“Sayang, berjanjilah cintamu tak pernah menyusut, dan kasihmu untukku tak akan surut. Dan meski tak bisa menggenggam tangan atau berbagi pelukan, semoga kita sanggup bertahan pada rentang jarak yang kini memisahkan.”

Hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR) ibarat kisah cinta sejuta rasa. Ada rindu yang menggebu, ada cemas dan rasa was-was, pun kekhawatiran lantaran enggan ditinggalkan. Bagimu, terkadang jarak dan waktu yang memisahkan ibarat siksaan yang menyakitkan.

Advertisement

Tapi, bukankah romansa macam ini sangat kamu nikmati? Tidakkah hubungan ini membuktikan bahwa kamu dan dia benar-benar saling mencintai? Mari sejenak mengingat kekasih hati; mencerap kisah cinta jarak jauh yang sahih menandakan kuatnya cinta yang kalian jalani.

Kita Memang Terpisah Jarak dan Zona Waktu. Tapi Percayalah, Sebersit Aromamu Tak Pernah Hilang Dari Hidungku

cinta layak diperjuangkan

dia yang tak pernah lepas dari ingatanmu via vivalifestyle.co.uk

Kalian tak pernah mengiyakan, tapi tak sanggup jika harus melawan keadaan. Kebutuhan untuk bekerja atau menuntut ilmu membuat kalian terpaksa berpisah sementara waktu. Pasanganmu berada ribuan kilometer jauhnya, tinggal di pulau yang berbeda, atau bahkan berada di benua lain pula.

Jauhnya jarak yang memisahkan menjadikan sebuah pertemuan terasa sangat berharga. Selain sama-sama sibuk, biaya perjalanan yang mahal pun tak bisa dikompromikan. Meski terkadang harus memendam sedih atau kesal, kalian sama-sama punya keinginan untuk bertahan.

Advertisement

Namun, saat rasa rindu begitu menderu, ingatan tentang pertemuan terakhir kalian jadi obat yang sejenak menenangkan. Ya, tidakkah kamu ingat saat dia tersenyum sambil melambaikan tangan padamu saat hendak menaiki tangga kereta? Apa kamu masih mengingat momen berbagi pelukan canggung di lobi bandara ketiku itu? Apakah setelah pelukan itu kamu merasakan aroma tubuhnya masih menempel di bajumu?

Jarak Sering Menciptakan Kecemasan. Hanya Pada Rasa Percaya dan Kesetiaan Rasa Aman Itu Kalian Titipkan

rasa percaya adalah kemauan untuk setia

rasa percaya dan kemauan untuk setia via vivalifestyle.co.uk

Bagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh, rasa percaya dan kemauan untuk saling setia ibarat modal yang paling utama. Meski terkadang muncul perasaan was-was kalau-kalau dia tergoda lawan jenisnya, kamu yakin bahwa kalian punya cinta yang sama besarnya.

Kamu bisa jadi panik ketika SMS darimu tak segera dibalasnya. Kamu uring-uringan saat panggilan darimu yang masuk ke ponselnya tak segera dapat jawaban. Pikiranmu pun akan mulai membayangkan hal yang tidak-tidak; “duh, jangan-jangan dia lagi selingkuh, nih!”.

Meski perasaanmu tak tenang, kamu hanya bisa pasrah dan menghibur diri sendiri. “Ah, kita udah pacaran lama, dia nggak akan macam-macam di sana”. Ya, saat jarak sedang tak bersahabat, kamu hanya bisa percaya pada pasanganmu. Perjalanan panjang yang pernah dilewati bersama adalah kenangan yang akan menguatkanmu.

Sinyal Telepon dan Koneksi Internet Boleh Jadi Putus-Putus, Tapi Kamu dan Dia Akan Berusaha Agar Hubungan Kalian Bisa Tersambung Terus

kamu berusaha menjaga komunikasi dengan baik

menyisihkan uang jajan demi pulsa telepon dan kuota internet via www.huffingtonpost.com

Bagi kalian, pacaran bukanlah momen nonton film berdua atau makan malam bersama. Pacaran adalah saat kalian bisa bertukar SMS untuk sekadar mengucapkan “selamat pagi” atau “selamat tidur”. Saat bisa mengobrol di telepon setiap malam sembari tiduran di kasur setelah seharian lelah beraktivitas.

Selain sinyal telepon yang jadi perantara kisah kasih kalian, koneksi internet juga biasa jadi kurir cinta. Kamu sengaja menginstall berbagai jenis media sosial agar bisa selalu terhubung dengannya. Fasilitas chatting dan video call gratis pun tak luput kalian manfaatkan. Kadang, saat cuaca sedang buruk-buruknya, kalian harus geram lantaran komunikasi lewat sambungan telepon maupun internet menjadi terganggu.

Yang pasti, kebutuhan yang satu ini pun perlu biaya tersendiri. Ibaratnya, kamu dan dia harus menyisihkan dana untuk pacaran. Bagaimana pun komunikasi memang harus dijaga agar hubungan tetap erat meski tak bisa saling dekat.

Seperti Perintah Ibadah yang Harus Terus Ditaati, Kalian Pun Sepakat Saling Menjaga Hati dan Komitmen yang Sudah Disepakati

menjaga hati dan janji yang sudah disepakati

menjaga hati dan janji yang sudah disepakati via www.ctimages.co.uk

Dulu, sebelum pergi dan tinggal jauh denganmu, kalian pernah sama-sama mengucap janji. Bahwa akan berusaha untuk selalu setia dan baik-baik menjaga hati. Tak boleh mudah tergoda berbagi hati atau cinta dengan yang lainnya. Sebagai pengingatnya, kalian sengaja saling bertukar cincin yang kemudian dilingkarkan di jari manis masing-masing.

Kamu dan dia bukannya manusia suci yang sama sekali tak pernah tergoda yang lainnya. Kamu pernah berkenalan dengan seseorang yang membuatmu hatimu sedikit bergetar. Dia pun punya teman dekat yang terkadang membuat hatinya sedikit goyah.

Tapi, segala macam godaan ternyata bisa kalian tangkis dengan hebatnya. Setiap kali melihat cincin di tangan, kamu dan dia akan kembali tersadar. Bahwa ada hubungan yang layak untuk dipertahankan dan tak pantas dipertaruhkan dengan perasaan sesaat yang tak seberapa kuat.

Ketika Rindu Tak Bisa Dituntaskan Lewat Pertemuan Kamu Lebih Sering Memilih Berdamai Dengan Keadaan

mengajarkan bersabar dan menerima keadaan

mengajarkan bersabar dan menerima keadaan via drastic-plastic-fantastic-plastic.blogspot.com

Setiap pasangan tentu mendambakan pertemuan dan momen kebersamaan. Sayangnya, bagi para pelaku hubungan jarak jauh, minimnya pertemuan seringkali terasa menyakitkan. Kalian mungkin baru bisa bertemu rupa tiap akhir pekan, setiap sebulan sekali, atau bahkan hanya saat momen liburan akhir tahun.

Kangen? Sudah pasti. Tapi, tak ada pilihan selain bersabar dan menunggu waktu pertemuan tiba. Sedih atau kesal? Mungkin saja. Sebagai manusia, wajar jika kamu tak terima saat kenyataan atau keadaan tak berjalan sesuai harapan. Namun, bukankah menunggu kekasihmu pulang terkadang terasa menyenangkan? Menghitung hari, jam, bahkan setiap detiknya dan berharap segera bisa menatap wajahnya atau merengkuh pundaknya?

Ada Kalanya Kalian Layak Disebut Orang Gila. Ketika Rasa Kangen yang Luar Biasa Membuatmu Puas Menciumi Layar Digital Di Hadap Mata

bukti cinta lewat cara-cara yang sederhana

bukti cinta lewat cara-cara yang sederhana via weheartit.com

Sentuhan tangan dan pelukan ibarat barang mahal bagi kalian yang menjalani hubungan jarak jauh. Bagi kalian, perasaan pada pasangan selalu butuh perantara untuk mengungkapkannya. Saat sedang marah, kamu bisa menuliskan kemarahanmu lewat SMS atau memaksa pasangan mendengarkan omelanmu lewat sambungan telepon.

Namun, saat hubungan yang dijalani sedang hangat-hangatnya, kalian pun menggunakan sarana yang sama untuk berbagi ciuman atau pelukan. Ya, kamu dan pasanganmu mungkin sudah terbiasa bertukar ucapan “selamat malam” yang disambung suara kecupan virtual. “Selamat malam ya, Sayang. Muach…Muach…”

Hehehe. Hubungan jarak jauh itu memang unik. Kamu yang pernah atau sedang menjalaninya pasti paham benar segala cerita suka dan duka yang menyertainya.

Bagi Kalian Tak Ada Tempat Seromantis Stasiun dan Bandara. Di Sanalah Banyak Tabungan Rindu yang Terbayar Lunas

setiap detik pertemuan adalah waktu yang berharga

setiap detik pertemuan adalah waktu yang berharga via coolpcwallpapers.com

Menunggu momen pertemuan dengan kekasih ibarat sedang bertapa. Kamu berusaha sabar untuk menanti waktu itu tiba. Ketika waktu pertemuan semakin dekat, kamu pun sibuk memikirkan tentang bagaimana kalian akan menghabiskan waktu bersama. Merencanakan jalan-jalan atau melewatkan liburan romantis berdua saja.

Ketika pertemuan itu tiba, kebahagiaan kalian pun tak lagi terkira. Bisa menemukannya di antara kerumunan penumpang yang berdesakan turun dari bus membuatmu girang luar biasa. Kamu buru-buru menawarkan diri untuk membawakan tas yang tampak keberatan dibawanya. Tanganmu tak sabar menggenggam tangannya, bahkan sebuah kecupan begitu saja mendarat di pipinya. Rindumu yang selama ini tertahan akhirnya membuncah dan lunas diluapkan.

Bagi Kalian yang Sudah Pernah Menjalani, Jarak Harus Dijalani Dengan Gagah Berani. Tak Ada yang Mustahil Selama Hati Masih Saling Memiliki

jarak tak ada artinya jika cinta yang bicara

jarak tak ada artinya jika cinta yang bicara via www.destinyphotography.com.au

Bagi mereka yang belum pernah atau baru akan menjalani, hubungan jarak jauh dianggap mimpi buruk. Harus tinggal berjauhan dan jarang bertemu pasangan terdengar begitu mengerikan. Memilih buru-buru mengambil keputusan, merasa tak akan sanggup, dan mantap untuk putus saja daripada menjalaninya.

Padahal, hubungan jarak jauh tak akan seberapa berat jika pasangan memang punya perasaan yang kuat. Kamu dan pasanganmu yang sudah berhasil menjalaninya percaya, bahwa tak ada perkara yang mustahil jika cinta yang jadi penguatnya. Kamu dan dia bisa menjalani hidup kalian masing-masing, pun sama-sama berusaha mempertahankan hubungan yang bagi kalian membahagiakan.

Selamat berjuang dan semoga bisa terus bertahan buat kalian yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Semoga besarnya cinta dan kasih sayang yang kalian punya selalu bisa jadi sumber kekuatan, ya! 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya