Kebahagiaan setelah lulus dan mendapat gelar sarjana memang istimewa rasanya. Empat tahun perjuangan mencoba untuk memahami materi yang telah dipelajari, susah senang bersama teman-teman dan aktif dalam beroganisasi sudah selesai. Kamu pasti akan merasa lega dan berkata, "Akhirnya lulus juga dan bisa merasakan pakai Toga," saat acara wisuda berlangsung. Perasaan sedih dan bahagia datang secara bersamaan membuat hati berasa campur aduk menunjukan betapa bahagia dan sedihnya kamu di hari yang luar biasa itu.

Namun, setelah hari luar biasa (wisuda) itu terlewati, kamu akan mulai merasa bingung dan bertanya pada diri sendiri, "Selanjutnya aku harus apa?" Kamu pun menjadi bingung dan entah harus memulai dari mana. Tapi tenang, kamu tidak sendirian kok, banyak ratusan ribu "Mahasiswa Baru Lulus" yang merasakan hal yang sama. Lima fase ini yang pastinya pernah dialami oleh kamu yang baru lulus kuliah atau fresh graduate yang minim pengalaman bekerja.

1. Fase Memasukkan Lamaran Pekerjaan ke Banyak Perusahaan

Looking for a job via http://movinginsider.com

Ya, namanya juga baru lulus, pasti kamu akan mencari-cari informasi lowongan pekerjaan, mulai dari bertanya ke tetangga yang sudah bekerja sampai mencari informasinya di internet. Untuk mendapatkan banyak informasi, kamu harus rela menyisihkan waktu untuk googling di internet agar mendapatkan info lowongan kerja yang sesuai dengan kriteria. Banyak sekali situs-situs di google yang menyajikan informasi seperti itu.

Tidak hanya melalui internet, kamu akan selalu tertarik jika ada acara tentang Job Fair yang diselenggarakan di beberapa tempat di wilayahmu, yang berbeda hanya jika melalui Job Fair kamu harus menyiapkan aplikasi lamaran berupa hard copy. Lebih ribet dibandingkan melamar lewat internet yang hanya membutuhkan aplikasi lamaran berupa scan dokumen.

Advertisement

Terlebih lagi, kamu harus mencetak aplikasi lamaran hard copy sebanyak-banyaknya, dengan harapan kamu dapat menaruh lamaran di banyak perusahaan, walaupun beberapa posisi yang dilamar nggak terlalu nyambung dengan latar belakang pendidikanmu. Pasti kamu punya pemikiran seperti,"Yang penting masukkin lamaran saja dulu, kalau dipanggil ya syukur, enggak ya cari yang lain".

2. Fase Mulai Frustasi Karena Banyak Panggilan Interview Tapi Tak Kunjung Kerja

Ilustrasi frustasi via http://cdn2.tstatic.net

Kamu pasti akan merasa sedih dan mulai frustasi yang mendalam di saat sering mendapat panggilan interview tapi tak kunjung dipekerjakan, karena selalu kalah bersaing dengan para pencari kerja lainnya. Terlebih lagi, jika kamu melihat teman-temanmu yang sudah mendapatkan pekerjaan.

Tapi memiliki perasaan dan pemikiran seperti itu adalah hal yang wajar dan kamu akan sadar bahwa kamu tidak bisa menyalahkan diri sendiri terus-terusan. Kemudian kamu berusaha mencari apa yang salah atau kurang dalam diri kamu, di aplikasi lamaran pekerjaan kamu, hingga hal-hal saat interview.

Advertisement

Selain itu kamu pun mulai pandai memilah dan memilih perusahaan mana yang bidangnya pas dengan keahlian yang kamu miliki, sehingga kedepannya dalam melamar pekerjaan tidak asal masukin lamaran saja.

3. Fase Merasa Iri Melihat Teman yang Sudah Mendapatkan Pekerjaan

Ilustrasi Rasa Iri via https://www.kabarmakkah.com

Melihat teman yang sudah mendapatkan pekerjaan di saat kita sendiri belum bekerja itu rasanya nggak enak, ada rasa-rasa agak iri gitu. Terlebih lagi di dalam genk kamu, cuma kamu sendiri yang belum mendapatkan pekerjaan. Kamu pasti akan punya pemikiran bahwa kamu adalah orang yang paling tidak beruntung di dunia, padahal tidak seperti itu.

4. Fase Mulai Banyak Orang yang Menanyakan Status Kamu

ilustrasi-merasa-kesal via http://www.ummi-online.com

Fase paling menyebalkan adalah di saat banyak orang, tetangga, atau keluarga kamu sendiri sering bertanya mengenai kegiatan kamu sekarang, padahal kamu sendiri belum mendapatkan pekerjaan. Kamu pasti akan merasa minder atau malu saat mendengar pertanyaan "kerja di mana sekarang?" dan akan bingung plus kesal juga disaat yang menanyakan pertanyaan itu adalah orang yang sudah sering bertanya kepada kita.

5. Fase Tiba-tiba Kepikiran Untuk Menjadi Pengusaha

Ilustrasi mencari ide usaha via https://www.entrepreneurcoach.com

Setelah ke empat fase di atas sudah pernah kamu alami bahkan sampai bosan kamu mengalaminya, tiba-tiba munculah kepikiran untuk menjadi pengusaha dan mencoba membuka usaha. Dengan pengalaman dan pengetahuan di bidang usaha yang sangat minim kamu mungkin pernah coba coba memikirkan ide peluang usaha apa yang pas, atau bahkan sudah sampai tahap membuka usaha.

Dan hasilnya adalah tidak jauh-jauh dengan kegagalan di awal dan mulai berkata "susah juga ya ternyata membuka bisnis usaha". Di manapun juga yang namanya usaha tidak ada yang instan, dalam satu kali proses mencoba langsung berpikiran akan sukses besar.

Di sinilah kesabaran dan jiwa enterpreneur kamu diasah, dengan kegagalan pertama yang kamu alami di saat baru membuka bisnis usaha jangan dijadikan sebagai penghalang atau bahkan menjadi pematah semangat. Terus mencoba dan berusaha serta dibarengi dengan berdoa, karena kesuksesan kamu di dunia ini tidak luput dari izin Sang Maha Kuasa.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya