Duduk di pelaminan bersama seseorang yang dicintai adalah impian bagi setiap orang. Namun membuka jalan menuju pelaminan itulah yang nggak mudah. Banyak hal yang mesti dilalui. kamu boleh berbangga punya pacar yang siap dinikahi, tapi apakah kamu yakin dengan dialah sosok yang tepat menemanimu mengarungi kerasnya hidup berdua?

Menuju pelaminan juga butuh banyak persiapan. Dari segala kebutuhan yang mesti dipersiapkan, kesiapan mental menjadi salah satu yang paling penting. Sebab menjalin hubungan rumah tangga nggak sama selayaknya hubungan pacaran. Tanggung jawabnya jelas lebih besar. Nah bagi kamu yang sudah yakin dengan pacarmu dan tujuanmu sudah bulat ingin bersamanya di pelaminan, ada baiknya mulai sekarang ubah mindsetmu tentang hubungan, sebab hubungan pacaran sangat berbeda dengan pernikahan.

1. Pernikahan mengharuskanmu untuk lebih pengertian. Cek-cok tentu masih akan terjadi, tapi sudah lewat masanya untuk berpikir atau merasa paling benar

Pengertian via www.pexels.coma

Advertisement

Hubungan pernikahan nggak serta merta menghindarkan kamu dari cek-cok, maka dari itu kedalaman hati untuk memahami perasaan dan kondisi pasangan menjadi kunci yang harus kamu pegang teguh dalam diri kalau kamu ingin melanjutkan hubunganmu ke jenjang yang lebih tinggi. Maka dari itu sejatinya kamu mengubah mindsetmu menjadi lebih dewasa. Setelah menikah kamu nggak bisa bertindak egois, kamu harus lebih pengertian dalam menghadapi sebuah permasalahan.

2. Setelah menikah, keputusan yang kamu ambil nggak bisa berdasakan pertimbangkan diri sendiri saja, pikirkan dampaknya kepada pasanganmu

Pikirkan pasangan via www.pexels.com

A : Kamu kok pulang malam terus?

B : Please deh nggak usah ngatur-ngatur hidupku

Mindset khas pacaran semacam “nggak usah ngatur-ngatur” jelas mesti dihilangkan. Menikah berarti memasrahkan sebagian hidupmu kepada pasangan, begitu pula sebaiknya. Sikap egois selalu mementingkan kesenangan diri sendiri mesti dibuang jauh-jauh. Sebab apa-apa yang kamu lakukan akan berdampak langsung juga bagi pasanganmu setelah menikah.

3. Seberapa pun penghasilan pasangan, kamu mesti menghargai kerja kerasnya. Toh hasilnya untuk kepentingan keluarga juga

Hargai kerja keras pasangan via www.unsplash.com

Advertisement

Khususnya untuk cewek, saat pacaran mungkin kamu bisa menuntut lebih kepada pasanganmu untuk membelikan ini-itu atau berkerja dengan giat mengumpulkan modal untuk menikahimu. Namun setelah menikah, sikap menuntut berlebihan semacam itu mesti dihilangkan sebab sudah sepatutnya juga kamu ikut andil dalam menciptakan kestabilan ekonomi keluarga. Kamu dituntut lebih mengerti bagaimana kondisi pasanganmu, toh ia bekerja untukmu juga. Justru lebih baik kalau kamu juga bekerja mencari penghasilan juga untuk menghidupi keperluan keluarga.

4. Nggak perlu ngoyo mengejar resepsi mahal-mahal, pernikahanmu berlangsung lancar saja mesti disyukuri

Bersyukur via www.pexels.com

Sebelum menikah kamu mungkin bisa memimpikan bagaimana meriahnya pesta pernikahan; konsep, gedung pernikahan, gaun, dan lain-lain yang ingin kamu jalani di pelaminan nanti. Tapi setelah kamu menghadapi pernikahan itu sendiri kamu pasti akan tersadar bahwa pernikahan bukan hanya pesta milikmu saja, melainkan milik pasanganmu, keluargamu, dan keluarga pasanganmu juga.

Maka dari itu hendaknya kamu pelan-pelan mengubah keinginan yang ada di kepalamu. Nggak usah terlalu berharap muluk, takutnya kalau nggak terlaksana kamu justru kecewa. Mimpi masa muda memang kelihatannya menyenangkan, tapi saat mau menikah kamu tetap harus realistis juga.

5. Ubah mindsetmu, kalau menikah bisa membatasi langkahmu mewujudkan mimpi. Justru menikah membuatmu punya patner sukses sejati

Harus bekerja lebih keras lagi via www.pexels.com

Pernikahan jelas nggak akan menghalangi mimpi-mimpimu yang belum kesampaian, justru sebenarnya kehadiran pasangan malah menjadi motivasi tambahan bagimu untuk mewujudkannya. Namun satu hal yang perlu kamu sadari, mimpimu boleh saja kamu kejar, tapi perlu kamu pastikan terlebih dahulu apakah kepentingan rumah tanggamu telah kamu penuhi terlebih dahulu..

6. Ikatan pelaminan nggak sepaket dengan kata putus saat dilanda masalah dan kebosanan. Apapun yang menimpa rumah tangga siapkah kamu untuk selalu menyelamatkan hubungan?

Sekali seumur hidup via www.pexels.com

Pernikahan adalah prosesi sakral diikatnya dua insan manusia untuk bersama selama-lamanya. Ikatan pernikahan sangat jauh berbeda dengan ikatan hubungan saat pacaran. Saat pacaran kamu mungkin masih punya kesempatan untuk mengakhiri hubungan sewaktu-waktu, tapi hal itu tentu nggak bisa kamu lakukan begitu saja saat sudah menikah nanti.

Setelah menikah, mau nggak mau kamu harus sabar, tangguh, dan bersikap dewasa dalam bersikap atau menghadapi masalah. Kamu pantang untuk berlaku laiknya saat pacaran yang bisa tiba-tiba minta bercerai. Pertanyaannya; sudahkah kamu siap jika harus sekuat tenaga mempertahankan hubungan?

Itulah beberapa mindset yang mesti kamu ubah pelan-pelan sebelum kamu memutuskan untuk ke pelaminan. Pernikahan bukanlah prosesi main-main layaknya jadian saat pacaran. Jika kamu memang belum siap mental untuk menghadapi itu, kamu masih punya kesempatan untuk mempersiapkannya. Nggak perlu takut, selama niatmu baik untuk membangun rumah tangga sempurna, Tuhan pasti membantumu tanpa kamu minta.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya