Untukmu yang Hatinya Sedang Mati Rasa — Bersabarlah. Sebentar Lagi Saja.

Rasanya mati rasa

Kamu mungkin pernah terluka, hingga hatimu mati rasa. Mati rasa, ketika kamu sulit untuk menerima orang baru yang coba mendekatimu. Skeptis dengan istilah cinta, sayang, dan bahkan kamu muak liat mereka yang tengah berduaan. Luka yang dia tinggalkan mungkin begitu membekas dihatimu. Sampai-sampai kamu berpikiran kalau semua orang itu sama dengannya.

Advertisement

Tapi, tahukah kamu selalu ada alasan untukmu kembali percaya pada cinta. Masih ada alasan untuk kembali menata hati yang sudah terlanjur berantakan.

Luka yang dia tinggalkan jelas masih menganga. Namun kamu lebih kuat dari sekadar sakit di dada

Ingatlah, luka itu bisa jadi sumber kekuatan yang hebat. Photo by Brooke Cagle on Unsplash via unsplash.com

Dia yang mendua dan meninggalkanmu tanpa alasan. Di saat cintamu padanya tengah memuncah dan hangat-hangatnya. Hatimu seketika hancur berantakan, detik itu kamu memutuskan untuk tidak lagi percaya pada cinta. Tapi sadarkah kamu bahwa luka sebenarnya menguatkanmu? Luka mengajarkanmu artinya menerima. Menerima bahwa terkadang Tuhan punya rencana lain untukmu. Mungkin ini cara Tuhan memisahkanmu dengan dia, yang tidak ditakdirkan untukmu. Pada akhirnya patah hati menjadikanmu pribadi yang lebih tegar. Hanya saja kamu belum menyadarinya.

Tolong percaya pada dia yang baru datang. Dia tidak menawarkan banyak hal. Tapi mengurangi remang

Berilah kesempatan cahaya baru untuk bersinar. Photo by Allef Vinicius on Unsplash via unsplash.com

Patah hati membuatmu menutup diri. Ketika seseorang mencoba mendekatimu, kamu justru menjauh. Memang benar, tidak mudah untuk kembali percaya pada cinta setelah kamu tersakiti. Kamu hanya perlu sedikit waktu untuk menata hati. Dan bukan berarti kamu harus menjauh ketika ada seseorang yang mencoba mendekatimu. Berilah dia, seseorang yang baru kesempatan untuk mengisi ruang di hatimu. Tidak semua orang sama dengan dia yang pernah menyakitimu. Kalau menjalin hubungan dengan seseorang yang baru dirasa terlalu berat buatmu, setidaknya kamu bisa berteman dengannya. Karena mengingat luka hanya akan membuatmu tersiksa.

Advertisement

Sendiri terlampau lama tak baik untuk hatimu. Dia juga layak dibuka. Dia layak kembali belajar percaya

Belajarlah kembali membuka hatimu, jangan sampai terlalu lama dibiarkan membeku. Photo by Nguyen Thu Hoai on Unsplash via unsplash.com

Apakah kamu merasakan hal-hal ini: takut akan komitmen, selalu menolak tiap diajak jalan, dan skeptis dengan perhatian lawan jenis? Bisa jadi ini pertanda hatimu yang sudah terlalu lama tersegel. Kamu sengaja menutup diri karena khawatir terluka lagi. Hei, tahukah kamu kalau hati yang terlalu lama tersegel bisa lumutan? Ini juga yang bikin kamu jadi skeptis. Cobalah untuk membuka diri jika ada seseorang baru yang mendekatimu.

Beberapa kesendirian memang melenakan. Namun sampai kapan kamu mau bertahan?

Jangan salah, kesendirian itu justru membuat banyak orang terlena. Photo by Allef Vinicius on Unsplash via unsplash.com

Kamu memang paling bisa mengisi kesendirianmu. Bagimu nggak ada salahnya nonton bioskop sendirian. Tak perlu mengajak atau menunggu diajak sama lawan jenis. Bahkan jalan-jalan sendirian punya kenikmatan sendiri buatmu. Karena kamu jadi punya banyak waktu untuk diri sendiri. Tapi kamu nggak bisa memungkiri kalau kebahagiaanmu saat ini belum lengkap. Terkadang ada kalanya kamu merindukan saat-saat berbagi kisah dengan seseorang yang kamu sebut pacar. Atau sekadar bercerita tentang novel yang baru kamu baca dan film yang baru kamu tonton. Ayoo ngaku?

Sementara beberapa kisah lebih apik jika dibagi. Ada hari-hari yang lebih hangat jika ada yang mendampingi

Hidup memang lebih indah jika dibagi dan dijalani bersama orang lain. Tidak ada orang yang sepantasnya sendiri. Photo by Allef Vinicius on Unsplash via unsplash.com

Kamu yakin nggak iri lihat pasangan yang bisa saling berbagi cerita? Yang bisa saling berbagi peluk dan tangis berdua? Okeh, kamu sadar kalau hatimu nggak terbuat dari batu. Rasa iri memang sempat menghinggapimu, tapi jika ingat kata komitmen, seketika luka lama itu terbit kembali. Melihat pasangan yang sedang asyik berduaan justru mengingatkanmu akan dirinya. Hal itu jadi tanda kalau kamu sebenarnya belum memaafkan dia. Kembali lagi ke pasal satu, kamu harus bisa menerima apa yang terjadi di masa lalu. Dengan begitu kemarahan dengan dia (sang mantan) perlahan menghilang.

Advertisement

Mencoba lagi adalah satu-satunya kesempatan menyembuhkan hati. Tolong. Bersabarlah sebentar lagi

Hanya mereka yang terus berani mencoba untuk jatuh cinta, bisa menemukan kebahagiaan. Photo by Artem Beliaikin on Unsplash via unsplash.com

Salah satu cara untuk melupakan mantan adalah jatuh cinta dengan orang baru. Dengan begitu segala luka yang tertinggal akan tergantikan dengan moment indah bersama seseorang yang baru. Karena obat patah hati adalah dengan jatuh cinta lagi. Ketika jatuh cinta lagi, kamu jangan berpikir tentang akhirnya. Entah kamu akan jadian atau enggak dengannya, nikmati saja perasaannya. Setidaknya hari-harimu akan lebih berwarna dengan jatuh cinta. Setuju tidak?

Bagaimana? Masih mati rasa? Hidup itu harus banyak rasa, karenanya sekaranglah saatnya kamu untuk jatuh cinta lagi. Saatnya kamu untuk melupakan mantan dan menerima seseorang yang baru. Jangan biarkan hatimu jadi lumutan. 😉

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Belum bisa move on dari Firasat-nya Dewi Dee.

CLOSE