Arus musik jalur independen emang udah nggak bisa dipungkiri lagi merupakan satu kekuatan besar yang konsisten selama satu setengah dekade terakhir. Jalur indie dianggap sebagai oase musik Indonesia ketika jalur major cenderung dipandang monoton, penuh gimmick, dan terlalu banyak omong kosong.

Skena musik indie secara rutin mengorbitkan nama-nama baru yang direken oleh khalayak. Di Indonesia, gemerlap scene musik independen ini diawali oleh Pas Band dan Poster Cafe di awal 1990-an, yang kemudian secara bergantian nama-nama seperti Naif, Burgerkill, The Upstairs, Alone At Last, The Brandals, Sore, Rocket Rockers, Seringai, The SIGIT, Efek Rumah Kaca, hingga terakhir angkatan Silampukau dan Barasuara yang sukses mencuri perhatian lewat jalur ini pada 2015 kemarin. Kualitas lagu-lagu mereka jelas tidak kalah dengan band-band orbitan jalur serupa yang berasal dari mancanegara (terutama Inggris dan Skandinavia yang nge-hip banget di kalangan remaja Indonesia).

Nah, untuk tahun 2016, siapa sajakah (sejauh ini) yang paling berhasil mencuri perhatian dan wajib untuk dikulik? Berikut daftarnya.

1. Heals

Suka shoegaze? Dengarkan Heals via http://www.ffwdrecords.com

Setelah mendapat apresiasi yang cukup bagus untuk single “Void” yang mereka keluarkan pada akhir 2014 lalu, kelompok musik asal Bandung ini kembali mengeluarkan single lain “Myselves” di tahun 2016 ini. Meskipun belum meluncurkan album penuh (bahkan E.P. sekalipun), unit shoegaze/nu-gaze ini terlalu sayang jika dilewatkan begitu saja, terutama bagi kamu yang diam-diam mendengarkan My Bloody Valentine dan The Milo, meskipun sedikit lebih kencang tapi tetep enak, kok.

Advertisement

Sounds like: Imajinasi dua jiwa berbeda yang bertemu dan kemudian jatuh cinta dalam sebuah ruang hampa; shoegaze Jepang dengan bumbu alternative rock ala Foo Fighters.

Tracks for your teaser: Void, Wave, Myselves.

2. Pijar

Pijar, jagoan baru dari Medan via http://twitter.com

Inilah dia, Pijar. Dari tampilan personelnya hingga lagu-lagu yang ditawarkan, bisa ditebak siapa yang menjadi influence dari musik mereka. Band alternative pop asal Medan ini menghadirkan nuansa dance punk yang naik daun di 1990-an seiring dengan menjamurnya virus musik Britania hingga dekade pertama 2000-an. Musik mereka bukan barang baru di Indonesia, mengingat sudah ada band major yang mengusung tipe musik hampir serupa dengan mereka. Bedanya, Pijar membawakannya dengan lebih riang, tidak hilang arah, dan yang jelas, Pijar tidak mencoba menjadi Coldplay.

Advertisement

Sounds like: Moodswing; ketukan dance bertemu sikap punk dan beberapa layersuara yang gelap.

Tracks for your teaser: Moonriver, Selatan, Boogie Night.

3. Sisitipsi

Sisitipsi, produk andalan IKJ saat ini via http://www.gilanada.com

Kelompok musik flamboyan yang merupakan produk mayor termutakhir dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini menawarkan beragam bahan genre musik yang mereka bawakan, mulai dari unsur jazz, country, rockabilly, hingga bossa¸yang diaduk sedemikian rupa sehingga menjadi campuran yang memabukkan. Album “73%” yang mereka keluarkan tahun ini menjadi bukti bahwa musik mereka bisa dengan cepat akrab membaur dengan telinga pendengarnya.

Sounds like: Band pengiring untuk sebuah pesta retro anak muda yang santai dan sedikit liar.

Tracks for your teaser: Alkohol, Lepas Kendali, Joni Santai.

4. Soloensis

Dedengkot garage rock Solo, Soloensis via http://images.solopos.com

Soloensis sebenarnya bukan merupakan nama yang benar-benar baru di skena musik independen Solo, mengingat mereka telah aktif dari 2008 dan telah merilis album pada 2014 lalu. Namun, semenjak mengisi helatan Thursday Noise pada 2015 lalu dan kemudian banyak di-review bagus oleh penikmat musik sidestream, nama Soloensis mampu berkibar lebih tinggi di berbagai daerah. Dengan sound gitar kasar dan aroma garage rock rusuh berbau Led Zeppelin, Black Sabbath, dan sedikit Danzig, kelompok musik pengusung garage rock ini patut dipandang sebagai band yang tidak boleh dilewatkan (lagi) di kancah musik independen.

Sounds like: Gig rock n’ roll barbar di sebuah garasi yang penuh kepulan asap rokok dan teriakan.

Tracks for your teaser: Tak Lagi Sejati, Youth.

5. Peonies

Peonies adalah angin segar via http://lepaskendaly.com

Trio pengusung dream pop asal Jakarta ini membuktikan bahwa masih ada angin segar lain yang ditawarkan setelah gelombang invasi folk yang dominan beberapa tahun terakhir mulai surut di tahun 2016 ini. Album “Landscape” yang merupakan debut mereka di scene musik independen jelas merupakan langkah bagus yang mereka buat dan layak membuat mereka menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan tahun ini.

Sounds like: Suasana Taman Tebet di sore hari yang menyenangkan

Tracks for your teaser: Whispering (All The Colours), Wednesday, Summer.

Itulah 5 artis indie lokal yang layak didengarkan di tahun ini buat kamu yang membutuhkan penyegaran atau ingin menjaga kadar semangat sidestream yang konsisten kamu dengungkan dan terapkan sehari-hari. Tentunya daftar yang dibuat ini tidak baku dan mengikat karena setiap orang pun punya opini sendiri, kan. Ada komentar, uneg-uneg, atau punya pendapat lain? Tulis aja langsung di kolom komentar di bawah. Salam!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya