6 Sinyal Dia Hanya Menjadikanmu Aksesori. Yang Dipamerkan Ke Sana Kemari tapi Sebenarnya Tidak Dicintai

Dijadikan Aksesori

Dikenal-kenalkan kepada teman-teman, diajak menghadiri berbagai acara bersama, selalu muncul di feeds media sosial sang pacar. Sekilas terdengar sangat romantis, sebab hubungan itu terkesan nggak ditutup-tutupi. Eksistensimu diakui. Namun, apa iya sikap itu karena dia memang menghargaimu atau justru karena ia menjadikanmu seperti aksesori yang membuat penampilannya semakin sempurna dan cetar membahana?

Advertisement

Sebab, akui saja, bahwa cinta bukan satu-satunya alasan seseorang menjalin hubungan. Ada juga yang hanya ingin numpang tenar, memanfaatkan prestasi, kecantikan, dan kekayaan. Ada juga yang beralasan karena lelah dianggap sendirian plus, ingin membuktikan bahwa dia bisa move on dari mantan. Intinya, kehadiranmu tak lebih seperti perhiasan. Yang dipamerkan ke mana-mana, tapi belum tentu berharga baginya. Jika hal-hal ini terjadi, kamu perlu waspada, ya.

1. Mengunggah foto di media sosial adalah keharusan. Anehnya, sikapnya jauh lebih hangat saat menyapa di Instagram

Update terus di media sosial via www.pexels.com

Kalau di chat ngobrol sikapnya biasa aja. Kadang malah balasnya lama-lama. Ketika ditanya sesuatu pun sikapnya seperti malas-malasan atau banyak menyembunyikan. Namun, semua itu berbeda dengan sikapnya di media sosial. Dia sering banget posting foto berdua dengan caption semanis gula. Dia juga sering sengaja men-tag atau mention kamu saat menemukan sesuatu yang romantis-romantis. Yah senang sih diakui di mesia di sosial, tapi kenapa kalau di dunia nyata nggak sehangat itu ya?

2. Kalau lagi ada masalah, dia memilih menghindar dan menghujanimu dengan hadiah ketimbang membicarakannya supaya jelas

menghujani dengan hadiah via www.123rf.com

Bila perasaannya padamu serius, tentunya dia juga punya niat untuk memperbaiki diri dan membuat hubungan berkembang setiap harinya. Ketika ada masalah, dia akan terbuka dan bersedia membicarakannya sampai tuntas. Kan enak kalau sama-sama belajar supaya nanti nggak terulang. Tapi sikapnya selama ini cenderung menghindari konflik. Saat kamu marah atau kalian menghadapi masalah, dia akan mengirimkan berbagai hadiah dan membujukmu dengan kata-kata romantis yang bikin kamu salah fokus jadinya.

3. Dia nggak tahu banyak tentang hal-hal yang kamu suka dan nggak suka. Kalau dipikir-pikir, kalian memang jarang ngobrol dengan mendalam

nggak pernah ngobrol mendalam via www.pexels.com

Dia sering mengulang kesalahan yang sama, terutama terkait hal-hal yang nggak kamu suka. Padahal kamu sudah sering menyampaikannya. Dia nggak ingat setiap detail tentang dirimu, dan bahkan mungkin sering lupa kapan hari ulang tahunmu. Tapi kalau dipikir-pikir, selama ini kamu dan dia memang jarang ngobrol intim yang berkualitas. Rasanya seperti dia nggak ada niat untuk mengenalmu lebih dalam. Bisa jadi dia memang nggak pernah peduli dengan itu semua.

4. Dia peduli banget sama penampilanmu. Seringkali dia memintamu begini dan begitu terutama ketika ada acara di luar bersamanya

Sangat peduli penampilan via www.pexels.com

Alih-alih membuat hubungan berkembang dan nyaman bagi kamu dan dia, yang terpenting baginya adalah kalian harus jadi #relationshipgoals yang bikin iri banyak orang. Nggak heran deh kalau dia sering banget mencerewetimu soal penampilan. Kamu harus begini dan harus begitu. Dia ingin kamu terlihat “keren”, tapi bukan untukmu, melainkan untuknya sendiri. Karena kerennya kamu, dan serasinya kalian berdua, akan membuat kekerenannya semakin meningkat juga.

5. Pertemuan kalian seringnya dia yang tentukan. Waktu kamu pengin ketemu dia belum tentu bisa, tapi bila dia yang ingin bertemu kamu harus bisa

soal ketemuan dia yang tentukan via www.pexels.com

Selain cerewet soal penampilan, dia juga mengontrol waktu pertemuan kalian. Seringkali saat kamu ingin bertemu, dia nggak bisa dengan berbagai alasan. Dia juga membuat berbagai excuse, agar kamu bisa mengerti. Sebaliknya, saat dia ingin ketemu, mau nggak mau kamu harus bisa. Di sini, dia juga akan membuat berbagai argumen yang membuatmu akhirnya mengiakan permintaannya. Nah, apa yang seperti ini kamu mengalaminya juga?

Advertisement

6. Lalu kamu menyadari bahwa kamu memang nggak tahu banyak tentangnya. Dia tak pernah melibatkanmu terlalu dalam di hidupnya

sama-sama asing via www.freepik.com

Menjalin hubungan dengan seseorang dengan landasan cinta dan komitmen, seharusnya menjadikan kehadiran satu sama lain jadi signifikan. Pendapatmu harusnya dipertimbangkan, meski akhirnya dia yang memutuskan. Namun, dia seolah nggak benar-benar serius melibatkanmu dalam hidupnya. Banyak persoalan yang dia pendam sendiri. Memang setiap orang berhak atas privasi, tapi kalau keberadaanmu begitu “di luar” hubungan ini soal apa ya? Kalian sering bersama, tapi sama-sama asing satu dengan yang lain.

Diperkenalkan secara resmi sebagai pasangannya di hadapan teman-temannya tentu menyenangkan. Karena itu berarti dia terbuka dan nggak menutup-nutupi hubungan kalian dengan maksud buruk. Akan tetapi, di luar itu, tentunya kamu ingin seseorang yang benar-benar menyayangimu, peduli, dan bisa diandalkan olehmu, bukan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE