Kepulanganmu pada malam itu sangat berarti dalam hidupku. Terbayang, mungkin sudah tidak dapat bagiku menemukan lagi orang yang semenyenangkan dan sebijaksana engkau. Namun, hidup terus berjalan ayah. Seperti pesanmu kepadaku. Aku coba menjalani hidup ini untuk lebih positif, lebih menyenangkan, dan lebih bertanggung jawab.

Aku rindu untuk ngobrol lagi bersamamu. Mungkin lewat tulisan ini rinduku bisa dipenuhi. Banyak hal yang ingin aku ceritakan bagaimana hidupku sekarang. Namun, akan banyak sekali ceritanya. Nanti kita bosan karena hanya aku saja yang bicara. Sekarang, aku hanya akan membahas hal-hal baru yang paling berarti saja, seperti:

1. Mendoakanmu adalah hal pertama kali diingat seusai shalat

Dahulu, banyak sekali caraku untuk berbakti kepadamu. Membantumu melakukan pekerjaan ringan, menemanimu ke rumah sakit, memijatmu jika badanmu sedang pegal, mendengarkan nasihat-nasihatmu dan sampai tidak bisa kusebutkan satu persatu. Ayah, aku rindu melakukan itu semua untukmu. Namun, sekarang aku sudah tidak dapat melakukannya lagi. Aku hanya bisa berdoa demi keselamatan dan kesehatanmu di alam selanjutnya.

Sewaktu engkau hidup, aku juga berdoa untukmu. Namun, rasanya saat ini jauh berbeda, lebih dalam dan lebih berarti. Sungguh aku ingin melihat senyummu lagi jika apa yang kulakukan membuatmu senang, seperti senyummu ketika aku berbakti di dunia fana ini.

2. Sekarang aku bisa memperbaiki ini dan itu!

Setelah susah terbilah mudah via http://tsunil.tumblr.com

Advertisement

Aku selalu iri denganmu yang bisa membetulkan ini dan itu. Atap bocor, ada ayah. Jet pump jebol, ada ayah. Motor mogok, ada ayah. Semua hal yang sifatnya mendadak selalu bisa diselesaikan dengan baik oleh mu. Hal-hal seperti itu membuatku kurang memperhatikan bagaimana itu semua dapat diperbaiki jika engkau sudah tiada.

Pertama kali menghadapi hal-hal itu stress sudah pasti. Namun, kalau bukan aku sendiri yang mengerjakan siapa lagi? Dengan susah payah aku mencoba memperbaiki itu semua sendiri. Jika benda yang kuperbaiki tidak sebagus seperti apa yang kau kerjakan dulu terkadang membuatku frustasi. Beruntung engkau membuatku senang membaca buku karena dari buku-buku itu lah aku tahu bahwa hal baru dikerjakan di dunia ini berawal dari coba-coba dan salah. Frustasiku bisa terobati.

3. Semua urusan menjadi lebih mudah karena aku semakin pandai mengurusnya

Pengalaman adalah guru terbaik via https://www.realtor.com

Terimakasih kau telah mendidikku sebagai anak yang mandiri. Walaupun begitu selalu ada rasa gentar untuku memulai sesuatu yang baru, apalagi untuk mengurus apapun yang bersingunggan dengan orang lain. Aku lebih senang jika terima jadi. STNK motorku hilang, tinggal lapor ayah. Aku kecelakaan di jalan, tinggal lapor ayah. Uang habis saat bertamasya, tinggal lapor ayah. Menghubungi seseorang untuk mengurus sesuatu, tinggal minta tolong ayah.

Sekarang kemampuan berbicaraku di depan orang-orang jauh lebih terasah sebelumnya, tidak ada lagi diam dan hanya iya-iya melulu. Aku juga tidak menghindari negosiasi sekarang karena hasilnya aku tidak selalu merugi. Aku juga semakin berani menentang orang-orang yang ingin menyurangiku. Aku tidak gentar sekalipun harus berkelahi saat itu juga.

4. Semakin mengerti arti kehilangan.

“Merasa kehilangan hanya akan ada jika engkau merasa memilikinya” – Letto via http://actually-kakashi.tumblr.com

"Merasa kehilangan hanya akan ada jika engau merasa memilikinya." kalimat sederhana namun dalam ini aku ambil dari sebuah lirik yang dinyanyikan band Letto. Entah mengapa, semenjak ayah pulang lagu ini terdengar semakin berat. Aku tahu, perjalananmu akan semakin susah jika aku terus bersedih. Aku minta maaf.

Rasa kehilangan ini, mengajarkanku banyak hal. Salah satunya mengerti apa itu arti kehilangan yang di baliknya mengandung keikhlasan. Sepanjang sisa hidupku, aku akan selalu mencoba berusaha untuk menghindari rasa penyesalan dengan memberikan kasih sayang yang terbaik untuk orang-orang yang aku sayangi karena sesungguhnya penyesalan adalah halangan keikhlasan.

5. Kurasakan tegar yang jauh berbeda, ini kokoh dan kuat namun lembut

Kutitipkan cengeng itu untukmu, aku pada masa lalu via https://huffingtonpost.com

Sejujurnya, aku merasakan sudah tidak ada yang akan melindungiku saat seperti bersamamu. Untuk melanjutkan hidupku, kutitipkan perasaan cengeng dan lemah itu kepada diriku pada masa lalu. Lalu hal luar biasa yang kudapatkan adalah ketegaran yang kokoh dan kuat, namun lembut. Rasa ini berbeda dari rasa abai dan hilangnya simpati terhadap apa pun yang membuat hati susah dan sedih.