Masa pacaran adalah kesempatan yang tepat untuk saling mengenal satu sama lain. Untuk saling menyesuaikan diri dan sejauh mana kalian bisa saling menoleransi satu sama lain. Ketika rasa cocok itu hadir, kadang kita impulsif dan menganggapnya sebagai tanda siap berlabuh ke pelaminan. Padahal terkadang itu keinginan berdasarkan emosi saja, sementara sebuah pernikahan bukan hanya menuntut keinginan tapi juga kesiapan.

Jadi apakah kamu sudah yakin? Atau, apakah dia sudah siap untuk diajak berorientasi serius? Sebelum menjatuhkan keputusanmu dan melambungkan ekspektasimu, coba jawab dulu pertanyaan-pertanyaan ini untuk mengecek kesiapan dan kualitas dirinya untuk menjalani hubungan yang dewasa. Ini perkada keputusan besar, tentunya kamu tak ingin sembarangan, bukan?

1. Pernahkah dia ikut andil dalam menentukan sesuatu? Atau dia selalu menyerahkan semua keputusan kepadamu?

Jangan bilang terserah mulu

Advertisement

Dari awal jadian hingga sekarang kamu yang selalu menentukan semua hal termasuk hal-hal sepele seperti pergi ke mana, makan di mana, mau nonton film apa? Kurangnya tingkat inisiatif juga menggambarkan tingkat keseriusan pasanganmu lo. Jika hal-hal kecil saja dia tidak terpikir, bagaimana dia memikirkan hal-hal besar dan krusial seperti menyusun masa depan?

2. Seberapa sering dia tidak tepat waktu saat janjian denganmu, atau bahkan selalu?

Kok telat mulu via www.military.com

Kadang keseriusan dapat dilihat dari hal-hal kecil seperti ketepatan waktu. Karena itu menunjukkan komitmen atas janji yang sudah disepakati. Seringnya dia tidak tepat waktu dan menyepelekanmu bisa jadi adalah tanda bahwa dia belum mengangggapmu serius. Bisa jadi dia menganggapmu bukan prioritas sehingga bisa menggampangkan begitu saja. Yang jelas sih, dia tidak menghargai waktumu!

3. Seringkah dia menghilang dan tak tentu mengabarimu?

Nggak dibales nih dari kemarin via www.brit.co

Bukan karena needy dan menuntut harus selalu dikabarin, tapi kalau cowok seenaknya menghilang dan pergi tanpa kabar, sudah pasti kita sebagai pasangannya pun bertanya-tanya. Jika cowokmu sering menghilang dengan alasan nggak jelas dan nggak masuk akal, keseriusannya patut dipertanyakan.

4. Bagaimana dengan caranya mengatur keuangan sendiri? Bukankah kalau serius seharusnya dia bisa lebih menahan diri?

Kapan nabungnya buat nikah bang? 🙁 via www.twitter.com

Advertisement

Karirnya belum stabil tapi dia juga tidak bisa mengatur keuangan dengan baik? Cowok yang masih kekanakan dan belum dewasa bisa dilihat dari caranya menetapkan skala prioritas dalam pengeluaran. Jika dia masih sering impulsif dalam menghabiskan penghasilan untuk membeli hal-hal yang tidak penting tanpa berpikir soal tabungan masa depan, mungkin orientasinya sekarang memang hanya bersenang-senang.

5. Apakah dia peragu dan sering kali bahkan harus kamu bantu dalam menentukan hal-hal sepele?

Kok malah nanya aku? via www.huffingtonpost.com

Cewek memang senang jika pendapatnya didengar dan dirinya dilibatkan dalam urusan personal pasangannya. Tapi itu jelas tidak sama dengan “ikut saja” apa katamu. Bila dia selalu saja ragu-ragu dan menggantungkan keputusan padamu, termasuk hal-hal personalnya, kesiapannya perlu kamu pertanyakan. Bagaimana pun di masa depan, dia harus bisa membuat banyak keputusan.

6. Sudahkah dia yakin akan karir dan rencana hidupnya ke depan?

Bukan karena matre juga via www.bostonglobe.com

Setiap perempuan pasti mendambakan pasangan yang pekerja keras. Jika dia belum menemukan pekerjaan yang mapan, setidaknya dia harus punya ambisi dan impian. Jika tidak punya keduanya, hampir dapat dipastikan bahwa dia tidak punya rencana masa depan dan tidak tahu apa yang dia inginkan.

7. Kenali sudut pandangnya tentang kesetaraan gender, apakah dia cenderung seksis dan meremehkan peran perempuan dalam hubungan?

Cowok idaman via www.shutterstock.com

Jika kamu seorang alpha girl yang mendambakan kesetaraan dalam hubunganmu, kamu wajib menanyakan sudut pandang pasanganmu tentang hal itu untuk tahu apakah kalian sejalan atau tidak. Jika baginya perempuan harus melulu di bawah pria dan dia membatasi ide atau ruang gerakmu, kamu sudah tahu ‘kan bahwa dia bukan orang yang tepat buatmu?

8. Apakah dia cukup solutif saat kamu menceritakan permasalahanmu? Atau dia hanya menanggapimu dengan kata-kata klise sekenanya?

Kayak curhat sama tembok via www.star2.com

“Udah sabar aja”

“Nanti juga ada jalan keluarnya”

“Badai pasti berlalu”

Kalau dia tidak cukup responsif dan solutif saat kamu menceritakan permasalahanmu, kamu patut ragu. Selain karena mungkin dia tidak peduli, kemampuannya dalam problem solving pun layak dipertanyakan.

9. Seberapa seringkah dia mengungkapkan rasa terima kasih dan memberikan apresiasi atas hal-hal manis yang kamu lakukan?

Kok responnya datar-datar aja ya? via www.shutterstock.com

Jika dia jarang menunjukkan antusiasme dan apresiasi terhadap usaha-usaha yang kamu lakukan dalam hubungan, kamu harus berpikir ulang. Selain karena nantinya hal ini rawan menjadi pemicu konflik, bisa jadi prinsip atau cara kalian dalam menjalani hubungan memang berbeda dan bertolak belakang. Bisa jadi kamu yang terlalu ekspresif atau dia yang terlalu kaku. Nggak nyaman juga ‘kan kalau terjadi terus-terusan?

Bagaimana, sudahkah kamu jujur pada diri sendiri? Atau mungkin selama ini kamu sudah menyadari tanda-tanda bahwa dia belum cukup baik buatmu tapi kamu menyangkalnya karena takut kehilangan dia? Pikirkan sekali lagi ya~

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya