Halo Sayangku, 

Masih marahkah kamu karena aku yang lupa mengabarimu?

Sayang, aku ingin menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi antara kita. Tapi sebelumnya, izinkan aku meminta maaf terlebih dahulu padamu. Maaf karena kemarian aku terlalu sibuk bercengkerama dengan temanku sehingga mengabaikanmu. Aku lupa memberimu kabar. Aku pun tidak segera sadar bahwa kamu di sana sedang menunggu pesan dariku dengan sabar.

Aku tahu, kamu pasti menunggu sambil kelimpungan. Aku pergi dengan teman lelaki yang selama ini selalu membuat perasaanmu terganggu. Dia yang mengenalku lebih dulu daripada kamu. Dia yang hampir tahu seluruh cerita hidupku semenjak aku masih berseragam putih-biru.

Tapi Sayang, kamu pasti tahu jika aku dan dia tidak akan pernah lebih dari sekadar teman? Kemarin kami bertemu karena dia ingin bercerita tentang kisahnya. Tentang hatinya yang kembali hancur lantaran cinta. Dan sepanjang pertemuan itu, aku pun hanya mendengarkan ceritanya dengan saksama, sambil sesekali melontarkan ucapan penyemangat. Tenang Sayang, tidak ada satupun kecurigaanmu yang jadi kenyataan.

Rasa cemburu memang bisa berarti tanda sayang. Tapi ketika cemburumu terlalu berlebihan, aku khawatir hatimu akan mengerang kesakitan

Rasa cemburu hanya akan menyiksamu via www.huffingtonpost.com

Advertisement

Kata orang, cemburu itu tanda sayang. Dulu, aku pun mengamini hal itu. Aku teringat saat dulu aku masih menjadi seorang perempuan pencemburu. Aku anggap itu adalah ungkapan rasa sayangku padamu. Tapi, yang kurasa justru sebaliknya. Aku berubah menjadi sosok yang penuh curiga, seakan lupa di mana meletakkan rasa percaya yang dulu aku punya. Percayalah Sayang, semakin lama, rasa itu semakin membuatku tersiksa luar biasa

Aku tahu, kamu pun menganggap rasa cemburu ini sebagai bukti rasa sayangmu padaku. Bahwa kamu memang dalam-dalam mencintai dan tidak ingin kehilangan diriku. Tapi hampir sehari-hari dicemburui bukanlah yang kuingini. Aku justru merasa kamu tak seberapa percaya padaku. Kamu takut jika di luar sana akan ada lelaki lain yang bisa menarik perhatianku. Lelaki yang bisa lebih membanggakanku, dan akhirnya membuatku hilang dari kehidupanmu.

Aku khawatir jika kamu akan semakin dibutakan dengan rasa cemburu yang terlalu menggebu. Padahal, kamu pun tahu pasti, meninggalkanmu adalah satu-satunya hal yang kurasa tidak akan pernah terjadi. Jangan buang tenaga dan pikiranmu untuk mencemburui perempuan yang luar biasa mencintaimu ini. Aku tidak ingin rasa cemburu menyakiti, menyiksamu semakin parah lagi.

Sayangku, aku tidak ingin meminta yang macam-macam. Tapi sedikit saja, berikan aku kebebasan dan akan kujaga baik-baik kepercayaan yang kau titipkan

Beri aku sedikit kepercayaanmu via www.huffingtonpost.com

Kamu tahu Sayang, apa yang paling penting dalam sebuah hubungan? Ya. Kepercayaan. Di awal kita pacaran, hal inilah yang sering kita bicarakan; bagaimana kita harus saling memberikan kepercayaan bahwa tidak ada yang akan macam-macam.

Sejauh ini, aku sudah memberikan kepercayaan yang cukup kepadamu. Kamu bebas pergi dengan siapa saja, termasuk dengan teman wanita. Saking percayanya, aku bahkan tidak mengharuskanmu meminta izin atau “melapor” terlebih dahulu. Toh aku tahu, sepulangnya nanti, kamu akan meneleponku untuk bercerita perihal ke mana dan dengan siapa kamu menghabiskan waktu bersama.

Aku ingin kamu pun juga melakukan hal yang sama, memberikan sedikit kepercayaanmu kepadaku. Saat aku tidak pergi bersamamu, percayalah aku akan baik-baik saja. Saat aku pergi dengan lelaki lain, terutama sahabatku itu, percayalah aku tidak akan macam-macam. Saat aku luput memberi kabar seharian, percayalah aku tidak akan berbuat hal yang mengecewakan. Kamu pun pasti tahu bahwa erbohong dan berdusta bukanlah keahlianku. Hanya melihat mata atau mendengar suara lawan bicaraku saja, keinginan untuk berbohong itu pasti sirna.

Aku tahu, aku memang tidak bisa sekadar meminta saja karena ada yang harus aku berikan sebagai gantinya. Untuk itu, aku berjanji, aku akan lebih sering lagi memberimu kabar. Tidak akan aku biarkan kamu menunggu pesan dan telepon dariku hingga seharian. Tak kuijinkan diriku membuat hatimu resah dalam ketidakpastian. Aku berjanji.

Aku paling tidak pandai mengumbar kata mesra. Namun tanpa mengucap kata cinta, percayalah bahwa di hatiku hanya ada kamu satu-satunya

Hanya kamu yang ada di hatiku via www.emilyshur.com

Sejak pertama kita memutuskan untuk bersama, kamu tahu bahwa aku memang tak seromantis wanita lainnya. Aku tidak suka bunga, cokelat, atau kejutan lain seperti kebanyakan perempuan umumnya. Bahkan, aku pun tidak suka mengucap kata cinta, aku tak pandai berkata mesra.

Tapi kelemahanku ini tentu bukan berarti aku tidak mencintai. Bukan berarti sayang dan cintaku tak tulus padamu. Karena bagiku, cinta adalah sesuatu untuk dirasakan dan dibuktikan lewat tindakan. Cinta bukan perkara yang cukup diungkapkan lewat kata-kata.

Mungkin kamu tidak menyadarinya, tapi sebenarnya hampir setiap hari aku menunjukkan rasa cintaku padamu. Aku tunjukkan saat aku mengirim ucapan selamat pagi setiap hari. Aku buktikan dengan rajin-rajin mengingatkanmu segera makan siang. Aku wujudkan dengan berusaha mengukir tawa dan senyum di wajahmu yang rupawan.

Jadi, Sayangku, jangan lagi kau meragukan perasaan dalam hatiku meski kata cinta yang pernah kuucapkan hanya bisa dihitung dengan jari saja. Tapi percayalah bahwa bukti dan perlakuan cintaku padamu tidak akan pernah ada habisnya. Supaya kamu bisa percaya, bersandinglah di sisiku selamanya tanpa terlalu banyak rasa cemburu dan curiga.

Pacarmu ini memang sepertinya punya jiwa petualang. Tapi tenanglah Sayang, bagiku kau adalah rumah ternyaman yang selalu membuatku ingin pulang

Kamulah rumah ternyamanku via theweddingdolls.wordpress.com

Kamu hari ini ke mana aja? Pergi sama siapa lagi sih? Kenapa nggak ada kabar seharian?

Hampir setiap hari aku mendengarkan kamu mengucapkan kalimat-kalimat itu. Dan setiap kali mendengarnya, aku hanya bisa tersenyum. Kamu tahu? Kamu terlihat begitu menggemaskan saat sedang mengkhawatirkanku dengan berlebihan. Muka panikmu memang lucu, tapi kebiasaan seperti itu jelas tidak baik untuk dirimu.

Lama kita pacaran, kamu tentu semakin mengenalku. Bahwa aku memang punya jiwa petualang, paling suka berteman dan bertemu banyak orang. Aku bukan perempuan yang bisa dikekang. Aku butuh banyak ruang untuk mengembangkan diri. Dan walaupun sudah menjadi kekasihmu, aku tetap ingin bisa memiliki kawan dan berteman dengan siapa saja, tak peduli laki-laki atau perempuan. Aku percaya bahwa sikapku itu masih wajar-wajar saja. Pribadiku yang supel dan tidak ribet ini membuat banyak teman lelaki betah bergaul denganku. Bukanlah alasan itu juga yang membuatmu tertarik padaku?

Tak perlu khawatirkan jika aku punya banyak teman laki-laki. Saat pergi melancong dan bertualang dengan mereka menjelajah tempat-tempat baru. Tapi sejauh apapun aku pergi, hanya kamu, rumah ternyaman yang selalu membuatku ingin pulang. Dan akulah yang ingin segera melihat senyummu yang paling menenangkan.

“Ketika cemburumu mulai mereda, kita akan kembali duduk bersama. Makan malam berdua sambil bercerita tentang apa saja. Meski terkadang kesal, diam-diam aku pun bahagia karena cemburumu itu pertanda cinta.”