Gempa di Indonesia Terjadi Berdekatan, Benarkah Ada Kaitannya dengan Ring of Fire?

Gempa M7,7 di Flores diikuti ribuan gempa susulan, sementara gempa juga tercatat di sejumlah wilayah Indonesia lainnya.

Di tengah perayaan HUT RI ke 81, perhatian masyarakat Indonesia juga pasti nggak lepas dari sejumlah gempa yang terjadi di berbagai wilayah dalam beberapa hari terakhir. Salah satu yang paling kuat terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 dengan magnitudo M7,7. Gempa tersebut bahkan sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya diakhiri BMKG pada pagi hari.

Aktivitas gempa di Indonesia juga belum berhenti setelah gempa utama tersebut. Hingga 17 Agustus pukul 11.00 WIB, BMKG mencatat ada 1.624 gempa susulan di sekitar Flores . Di tengah banyaknya aktivitas gempa yang muncul dalam waktu berdekatan, wajar kalau kemudian muncul pertanyaan, apakah kejadian-kejadian tersebut berkaitan dengan Ring of Fire atau Cincin Api?

Apa itu Ring of Fire?

Gempa di Indonesia (1)

Ring of fire- researchgate.net via www.researchgate.net

Kalau selama ini kamu sering mendengar istilah Ring of Fire tetapi belum benar-benar tahu artinya, sederhananya istilah ini merujuk pada kawasan di sekitar Samudra Pasifik yang punya aktivitas gempa bumi dan gunung api sangat tinggi.

USGS menyebut kawasan tersebut sebagai circum-Pacific Ring of Fire. Banyak aktivitas geologi di sana berkaitan dengan pergerakan dan interaksi lempeng tektonik, termasuk subduksi, yaitu ketika satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya.

Jadi, Ring of Fire bukan semacam “sumber gempa” yang sewaktu-waktu aktif lalu menyebabkan gempa di berbagai negara. Istilah tersebut menggambarkan kawasan dengan aktivitas tektonik yang memang tinggi.

Konteks ini penting saat membahas gempa di Indonesia, karena Indonesia sendiri memiliki kondisi tektonik yang kompleks dan berada di kawasan yang sangat aktif secara seismik.

Gempa di Indonesia terjadi di beberapa wilayah

Pusat gempa di simalungun, Sumatera utara

Gempa M6,4 di Simalungun sumatera utara via x.com

Selain gempa M7,7 di Flores, gempa di Indonesia juga tercatat di sejumlah wilayah lain pada periode yang berdekatan.

Pada 15 Agustus, misalnya, BMKG mencatat gempa M6,4 di Simalungun, Sumatra Utara, dengan kedalaman 168 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Pada malam harinya, gempa kembali terjadi di wilayah Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Parameter gempa tersebut kemudian diperbarui menjadi M5,9 dengan kedalaman 60 kilometer dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Aktivitas gempa di Indonesia juga masih tercatat pada 17 hingga 18 Agustus. BMKG mencatat sejumlah gempa di wilayah NTT, sementara pada 18 Agustus dini hari terjadi gempa M5,5 di sekitar 136 kilometer barat  laut Sumbawa, NTB , dengan kedalaman 10 kilometer.

Kalau melihat rangkaian kejadian tersebut, memang ada beberapa gempa yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan. Namun, apakah itu berarti semuanya saling berkaitan?

Advertisements

Bagaimana dengan 1.624 gempa susulan di Flores?

Gempa di Indonesia

1.624 gempa susulan di Flores-BMKG via www.bmkg.go.id

Bagian ini perlu dibedakan dari gempa-gempa di wilayah Indonesia lainnya. Setelah gempa utama M7,7 di Flores pada 15 Agustus, BMKG terus memantau aktivitas seismik di kawasan tersebut. Hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, tercatat 1.624 gempa susulan dengan magnitudo antara M1,3 hingga M6,2.

Dari jumlah tersebut, 23 gempa memiliki magnitudo lebih dari M5, sedangkan 59 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Gempa susulan memang lazim terjadi setelah gempa utama yang besar. Aktivitasnya bisa berlangsung selama beberapa waktu dan jumlah maupun kekuatannya dapat berubah dari waktu ke waktu.

Apakah semua gempa ini saling berkaitan?

Gempa di Indonesia

Jalan rusak & manusia panik-canva via canva.com

Nah, ini yang sering bikin salah persepsi ketika melihat banyak titik gempa di Indonesia pada peta. Gempa utama Flores dan ribuan gempa susulannya memang merupakan satu rangkaian. Hubungan tersebut bisa dilihat dari kedekatan lokasi dan karakteristik aktivitas setelah gempa utama.

Namun, gempa di Simalungun, Teluk Tomini, NTB, atau wilayah lainnya nggak otomatis menjadi bagian dari rangkaian gempa Flores hanya karena terjadi pada tanggal yang sama atau dalam beberapa hari berdekatan.

Setiap gempa di Indonesia perlu dilihat berdasarkan lokasi, kedalaman, mekanisme sumber, serta kondisi tektonik di wilayah masing-masing.

USGS memang menjelaskan bahwa gempa besar dalam kondisi tertentu dapat memengaruhi aktivitas seismik di tempat lain melalui mekanisme seperti dynamic stress transfer. Namun, hal tersebut nggak berarti setiap gempa yang muncul setelah gempa besar pasti dipicu oleh gempa tersebut.

Dengan kata lain, melihat banyak titik gempa di Indonesia dalam satu peta belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semuanya saling memicu.

Jadi, apakah Ring of Fire sedang aktif?

Gempa di indonesia

Gempa di flores,ring of fire-canva via canva.com

Istilah “Ring of Fire sedang aktif” juga perlu digunakan secara hati-hati. Ring of Fire memang merupakan kawasan yang aktivitas gempa dan vulkaniknya tinggi. Namun, kawasan ini bukan sesuatu yang tiba-tiba “menyala” atau “aktif” hanya karena beberapa gempa terjadi dalam waktu berdekatan.

Karena itu, meningkatnya perhatian terhadap gempa di Indonesia pada pertengahan Agustus nggak bisa langsung dijadikan bukti bahwa seluruh Ring of Fire sedang mengalami peningkatan aktivitas.

Indonesia sendiri memiliki sistem tektonik yang kompleks. Setiap wilayah memiliki karakter sumber gempa yang berbeda, sehingga kejadian gempa di Flores nggak otomatis menjelaskan gempa yang terjadi di Sumatra, Sulawesi, maupun NTB.

Haruskah khawatir melihat banyak gempa?

Gempa di indonesia

1.624 gempa susulan di Flores & ring of fire-bmkg via www.bmkg.go.id

Munculnya sejumlah gempa di Indonesia dalam waktu berdekatan memang bisa bikin khawatir, apalagi ketika salah satunya berkekuatan besar seperti gempa M7,7 di Flores.

Namun, banyaknya gempa nggak bisa digunakan untuk memastikan bahwa gempa besar berikutnya akan terjadi. Sampai saat ini, gempa bumi belum bisa diprediksi secara tepat berdasarkan waktu, lokasi, dan magnitudonya.

Yang bisa dilakukan adalah tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan memahami langkah mitigasi gempa. Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan rawan tsunami, penting juga mengetahui jalur evakuasi serta memahami apa yang harus dilakukan setelah merasakan gempa kuat.

Dalam kasus Flores, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa M7,7. Peringatan tersebut kemudian diakhiri setelah pemantauan menunjukkan kondisi yang memungkinkan.

Jadi, hubungan gempa di Indonesia dengan Ring of Fire lebih tepat dipahami sebagai konteks geologi, bukan bukti bahwa seluruh gempa yang terjadi berdekatan merupakan satu rangkaian.

Kalau melihat peta gempa di Indonesia yang dipenuhi banyak titik, jangan langsung menganggap semuanya saling berkaitan ya. Cek sumber informasinya, lihat data BMKG, dan pahami bahwa setiap gempa bisa memiliki sumber serta mekanisme yang berbeda.

Jika artikel ini membantu kamu memahami situasinya dengan lebih tenang, jangan lupa share sebanyak-banyaknya ke teman dan keluarga supaya mereka juga punya informasi yang tepat dan nggak ikut panik melihat banyaknya titik gempa di peta ya. Jangan lupa baca juga tips aman saat terjadi gempa di sini.

FAQ

Apa itu Ring of Fire?

Ring of Fire atau Cincin Api adalah kawasan di sekitar Samudra Pasifik yang memiliki aktivitas gempa bumi dan gunung api tinggi. Aktivitas tersebut banyak berkaitan dengan interaksi lempeng tektonik, termasuk zona subduksi.

Benarkah gempa Flores diikuti 1.624 gempa susulan?

Benar. Hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, BMKG mencatat 1.624 gempa susulan dengan magnitudo M1,3 hingga M6,2. Sebanyak 23 di antaranya bermagnitudo lebih dari M5 dan 59 dirasakan masyarakat.

Apakah semua gempa di Indonesia pada pertengahan Agustus saling berkaitan?

Nggak bisa langsung disimpulkan begitu. Gempa utama Flores dan gempa susulannya merupakan satu rangkaian, tetapi gempa di wilayah lain perlu dianalisis berdasarkan lokasi, kedalaman, dan mekanisme sumbernya.

Kenapa gempa di Indonesia sering terjadi?

Indonesia memiliki kondisi tektonik yang kompleks dan berada di kawasan dengan aktivitas lempeng yang tinggi. Interaksi lempeng dan berbagai zona sesar membuat gempa di Indonesia relatif sering terjadi.

Apakah banyak gempa berarti akan terjadi gempa besar?

Belum tentu. Banyaknya gempa, termasuk gempa susulan, nggak bisa digunakan untuk memastikan kapan gempa besar berikutnya akan terjadi. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengikuti informasi resmi BMKG dan nggak mempercayai prediksi gempa tanpa dasar ilmiah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang vocal coach, content writer, dan author yang menjadikan suara dan tulisan sebagai medium ekspresi, pembelajaran, dan pemulihan. Memiliki ketertarikan besar pada eksplorasi hal-hal baru, proses kreatif, serta kepedulian terhadap kesehatan mental. Percaya bahwa suara, kata, dan empati dapat menciptakan ruang aman untuk bertumbuh, baik secara personal maupun profesional.

Editor

Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.