Alangkah baiknya kalau pacaran bikin hidupmu naik level. Yang dulunya malas-malasan ke kampus sekarang jadi semangat. Yang dulunya bodo amat dengan IPK atau performa kerja, sekarang jadi terpacu buat lebih berprestasi demi membuktikan diri di hadapan pujaan hati. Mungkin itulah definisi dari hubungan yang berfaedah.

Tapi nggak semua hubungan bisa membuat kualitas hidup bertambah. Ada juga jenis hubungan yang pengaruhnya justru buruk untuk diri sendiri. Bukannya semakin dewasa, justru semakin sering bersikap kekanak-kanakan menghadapi persoalan. Bukan menambah rasa percaya diri, justru semakin mudah insecure. Coba deh cek, apakah kamu mengalami hal-hal ini?

1. Dulu kamu biasa aja ke mana-mana sendirian. Sekarang kamu jadi kagok dan menghindari banget pergi tanpa teman

sekarang segan ke mana-mana sendirian via www.123rf.com

Advertisement

Dulu ketika masih sendiri, kamu terbiasa ke mana-mana sendirian. Nongkrong sendiri di kafe untuk kerja atau nugas, nggak masalah. Datang ke sebuah acara tapi teman nggak ada yang bisa, cus sajalah. Ada film bagus tapi nggak ada teman nonton, nggak masalah. Tapi sekarang kamu inginnya ke mana-mana sama dia. Kalau sendiri mendingan ditunda saja. Ya walaupun salah satu keuntungan punya pasangan adalah punya teman ke mana-mana, tetapi, tak harus membuatmu jadi bergantung bukan?

2. Dulu kamu punya hobi yang cukup menghasilkan. Sekarang produktivitasmu berkurang karena kamu sibuk pacaran

potensimu yang dulu jadi mati via www.123rf.com

Sejak dulu kamu punya hobi menulis. Seringkali kamu menulis di blog, dan beberapa kali kamu menerima job freelance content writer berbayar yang hasilnya cukup lumayan. Tapi sekarang kamu seperti kehilangan waktu dan motivasi untuk melakukan itu. Setengah dari 24/7 kamu dipenuhi olehnya. Kalau sudah begini, sayang banget bukan? Padahal potensi dalam dirimu itu harus dirawat dan dikembangkan.

3. Alih-alih happy, hubungan itu malah bikin harimu penuh dengan rasa cemas curiga dan uring-uringan sendiri

insecure teroooss via www.123rf.com

Apa sih yang dicari ketika kita menjalin sebuah hubungan? Tentunya kebahagiaan bukan? Rasa bisa saling mengandalkan yang nyaman, dan aksi saling dukung agar bisa lebih kuat menghadapi dunia. Tapi apa yang kamu rasakan setiap hari kok nggak begitu ya? Alih-alih bahagia dan nyaman, hari-harimu dipenuhi dengan rasa curiga, insecure, kekhawatiran, dan rasa takut kehilangan yang berlebihan. Kamu jadi nggak fokus ngapa-ngapain, karena yang kamu pikirin hanya dia, dia, dan dia.

4. Makin lama pergaulanmu malah makin sempit. Bahkan sama teman-teman lama pun banyak yang lost contact

pergaulanmu makin menyempit via www.123rf.com

Advertisement

Dulu kamu kenal banyak orang. Nggak heran sih, hobimu memang datang ke acara-acara baru dan menjalin relasi baru dengan orang-orang baru. Tapi sekarang rasanya jumlah temanmu semakin sedikit. Kamu jarang punya kenalan baru, karena kamu ke mana-mana sama dia. Dengan teman-teman lama pun rasanya sudah tak sedekat dulu. Mungkin teman-temanmu juga jadi malas mengirimkan ajakan bertemu, karena selama ini kamu selalu nggak bisa dengan alasan ini dan itu.

5. Dulu kamu cukup tegar dan tangguh menghadapi masalah sendirian. Sekarang kamu mudah ngeluh dan gampang menyerah

jadi gampang ngeluh via www.123rf.com

Ingat dulu saat kamu masih sendiri? Saat ada masalah datang, kamu tetap tegak berdiri. Membuat keputusan demi keputusan penting dengan tanganmu sendiri. Rasa percaya dirimu membuatmu yakin pada kemampuanmu sendiri. Tapi sekarang kamu lebih sering mengeluhnya. Saat ada masalah, kamu gelisah dan takut mengambil keputusan yang salah. Mendadak, kamu merasa nggak mempercayai dirimu untuk mengambil keputusan sendiri.

6. Dulu kamu selow saja pakai baju apa aja. Sekarang kamu insecure dan sering nggak nyaman dengan apa yang kamu kenakan

jadi sering nggak pede soal penampilan via www.istockphoto.com

Dulu kamu nggak pernah peduli apa kata orang soal style-mu. Meski nggak kece ala selebgram dan bahkan nggak kekinian, kamu akan memakainya selama kamu nyaman. Sekarang kamu sering merasa nggak pede dengan penampilan. Kamu sering membutuhkan afirmasi dari orang lain bahwa penampilanmu bagus hari ini. Padahal jika pacaran sehat, seharusnya justru membuatmu semakin percaya diri bukan? Mungkin karena selama ini dia sering mengritik penampilanmu dan memintamu untuk mengubah ini dan itu dari dirimu?

7. Dulu kamu punya rencana yang jelas untuk hidupmu sampai 5-10 tahun ke depan. Sekarang terasa ngawang dan kamu sendiri kebingungan

kamu jadi bingung dengan rencana di masa depan via www.pexels.com

Dulu hidupmu sudah terencana. Kamu tahu apa targetmu dan bagaimana cara meraihnya. Bahkan kamu sudah tahu apa yang ingin kamu lakukan 5-10 tahun mendatang. Seluruh mimpi-mimpi itu ada lima senti dari kepala, dan kamu sedang berusaha keras meraihnya. Lalu kamu pun jatuh cinta. Mendadak hal-hal yang kamu susun itu tak lagi menarik untuk diperjuangkan. Setiap keinginan yang muncul di kepala, selalu dia yang muncul di pertimbangan selanjutnya. Rencana mengejar beasiswa S2 di luar negeri pun pudar karena kamu nggak sanggup LDR-an.

Hubungan yang sehat dan baik, tentunya hubungan yang membuatmu nyaman sekaligus bisa mendorongmu mengembangkan diri. Hubungan yang menempamu supaya lebih dewasa lagi. Sehingga level hidupmu naik kelas.

Namun, jika hubungan yang kamu punya justru berdampak buruk dan membuat hidupmu turun tingkat, tentunya harus ada yang dievaluasi. Entah karena karakternya yang memaksamu bersikap demikian atau kamu yang salah menyikapi status hubungan. Jika memang dampak buruk itu nggak bisa diperbaiki, mempertahankannya tentu hanya akan merugikan. Sayang ‘kan kalau hidupmu terus-terusan mundur?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya