Mau Putus Sayang, Lanjut Juga Nggak Sayang-sayang Amat. Yah..Rasanya Beginilah….

Rasanya mau putus atau tidak

Maafku jenuh padamu

Lama sudah kupendam
Tertahan dibibirku
Mauku tak menyakiti
Meski begitu indah..

Ku masih tetap saja.. Jenuh.

Advertisement

Cieee yang udah lewatin 3, 4, atau bahkan 6 tahunan, tapi udah nggak saling sayang. Ea! Mau putus sayang, dilanjut pun udah nggak sayang-sayang amat. Kamu jadi merasa asing dengannya. Dia kirim kabar atau enggak, kamu udah nggak peduli lagi. Entah apa yang bikin kamu dan dia jadi hilang chemistry. Padahal jarak kalian dekat dan rasanya nggak ada masalah yang perlu kalian resahkan.

Bosankah? Atau kalian cuma butuh break aja? Kamu yang lagi bingung di persimpangan, antara putus atau lanjutkan hubungan, hal-hal berikut ini mungkin kamu rasakan.

1. Jalan berdua udah nggak bikin deg-degan lagi. Dia sibuk chatting-an, kamu sibuk lihat sekitaran

Semua jadi rutinitas yang membosankan. Photo by jo jo ◡̈ on Unsplash via unsplash.com

Dia: Kita ke mana nih?

Kamu: Tempat biasa aja.

Dia: Ooo.

Advertisement

Malam minggu tiba, kamu dan dia pun jalan berdua. Seperti layaknya pasangan yang udah jadian tahunan, dandan ya seadanya. Sepanjang perjalanan kamu dan dia diem-dieman, dia berubah. Beda banget dengan dia yang dulu, yang nggak pernah kehabisan bahan pembicaraan. Ya walaupun sekadar bahan becandaan yang nggak penting.

Sesampainya kamu dan dia di tempat makan langganan, satu-satunya bahan obrolan ya tentang pesan menu apa. Makanan datang, kamu dan dia tetap diem-dieman. Padahal sebelumnya ga ada masalah apa-apa. Dia malah sibuk chatting-an yang entah sama siapa, kamu pun males nanya. Sementara kamu hanya memandang pasangan di seberangmu yang tampak asik ngobrol berdua. Kamu pun iri tingkat dewa.

2. Awalnya kamu pikir mungkin kalian cuma lagi bosan aja. Okeh, kamu pun milih untuk jalani saja

Berpikir ini hanyalah fase yang dilalui semua pasangan. Photo by Toa Heftiba on Unsplash via unsplash.com

Rasa bosan memang kerap melanda pasangan yang udah jadian tahunan. Kamu pun berpikir mungkin juga hubunganmu dan dia tengah dilanda perasaan itu. Wajar bila kamu dan dia jemu karena kalian sudah sering bertemu. Dari pada terus-terusan galau, kamu pun memilih untuk jalani saja. Sambil berharap kamu dan dia bisa seperti dulu lagi.

Advertisement

3. Tapi lama-lama kamu ngerasa udah nggak ada chemistry lagi. Pacaran ya cuma status aja

Cuma tinggal status saja, perasaan sudah banyak yang pergi. Photo by A. L. on Unsplash via unsplash.com

Dia: Kamu lagi di mana?

Kamu: Masih di kampus sih.

Dia: Oooh. Mau dijemput?

Kamu: Ga usah, aku bawa motor kok.

Kamu dan dia jadi malas saling kasih kabar. Bahkan sehari hanya sekali. Itu pun sekadar basa basi. Nggak kaya dulu yang bisa tiap waktu, walau hanya sekadar bahas tebak-tebakan dan bahkan gombalan garing. Panggilan sayang pun jadi malas kamu ucapkan. Jeprat-jepret berdua tiap abis jalan udah jarang kalian lakukan.

Semakin lama, kamu ngerasa udah nggak ada chemistry lagi dengan dia. Pada akhirnya kamu merasa hubunganmu dengannya hanya status palsu. Mau diakhiri sayang karena udah berjalan tahunan, tapi dilanjut pun hubungan ini terasa hambar.

4. Memang kamu hafal betul kekurangannya. Tapi ketika ditanya sayang atau enggak sama dia, kamu malah bingung jawabnya

Kamu pun sering tak yakin sendiri akan perasaanmu. Photo by Allef Vinicius on Unsplash via unsplash.com

Hubunganmu dengannya terbilang cukup lama. Waktu yang tidak singkat itu membuatmu khatam akan kebiasaan dan kekurangannya. Sebagai pasangan pun kamu sudah maklum dengan itu semua. Tapi ketika temanmu atau temannya bertanya sayang atau nggak sama dia, kamu justru mikir keras untuk menemukan jawabannya. Sayang. Nggak. Sayang. Nggak. Sayang mungkin, menerima kekurangan pasangan termasuk sayang bukan? Tapi… (masih ada tapinya). :p

5. Telat mengabari udah bukan masalah lagi. Kadang kalian saling balas sampe setengah hari…

Saat tidak bersama, anehnya, justru terasa melegakan.  Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash via unsplash.com

Dia: Aku kemaren sibuk ke perpus. Jadi baru sempet ngabarin kamu.

Kamu: Ooh.

Dia: Kamu nggak marah kan?

Kamu: Nggak. Santai aja.

Kalau di tahun awal kamu pacaran, tiap terima pesan darinya hatimu senangnya nggak karuan. Sekarang udah lain, kamu baru bales pesannya setengah hari setelahnya. Dia juga sama, kemarin dia seharian nggak kasih kabar. Lagi pula percuma kamu dan dia bicara, sebab obrolan kalian terasa hambar. Hanya basa-basi singkat aja. Karenanya malam minggu ini kamu lebih milih hang out dengan teman-temanmu. Dia pun kayanya asyik dengan hobinya.

6. Sampai akhirnya kamu dan dia sama-sama tahu kalian mungkin harus break dulu

Kalian sama-sama tahu ini saatnya untuk break. Photo by Andrik Langfield on Unsplash via unsplash.com

Kamu yakin dia pun ngerasa hal yang sama denganmu. Sama-sama bosan dan hilang chemistry. Akhirnya kamu beraniin diri untuk ngebahas ini dengan dia. Kamu jemu dengan kebosanan ini. Juga tentang hubungan yang udah hilang chemistry. Dengan diskusi yang singkat, akhirnya kalian sepakat untuk break sejenak. Sebulan mungkin cukup untuk akhirnya nemuin jawaban, apakah kamu dan dia putus atau lanjut.

7. Di titik inilah kamu kepikiran untuk selingkuh saja. Namun kamu sadar mendua jelas bukan jalan keluar

Jangan memperkeruh situasi dengan membawa orang lain ke dalam permasalahan kalian. Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash via unsplash.com

Saat break gini, kamu kepikiran satu hal. Selingkuh mungkin bisa bikin hatimu yang sepi jadi lebih berwarna. Kebetulan banget ada beberapa orang yang tengah dekat denganmu dan salah satunya pernah bilang suka sama kamu. Sempat juga kamu jalan dengan yang lain. Namun akhirnya kamu sadar, mendua bukanlah jalan keluar. Okeh, walaupun kamu tahu istilah break itu masih abu-abu, tapi kamu masih ngerasa terikat komitmen dengan dia. So, selingkuh kamu coret mati!

8. Ternyata break tak kunjung mampu menyatukan hati kamu dan dia. Kamu pun cuma bisa hitung kancing aja. Mau dibawa ke mana hubungan kita? Ke mana?

Tiba saatnya membuat keputusan yang sulit. Photo by Yolanda Sun on Unsplash via unsplash.com

Sebulan pun berlalu gitu aja. Tiba saatnya kamu dan dia nentuin jalan keluar. Ternyata lama ga ketemu dia, rasanya tetap sama. Biasa aja. Terselip kangen itu pasti, tapi kamu dan dia serasa berjarak. Tanpa sepengetahuannya kamu itung kancing. Putus. Lanjut. Putus. Lanjut. Putus. Lanjut. Putus. Nyesel. Lho? Mau dibawa ke mana hubungan kita? Ke mana ya? Akhirnya kamu dan dia memutuskan untuk break  lagi.  Yah. Gantung deh (jemuran kaleee). 😀

Hubungan yang umurnya udah tahunan itu wajar lo dilanda rasa bosan. Kuncinya bagaimana kamu dan pasangan bisa saling menjaga chemistry aja sih. Mungkin kamu dan dia butuh sesuatu yang baru, semacam memilih satu hari khusus dalam seminggu sebagai ajang untuk kalian saling ngasih hadiah gitu. Nggak usah yang mahal-mahal juga, cukup kejutkan dia dengan camilan kesukaannya aja.

Lagi, soal putus atau lanjut itu sebenarnya sederhana. Pertanyaannya, kamu sebenarnya sayang sama dianya atau sama hubungannya? Jangan takut putus hanya karena kamu menyayangkan tahunnya atau takut jadi jomblo ya! 😉

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Belum bisa move on dari Firasat-nya Dewi Dee.

CLOSE