Generasi millennial merupakan generasi yang sedang hits di era ini. Hal ini karena generasi ini merupakan generasi yang tumbuh di era teknologi dan dunia mereka yang terhubung dengan media sosial. Generasi milennial diidentikan dengan dunia internet di mana informasi bisa tersebar dan didapat begitu cepat. Banyak yang menilai bahwa generasi millennial adalah generasi yang individualis karena dunia yang dipenuhi dengan hal-hal maya.

Namun, tahukah kalian bahwa di balik keindividualisan generasi milennial terdapat beberapa perjuangan yang dilakukan melalui cara mereka yang khas, yaitu media sosial. Perjuangan mereka tidak sia-sia dan bahkan memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi Indonesia.

1. Dunia maya adalah tempat bagi generasi millennial untuk memperjuangkan kaum tertindas

Akun @thenewbikingregetan

Akun @thenewbikingregetan via https://instagram.com

Setelah banyaknya beredar berita-berita hoax, banyak generasi millennial yang mulai tergerak untuk menumpas hal tersebut dengan membuat akun media sosial yang berkonten hal-hal faktual. Salah satunya yang sedang hits saat ini adalah akun instagram @thenewbikingregetan yang memang visinya adalah “create positive change in society.”

Advertisement

Akun ini sempat menggemparkan masyarakat sebab dengan berani mengungkap aksi bullying yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa kepada mahasiswa lain yang memiliki masalah psikologi autisme. Sebenarnya, banyak akun lain yang juga memiliki tindakan yang sama, namun akun ini menjadi viral dan mendapatkan respon yang besar dari masyarakat Indonesia.

2. Generasi millennial mampu memberikan pemecahan masalah sosial dengan caranya sendiri

Website kitabisa.com

Website kitabisa.com via https://kitabisa.com

Menjadi generasi millennial tidak perlu repot-repot mengumpulkan massa ke suatu lapangan besar dan berbondong-bondong membantu orang yang sedang butuh pertolongan. Hanya dengan kekuatan jari, setiap orang bisa melakukan kebaikan. Salah satu contohnya ialah kanal donasi yang saat ini sedang hits juga, yaitu kitabisa.com.

Kanal ini merupakan sebuah pemecahan masalah sosial yang terintegrasi dengan teknologi. Banyak juga kanal-kanal lain yang berfungsi sama seperti kitabisa.com. Bukan hanya di bidang sosial tapi juga di bidang lain seperti bidang bisnis. Sudah banyak toko-toko online yang mampu memberikan pelayanan antar langsung ke rumah supaya pembeli tidak perlu repot-repot keluar rumah untuk mendapatkan barang yang ia mau.

3. Generasi millennial adalah generasi advokator yang menginginkan perubahan menuju yang lebih baik

Website change.org

Website change.org via https://www.change.org

Advertisement

Banyak sekali kampanye-kampanye yang dilakukan melalui media sosial saat ini. Ada beberapa kanal kampanye yang sudah paten seperti change.org yang mampu memberikan tempat bagi mereka yang ingin membela isu-isu spesifik, bahkan isu dunia. Sebagai generasi millennial, perjuangan tidak lagi hanya dilakukan dengan berbondong-bondong turun ke jalan, tapi dengan hanya duduk manis di rumah pun bisa memberikan dampak signifikan bagi suatu isu.

4. Generasi prestatif yang berjuang melalui ‘likes’

Kostum Ariska yang menjadi The Best National Costume

Kostum Ariska yang menjadi The Best National Costume via https://tkop.org

Pasti di antara pembaca ada yang pernah mengikuti suatu kompetisi atau ajang pemilihan abang none atau bahkan Miss Grand International. Sebagai generasi millennial yang pernah mengikuti ajang seperti ini, terdapat sebuah perjuangan untuk mengumpulkan ‘likes’ sebanyak-banyaknya agar dapat memenangkan kompetisi tersebut.

Salah satu yang pernah mengejutkan Indonesia adalah terpilihnya Ariska Putri Pertiwi sebagai The Best National Custom berdasarkan hasil ‘likes’ di Facebook di ajang Miss Grand International. Perjuangan ini mampu menjadikan generasi millennial Indonesia adalah generasi yang prestatif dan pantang menyerah.

5. Personal branding melalui akun media sosial

Salah satu perjuangan generasi milennial lewat personal branding

Salah satu perjuangan generasi milennial lewat personal branding via https://www.linkedin.com

Generasi millennial di era tenologi ini berjuang untuk memperbaiki taraf hidupnya dengan membangun personal branding yang menarik di akun-akun instagram. Eits, tapi hal ini bukan untuk memamerkan diri, tetapi untuk portofolio bagi masa depan. Hal ini tentu menjadi positif dan bisa menambah sumber daya manusia yang berkualitas bagi Indonesia.

Kalau dulu orang-orang berjuang kesana-kemari untuk menjadi seseorang yang qualified, sekarang generasi millennial mencoba membangun personal branding secara online. Well, salah satu platform yang bisa dijadikan contoh adalah Linkedin di mana kamu bisa mengisi pengalaman kamu secara online. Menarik, bukan?

Well, lima hal di atas mungkin jarang kita sadari adalah perjuangan para generasi millennial yang dianggap individualis. Meskipun terlihat individualis sebenarnya terdapat hal-hal positif yang bisa dilakukan tanpa harus menunjukkan diri secara virtual. Bagi kamu yang merasa tidak pernah berbuat apa-apa, mungkin kamu bisa mencoba dari hal-hal kecil, karena sesungguhnya semuanya berawal dari niat yang ada di hati kamu. Jika niat kamu baik, maka percayalah hasilnya pun akan baik. Semangat menjadi generasi millennial yang bermanfaat bagi sesama!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya