Bertambahnya usia harusnya menandakan pula kedewasaan yang kian kentara. Cowok pun harusnya mengerti bagaimana perubahan sikap dan pemikiran seiring bertambahnya usia. Soal hubungan kadang cowok juga masih menyikapi atau menjalani layaknya pacaran di usia muda. Lewat usia 25 tahun, cowok akan dihadapkan pada kesibukan dan rutinitas. Sejajar dengan itu perihal hubungan juga harus segera dipikirkan.

Menjalin hubungan pacaran memang nggak mudah, apalagi setelah lewat 25 tahun. Bagi cowok yang katanya sedang masa-masanya produktif kerja, tetap wajib memikirkan kekasih. Payah memang jika kesibukan dan rutinitas seperti kerjaan malah mengganggu hubungan. Dengan sedikit cerdik harusnya cowok bisa melewatinya dan menjalaninya degan nyaman. Hal yang perlu dipikirkan adalah perencanaan dan persiapan untuk masa depan, jangan lupa pastikan bahwa hubungan ini akan diseriusi dengan kedewasaan.

1. Nggak harus mapan, tapi yang pasti cowok sudah harus memikirkan pekerjaan yang layak demi tabungan masa depan

Mulai berpikir untuk masa depan pasangan via unsplash.com

Advertisement

Sudah waktunya cowok bertanggung jawab akan segala masa depan hubungan. Mulai dari kasih sayang sampai materi harusnya cowok di usia 25-an sudah memikirkannya. Mencari selayak-layaknya penghasilan supaya tenang di hari depan dan pacar pun merasa terjamin kebutuhannya. Penghasilan yang layak pun nggak harus dengan gaji yang sangat tinggi. Dengan pekerjaan tetap yang kamu dapat, kamu sudah cukup siap menyongsong hubungan di masa depan.

2. Harus sudah bisa putuskan, mau melamar atau kalau masih ingin main-main lebih baik tinggalkan, biar cewek tak terus memupuk harapan

Jangan ragu, lamar atau tinggalkan. Kasihan dia nunggu kamu tapi dirimu sendiri nggak jelas. via unsplash.com

Kadang keraguan muncul di saat yang nggak tepat. Di usia 25-an kamu akan merasa sudah tua, butuh pekerjaan untuk menikah. Tapi keraguan muncul soal kelayakan pasangan, apakah cewek yang kamu pacari sekarang layak jadi istrimu nanti. Sayangnya para cowok kadang malah memberi harapan palsu, nekat menjalani hubungan dalam keraguan, cewek yang terlanjur optimis akan dinikahi malah ditinggalin menginjak usia hubungan yang semakin tua. Jangan ragu, cowok harus putuskan masa depan dengan pasangan.

3. Mulai berpikir cara belajar berbenah bersama, dan menyeimbangkan hubungan biar tak ada yang mengekang atau dikekang

belajar bersama demi hubungan yang sehat dan dewasa via unsplash.com

Usai lewati krisis seperempat abad, harusnya kamu sebagai cowok sudah harus memikirkan cara untuk membuat hubungan lebih dewasa dan sehat. Jangan sampai kamu jadi cowok yang selalu mengiyakan mau pasangannya, mau melalukan apapun harus izin terlebih dulu sampai pengambilan keputusan lebih banyak ceweknya yang lakukan. Terkesan cowok baik-baik memang, tapi apakah hubungan yang baik seperti itu?

Advertisement

Atau jadi tipe kedua, yang jelas kebalikannya. Cowok ini jadi pengendali semua hal dalam hubungan, bukan tegas atau bijak justru terkesannya arogan. Karena pasangannya seperti dikekang. Sementara hubungan yang baik harusnya tak ada yang mengekang atau dikekang. Tapi sama-sama berkembang secara sikap dan pemikiran. Sama-sama juga membenahi diri agar lebih baik.

4. Hindari pertengkaran dengan kedewasaan, jangan sampai masalah kecil membuat kalian memutuskan untuk udahan

Jangan bertengkar karena hal remeh via unsplash.com

Banyak masalah yang akan terjadi dalam hubungan, kalau kamu nggak pandai bersikap maka masalah itu akan jadi semakin rumit dan menghancurkan hubunganmu. Kalau kamu nggak dewasa, masalah kecil bisa jadi besar. Kedewasaan akan membimbing kamu dan pasangan pada jalan keluar dalam setiap masalah. Masalah kecil bisa jadi besar karena sikap egois yang sama-sama ngotot. Kebijakasanaan dalam kedewasaan bisa membimbing kalian melewati masalah-masalah pelik dalam hubungan.

5. Bukan waktunya lagi main-main dengan hubungan, kurang-kurangi keganjenanmu yang kamu tebar pesona ke mana-mana

Kurangi ganjennya, fokus ke hubungan yang kamu jalani. via unsplash.com

Bagaimanapun ada saja cowok yang suka banget tebar pesona dan ganjen ke cewek lain. Memasuki usia 25-an harusnya kamu paham perilaku macam ini harus ditanggalkan, apalagi kamu punya pasangan yang baik dan setia. Daripada bikin masalah dengan perilaku burukmu itu baiknya fokus dalam pekerjaan dan hubunganmu saat ini. Bayangkan saja kamu diperlakukan sama oleh cewekmu, rasa sakitnya pasti luar biasa. Jadi, pikirkan kembali deh kalau mau caper di depan cewek-cewek lain.

Usia 25 tahun akan membawamu pada komitmen-komitmen baru. Kadang kamu merasa harus meninggalkan prinsip demi kehidupan yang lebih baik, tapi di sisi lain kamu ragu untuk meninggalkan prinsipmu itu. Dalam berpacaran, karena ini urusannya nggak cuma soal kamu doang, soal komitmen dan prinsip harus bisa saling menerima dan memberi kritik satu sama lain. Hubungan tetap nyaman, baiknya kamu terbuka dengan pasangan soal perasaan dan kegundahanmu di usia 25 ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya