Menurut sensus di Amerika selama 40 tahun terakhir, angka pernikahan terus mengalami penurunan. National Marriage Project diprakarsai Rutgers University juga menyebutkan bahwa semakin banyak pria yang takut untuk menikah. Kebanyakan dari mereka enggan membangun komitmen serius dan ikatan yang sifatnya seumur hidup.

Nah, kira-kira hal-hal apa saja yang melatarbelakangi fenomena ini? Kenapa sih para cowok enggan atau bahkan takut untuk menikah? Di artikel kali ini Hipwee akan memaparkan alasan-alasan yang mungkin mendasarinya. Langsung simak, yuk!

1. Para Cowok Takut Kalau-Kalau Keputusan untuk Berkomitmen Berarti Merelakan Kebebasan Mereka

bebas

komitmen = tidak punya kebebasan via www.flickr.com

Advertisement

Secara alami, cowok memang terlahir dengan sifat mandiri. Mereka terbiasa membuat keputasan sendiri dan menjalani hidup dengan cara yang mereka yakini. Bagi mereka, bebas adalah melakukan apa yang mereka inginkan tanpa ada orang lain yang akan menghakimi atau mengkritisi pilihan mereka.

Komitmen dengan pasangan membuat para cowok merasa dibatasi. Ketika akhirnya punya pasangan, setiap hal yang akan dilakukan tak lagi sekadar memikirkan keinginan sendiri. Jika saat masih single mereka biasa menghabiskan malam Minggu dengan main game atau nongkrong dengan teman, hal itu rela ditinggalkan demi menemani pasangan pergi jalan-jalan. But, wait! Apakah mereka benar-benar bahagia saat melakukannya, atau sekadar berkorban agar tak terjadi masalah dengan pasangan? Hmm…jawabannya menjadi sangat kabur!

2. Dia Khawatir Jika Kamu Akan Mengganggu “Ruang” Pribadinya

kehilangan ruang pribadinya

kehilangan ruang pribadinya via rebloggy.com

Cowok cenderung kental dengan karakter kelaki-lakiannya. Membiarkan kamar tidur berantakan, memilih cat dinding warna gelap, mendesain kamar dengan gaya minimalis; banyak pilihan cowok yang nyata-nyata bertolak belakang dengan pilihan cewek.

Advertisement

Ketika kamu masuk dan jadi bagian dalam hidupnya, kehadiranmu dianggap membolak-balikkan dunianya. Kamu mungkin akan meminta pasanganmu rajin-rajin membersihkan kamar, sekadar mengganti warna cat dinding dengan yang lebih cerah dan bernuansa segar, atau menambahkan pernak-pernik agar suasana kamar tak terlalu kaku. Meskipun tak terang-terangan, pasanganmu akan merasa bahwa ada bagian dalam dirinya yang tak lagi utuh – sebagian dirinya yang harus berkompromi denganmu.

3. Bagi Cowok, Berusaha Setia Pada Pasangan Bukanlah Perkara Mudah

pasangan

setia pada satu pasangan via tattoo-kid.com

Keberanian berkomitmen jadi topik yang menarik di kalangan para cowok, begitu pula soal kesetiaan. Pasalnya, cowok dianggap lebih rentan tidak setia atau akan merasa bosan pada pasangan.

Apakah pasanganmu sudah siap memilihmu di antara sekian pilihan yang ada? Apakah dia sudah mantap menjadikanmu teman hidupnya hingga ajal yang memisahkan? Ketika kamu tidak kuasa menjawab, pun sama halnya dengan pasanganmu sendiri. Yang pasti, butuh proses demi bisa memantapkan hati dan mengambil keputusan untuk menikah.

4. Sifat Mereka yang Lebih Rasional Membuat Mereka Tidak Mudah Percaya Pada Kisah Putri dan Pangeran yang Hidup Bahagia Setelah Menikah

emosional

menikah tak berarti selalu bahagia via www.huffingtonpost.com

Biasanya, cewek cenderung emosional. Menganggap bahwa pernikahan identik dengan hal-hal yang bahagia. Ketika sudah bisa bersatu, maka segala masalah di masa depan pasti bisa diselesaikan berdua.

Sayangnya, cowok justru melihat pernikahan dari sudut pandang yang jauh berbeda. Tentang rumitnya menyatukan dua kepribadian yang berbeda, tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga, hingga urusan anak yang tak kalah menyita tenaga dan pikiran. Bayangkan, betapa butuh proses panjang untuk bisa menyatukan dua orang dengan cara pandang yang demikian jauh berseberangan.

5. Berkompromi dengan Pasangan Itu Bukan Perkara Mudah Buat Para Cowok

berkompromi bukan perkara mudah

pasangan harus bisa berkompromi via www.huffingtonpost.co.uk

Demi bisa menjalani hubungan yang langgeng dan bahagia, setiap pasangan layak punya kemampuan berkompromi yang mumpuni. Ibaratnya, setiap masalah akan dibagi menjadi dua bagian – kamu dan pasanganmu masing-masing setengah bagian. Dengan kepala dingin berusaha menemukan solusi yang paling baik dan dianggap tepat.

Namun, tak jarang pasangan akan mengalami beda pendapat. Satu memilih cara A dan satu lagi lebih suka cara B. Di saat inilah kemampuan berkompromi jadi sangat diperlukan. Sayangnya, para cowok seringkali menganggap remeh kemampuan cewek dalam urusan kompromi. Para cowok lebih percaya bahwa cewek hanya akan memberikan pilihan sulit bagi mereka, misalnya: “kamu pilih nurutin aku atau kita mending putus aja?”

6. Kehilangan Waktu Luang Jadi Salah Satu Hal yang Membuat Cowok Takut Menikah

waktu luang

takut kehilangan waktu luang via www.flickr.com

Para cowok percaya bahwa hidup dengan embel-embel komitmen akan jauh lebih melelahkan daripada menjadi single. Selesai dengan berbagai tugas di kantor, sekadar menjemput pasangan pulang kerja atau membereskan mainan anak-anak yang berantakan bisa jadi sangat menyiksa. Akan ada saat dimana mereka mengingat momen sebagai bujangan; menikmati lelah sepulang kerja dengan minum kopi dan merokok sendirian di teras kamar.

7. Serius Berkomitmen Dengan Seorang Cewek Itu Bukan Masalah Enteng. Mungkin, Dia Cuma Takut

merasa belum siap

merasa belum siap berkomitmen via cool.eyecatchingtattoos.com

Di usia yang dianggap layak dan “matang” untuk menikah, tekanan sosial bisa luar biasa terasa menyiksa. Jika tak segera mengakhiri masa lajang, maka akan dinilai menyimpang atau menyalahi aturan sosial. Pertanyaan seperti “kapan nikah?” atau “mana nih calonnya?” seringkali membuat telinga gatal dan hati menjadi kesal.

Padahal, pikiran para cowok justru dipenuhi dengan pertanyaan “apakah aku sudah siap menikah?”. Mengedepankan logika, cowok akan lebih sibuk mengukur kesiapan fisik dan mental mereka. Bahkan, perkara rumah pribadi, mobil, tabungan, hingga rencana karir dan investasi jadi pertimbangan utama mereka.

8. Ambisi Pada Pendidikan dan Karir Bisa Jadi Alasan Utamanya

punya ambisi

cowok punya ambisi yang kuat via elitedaily.com

Cowok terlahir dianugerahi ambisi yang kuat. Mental sebagai laki-laki yang menuntun mereka untuk gigih mengejar setiap keinginan dan cita-cita. Ada kalanya komitmen justru dianggap sebagai distraksi dalam perjalanan mereka mengejar mimpi. Menikah dan punya anak mungkin akan mengganggu fokusnya pada karir dan pendidikan. Padahal, mereka masih punya niat mencapai posisi penting di kantor, membangun bisnis pribadi atau melanjutkan kuliah dan bekerja di luar negeri.

8. Dia Mungkin Saja Ragu Pada Kesetiaanmu

tidak percaya

belum bisa percaya pada pasangan via stupidbear.buzznet.com

Tak sedikit cowok yang mengaku takut berkomitmen lantaran ragu pada kesetian pasangan. Pasalnya, komitmen tak bisa dibangun atas rasa sayang atau cinta semata. Banyak hal yang mendukung agar sebuah komitmen bisa bertahan dan langgeng. Ketika realita membuktikan bahwa kesetian bisa ditukar dengan materi, banyak cowok yang akhirnya ciut mental.

Apakah perempuan yang sudah dipilihnya sebagai pendamping bisa setia? Bisa bertahan dalam suka, duka, bahkan di saat-saat terendah dalam hidupnya? Cowok dengan pekerjaan dan status sosial yang lebih baik mungkin saja membuat cewek berpaling, ‘kan?

9. Kadang, Rasa Enggan Muncul Karena Sikapmu yang Terlalu Memaksakan Kehendak

pasangan

merasa tertekan dengan pasangan via hindisadshayari2014.blogspot.com

Kadang, ceweklah yang sebenarnya membuat cowok merasa tidak nyaman dan enggan berkomitmen. Pasalnya, cewek menganggap bahwa pernikahan adalah tujuan akhir dari hubungan yang sudah dijalani. Berharap segera mencapai tujuan itu, cewek cenderung memaksakan kehendak pada cowok. Singkatnya, cewek seringkali terlalu terburu-buru mengajak pasangannya untuk menikah. Merasa tidak nyaman dengan tekanan itu, tak jarang cowok justru memilih untuk pergi.

10. Dia Masih Terbayang Kenangan Masa Lalun dan Cinta Pertamanya. Yeah, Belum Bisa Move-On Gitu

cinta pertama

ketika cowok terjebak masa lalu via fashionplaceface.com

Sekali lagi, cowok memang punya ambisi yang kuat bahkan pada cinta pertamanya. Alasan dibalik keengganan untuk berkomitmen bisa jadi lantaran belum move on atau masih terjebak di masa lalu. Pernah berharap bisa langgeng atau bahkan menikah dengan cinta pertamanya, kegagalan dalam hubungan bisa membuat seorang cowok trauma.

Akibatnya, ada kemungkinan dia akan membandingkan pasangan dengan cinta pertamanya di masa lalu. Apakah pasangan yang saat ini benar-benar sebanding? Apakah lebih baik, atau justru sebaliknya? Kondisi hati yang belum benar-benar sembuh membuatnya enggan berkomitmen serius. Rasa kecewa dan dendam bisa jadi alasan yang menghambat langkahnya untuk mantap menikah.

Well…gimana? Buat para cewek, apakah pasanganmu juga mengalami hal ini? Dan buat para cowok, apakah sedang bergelut dengan hal-hal dalam artikel ini?

Yang pasti, memutuskan untuk berkomitmen atau menikah memang bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus dipikirkan masak-masak sebagai pertimbangan. Apapun itu, semoga hidupmu selalu tercerahkan, ya! 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya