah cukup, sampai akhirnya hari pernikahan datang.

Komitmen itu yang lebih penting via hello-pet.com

Jika kalian sudah sama-sama dewasa, tanpa adanya status pacaran atau tunangan kalian tetap punya tanggungjawab untuk saling menjaga hubungan. Komitmen yang sudah kalian sepakati dari awal sudah lebih dari cukup untuk menanti hari yang sakral datang. Bukankah seperti itu pun hubungan kalian akan terasa lebih sederhana dan tak banyak beban.

Memang tunangan salah satu usaha, tapi bukankan berjodoh atau tidaknya kalian sebagai pasangan masa depan tetap tak terjamin. Bukankah sebelum janur kuning melengkung masih banyak kemungkinan berkaitan dengan hubungan kalian.

Lihat contoh yang ada di sekitar kamu, banyak yang sudah lama menjalin hubungan dan sudah bertunangan akhirnya harus kandas di tengah jalan. Sudahlah, daripada tunangan masih lebih baik langsung lamaran dan segera menikah. 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya