Orang tahunya pasangan yang jarang ketemunya itu cuma para pejuang LDR. Alasannya ya apalagi kalau bukan jarak yang membentang. Bukan hanya belasan atau puluhan, tapi bisa ratusan bahkan ribuan kilometer. Tapi apa iya yang pasangan yang satu kota bisa bertemu kapanpun mereka mau. Karena kenyataannya ada juga pasangan satu kota yang buat ketemuan aja susahnya setengah mati. Bukan nggak niat, tapi memang keadaan sering tak bisa diajak kompromi.

Urusan rindu nggak perlu ditanya lagi rasanya seperti apa. Nggak beda jauhlah dengan yang dirasa pejuang LDR. Tapi untuk kamu yang satu kota tapi jarang bertemu, hal-hal apa lagi sih yang juga sudah khatam dirasakan? Bacanya nggak usah sambil senyum-senyum apalagi sampai geleng-geleng kepala. Kamu atau dia memang pejuang rindu dalam satu kota.

1. Sibuk jadi alasan yang sudah selalu bisa ditebak, entah kamu atau dia

awalnya sih kami mengerti

awalnya sih kami mengerti via dylandsara.com

Advertisement

Yang kayaknya akhir pekan besok kita nggak bisa ketemuan deh….

Pasti ada liputan dadakan?

Tanpa diberitahupun kamu atau dia sudah bisa menebak apa yang jadi sebab pertempuan kalian harus tertunda lagi. Bukan karena malas keluar apalagi tak punya uang. Tapi murni karena salah satu atau kalian berdua memang sedang sibuk dengan pekerjaan atau kegiatan lainnya. Sebab kalian sama-sama paham, hubungan ini penting tapi kadang ada hal lain juga yang sesekali perlu diperioritaskan.

2. Setiap bertengkar karena tak bisa bertemu, kata “sabar” seperti mantra mendamaikan dirinya juga kamu

kemudian kami kerap bertengkar

kemudian kami kerap bertengkar via dylandsara.com

Udah hampir dua bulan kita nggak ketemu. Kalau gini sih mending LDR’an aja!

Sabar, Yang. Minggu besok kita usahain ketemu.

Advertisement

Mereka yang rutin bertemu saja pasti terjadi kesalahpahaman sesekali. Apalagi kalian yang bertemunya bisa sebulan sekali bahkan berbulan-bulan pun pernah. Urusan bertengkar karena tak bisa bertemu sudah terlalu sering kamu dan dia alami. Tapi, alih-alih ribut tak berkesudahan, salah satu dari kalian pasti ada yang saling meningatkan untuk sabar. Sebab kata “sabar” buat kamu atau dia sudah seperti mantra yang bisa bantu mendamaikan diri kalian.

3. Gregetan berujung curiga juga bukan hal yang pertama terjadi di antara kalian

tak jarang kami curiga

tak jarang kami curiga via dylandsara.com

Terkadang dalam hati kamu mulai bertanya-tanya. Benarkah dia terlalu sibuk untuk sekedar menyapa, ataukah memang sudah bosan dan ada orang lain lagi. Begitupula dengan dia yang terkadang bisa dengan blak-blakan mengungkapkan kecurigaannya. Awalnya sudah pasti kecurigaan ini jadi alasan atau penyebab kesalahpahaman. Tapi semakin lama, kamu sendiri berusaha mengabaikan kecurigaan yang muncul. Tak jarang salah satu dari kalian ada yang berinisiatif untuk menelepon entah hanya telpon suara saja, atau untuk lebih meyakinkan dengan video juga.

Curiga jugakan manusiawi. Tergantung kamu dan dia saja bagaimana menyikapinya.

4. kadang nggak cuma lupa wajah pacar, tapi kamu bisa juga tiba-tiba hilang rasa sesaat

mulai kehilangan rasa

mulai kehilangan rasa via dylandsara.com

Selain hal-hal menyebalkan yang terjadi di antara kalian. Ada hal yang tak kalah lucu yang kadang kamu rasakan. Apalagi kalau bukan, wajah pasangan yang terasa sama-samar saat kamu berusaha membayangkannya. Parahnya lagi, kamu sendiri sering tiba-tiba hilang rasa sesaat. Seperti tak ada perasaan gereget atau rindu saat memikirkannya. Kalau dipikir-pikir, mau bagaimana lagi, begini ini akibat jarang bertemu dan komunikasi hanya berlangsung lewat chat atau telepon saja.

5. Mirip pejuang LDR yang sering dilanda rindu, tapi sayangnya kamu atau dia kadang gengsi mengakui

kami kerap gengsi

kami kerap gengsi via www.logancoleblog.com

Sejujurnya kamu ingin bilang rindu, tapi gengsi dan malu selalu berhasil menutup rapat-rapat keinginan sederhana itu. Tak baik memang mengikuti gengsi, tapi memang kamu lebih berharap dia yang mengatakan rindu lebih dulu. Lalu kamu membuktikan rindunya dari usaha seperti apa yang dia lakukan untuk mengobatinya. Sementara dia pun kadang terlalu cuek dengan rindunya sendiri, terkadang bilang tapi tak ada usaha untuk bertemu. Terkadang ya sama sepertimu cuma dipendam.

6. Terbiasa sadar diri, kalau waktu sendiri bisa digunakan untuk fokus dengan kegiatanmu saat ini

kemudian kami introspeksi diri

kemudian kami introspeksi diri via www.logancoleblog.com

Satu kota tapi jarang bertemu, itu rasanya seperti makan permen nano-nano yang rasa manis, asam dan asinnya jadi satu. Tapi kamu sendiri lama-lama tersadar, mungkin saja waktu-waktu yang lebih sering sendiri ini salah satu kesempatan untuk fokus dengan diri masing-masing. Entah soal kegiatan atau pekerjaan. Entah untuk orangtua dan saudara sebelum waktu kamu tersita sepenuhnya untuk pasangan. Atau bisa sebagai waktu yang tepat untuk memanjakan diri sendiri alias me time.

Toh hidup tak harus diisi dengan kegiatan pacaran melulu!

7. Saat gregetan karena tak juga bertemu, kamu dan dia selalu berusaha memaklumi

kami hanya perlu memiliki pemakluman yang ekstra

kami hanya perlu memiliki pemakluman yang ekstra via www.logancoleblog.com

Kini kamu memahami kalau masalah akan selalu ada, bahkan sekalipun kami kerap bertemu. Jadi berusaha memaklumi dan berpikir buat apa mempermasalahkan urusan pertemuan, kalau hubunganmu dan dia sejauh ini masih baik-baik saja. Kamu masih bisa lancar berkomunikasi dengan dia lewat chat atau telepon. Saat bertemu kalian punya kualitas kebersamaan yang cukup baik, tak ada tuh saling cuek dengan gawai pribadi.

Setidaknya jarang bertemu juga mengajarkan kamu dan dia untuk belajar lebih sabar serta pengertian. kamu sendiri sebagai cewek jadi lebih mandiri. Toh sekalipun klise, kalau jodoh memang tak akan kemana. Percaya saja, seperti hubungan LDR yang masa untuk bisa selalu bersama pasti akan ada selama kamu dan dia bersabar dan tak macam-macam.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya