Dalam soal percintaan cewek memang sering dibikin gregetan. Karena kamu selalu jadi pihak yang menunggu. Saat kamu mulai usaha untuk meminta kepastian hubungan, responnya pun beragam. Ada sih yang peka, tapi ada juga yang sebaliknya, cueknya kebangetan!

Kalau dia memang cueknya nggak bisa ditolerir lagi, kamu sih sebaiknya menyudahi. Harga diri sebagai cewek juga tetap harus kamu jaga. Jangan sampai terlihat terlalu mengemis perhatiannya. Kalau kecuekannya bikin kamu makan hati, lakukan 5 hal ini sekarang juga.

1. Mulai batasi komunikasi dengannya. Sebelum benar-benar pergi meninggalkan, setidaknya ini jadi langkah awal

nggak usah hubungi dia lagi via www.huffingtonpost.com

Cara paling gampang adalah membalas kecuekan dia. Tanamkan dalam pikiran, kalau dia bisa cuek setengah mati, kenapa kamu nggak bisa? Saat dia menghilang berhari-hari tanpa kabar, kamu tak perlu lagi kebingungan mencari keberadaannya. Rasa penasaran dan kekhawatiran harus kamu kalahkan dengan ego diri sendiri yang kamu tinggikan.

Tak perlu menghubungi dia berkali-kali. Cukup sekali, itupun kalau ada yang perlu. Selebihnya biarkan dia menjalani hidupnya sendiri. Kamu pun begitu, mulai jalani hidupmu sendiri dan lakukan hal lain yang lebih bermanfaat dibandingkan hanya menunggu dia yang tak jelas.

2. Karena dia sudah memberi sinyal tak bisa memberi kepastian, buat apa juga masih mengingat hal-hal yang kamu suka darinya

Advertisement

Jangan diingat-ingat lagi via dylandsara.com

Hal yang cukup bahaya saat lagi sayang sama seseorang adalah kepribadiannya yang tiba-tiba serba positif di matamu. Padahal sebagai manusia, dia juga punya banyak sisi negatif yang bikin kamu ilfeel. Namun apa daya, namanya juga lagi cinta-cintanya, ya apapun bakal terlihat baik bagimu.

Oleh karena itu, kamu harus bisa mengontrol perasaan mulai sekarang. Jangan biarkan cinta mengalahkan logika. Kamu dilarang terlena sama perasaan kalau lagi jatuh cinta. Jika kamu tetap memaksa, kamu bisa jadi rugi sendiri lantaran dia belum juga kasih kepastian.

3. Nggak usah baper kalau sikap dia tiba-tiba berubah manis. Jelas dia sedang ada maunya sama kamu

Biasa saja via www.flickr.com

Dia yang biasanya tak pernah peduli dengan kegiatan sehari-harimu, tiba-tiba menanyakan dengan manis. Tak ketinggalan memberi perhatian dengan menyuruhmu jangan lupa istirahat. Dia yang biasanya tak pernah memberimu kabar, tiba-tiba tak absen untuk menghubungimu. Kamu pun dibuat bertanya atas perubahan sikapnya yang mendadak ini. Hati juga mulai dibuat melayang, “Jangan-jangan dia sudah mau berubah, agar hubungan bisa lebih baik lagi,”.

Tapi coba kamu tahan dulu. Jangan terlalu cepat berbaik sangka dengan cowok yang selama ini menelantarkanmu. Kamu juga seharusnya sadar bahwa perubahan sikap seseorang tak bisa secepat itu. Kalau dia mendadak baik, mungkin dia sedang ada maunya dan memintamu untuk membantu. Jangan sampai kamu digantung lalu kemudian dimanfaatkan.

4. Menanamkan dalam pikiran kalau memang bukan dia orangnya. Seharusnya kamu tak segini beratnya berjuang

Mungkin memang bukan dia orangnya via shutterstock.com

Jika dia memang perasaannya tulus padamu, dia tak akan enggan untuk menggandeng tanganmu dan mengajak berjuang bersama. Sedangkan selama ini yang dia lakukan adalah membiarkanmu berjuang sendirian. Dia tak pernah mau mengerti perasaanmu dalam berjuang untuk tetap bertahan dalam hubungan yang tidak menemui titik kejelasan.

Jika kamu yang harus berdarah-darah sendirian, mungkin memang bukan dia orangnya.

5. Pada akhirnya, memilih meninggalkan dia adalah pilihan terbaik yang bisa kamu lakukan

Waktunya pergi meninggalkan via dylandsara.com

Menunggu itu bukan berarti kamu mau diombang-ambingkan dalam ketidakjelasan situasi. Setidaknya jika dia memintamu untuk menunggu, dia bisa menunjukkan usahanya kepadamu. Sehingga kamu tidak menunggunya dalam ketidakpastian.

Sementara kalau dia memintamu untuk menunggu, tapi dia masih saja tenggelam dalam dunianya sendiri, maka kamu boleh bersikap tegas. Tinggalkan dia dan bersiaplah bertemu dia yang memang mau menunjukkan keseriusan. Membangun masa depan bersama tak bisa dilakukan sendirian, harus ada kerjasama antara kamu dan dia. Lalu untuk apa kamu bertahan pada orang yang tak mau berjuang bersama?

Menemani dia merintis banyak hal memang terkesan heroik sekali. Tapi dengan catatan, apa yang dia rintis memang membawa kebaikan untuk dirinya sendiri dan hidup kalian berdua kelak. Sementara jika dia masih tak punya rencana ke depan, yakin tetap mau bertahan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya