Mahasiswa tanpa tugas kuliah bagaikan remaja tanggung tanpa aplikasi Tik Tok. Seolah-olah mengerjakan tugas kuliah sudah menjadi rutinitas yang lain bagi para mahasiswa selain makan dan tidur.

JIka kita mau menelusuri, sebenarnya tugas kuliah merupakan buah kebaikan dosen. Bagaimana tidak, ketika mahasiswa memasukkan mata kuliah di Kartu Rencana Studi (KRS), sebenarnya mahasiswa sudah bisa tahu berapa SKS hak mahasiswa terhadap suatu mata kuliah. Namun, karena kebaikan para dosen, mahasiswa bisa mendapatkan haknya lebih karena tugas kuliah.

Misalnya suatu mata kuliah berbobot tiga SKS, satu SKS-nya selama 50 menit, jadi hak normal mahasiswa untuk mata kuliah tersebut ialah 150 menit, namun karena ada tugas jadi bisa bertambah SKS tersebut tergantung berapa lama si mahasiswa menyelesaikan tugasnya. Sungguh, para mahasiswa harus banyak-banyak bersyukur.

Oleh karena itu, seberat dan sebanyak apapun tugas kuliah harus dihadapi oleh para mahasiswa. Dalam menghadapi tugas kuliah itupun setiap mahasiswa memiliki caranya masing-masing. Nah, inilah lima tipe mahasiswa UNY dalam menghadapi tugas kuliah:

1. Menggerombol di Area Kampus

ilustrasi mahasiswa menggerombol di area kampus

ilustrasi mahasiswa menggerombol di area kampus via http://commdept.fisip.ui.ac.id

Sangat mudah untuk menjumpai mahasiswa tipe ini. Biasanya mereka tersebar di pojok-pojok kampus dan menggerombol. Entah itu tugas kelompok atau tugas individu yang dikerjakan bersama. Bahkan tak jarang dari mereka sudah memiliki spot favoritnya masing-masing. Ada di belakang dekanat, pojok koridor kelas, kantin atau foodcourt, dan juga di sekitaran rektorat.

Mungkin jajaran birokrasi kampus perlu mempertimbangkan untuk membikin satu ruang publik dengan segala fasilitas penunjang mengerjakan tugas. Hmm, sounds good, right?

2. Menenggelamkan Diri di Antara Buku-Buku Perpustakaan

ilustrasi mahasiswa mencari referensi di perpustakaan

ilustrasi mahasiswa mencari referensi di perpustakaan via http://uobabylon.edu.iq

Advertisement

Mahasiswa tipe kedua ini biasanya sedang mengerjakan tugas yang memerlukan banyak referensi ilmiah seperti makalah, skripsi, dan lain-lain. Mungkin mereka merasa perlu untuk sedekat mungkin dengan buku-buku agar bisa dengan fasih mengerjakan tugas.

Terlebih lagi, suasana perpustakaan yang menjamin ketenangan menjadi nilai lebih. Biasanya mereka bisa ditemui di perpustakaan fakultas maupun universitas, perpustakaan kota hingga Grhatama, atau bahkan di perpustakaan digital UNY yang baru itu..

3. Menumpang Wi-Fi Gratis di Gedung PKM atau Student Center

Gedung Student Center UNY

Gedung Student Center UNY via http://galeri.uny.ac.id

Tak bisa dipungkiri bahwa kegiatan mahasiswa bukan hanya kuliah saja, banyak dari mereka yang mengembangkan diri dengan mengikuti organisasi atau UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Maka dari itu, sebagai organisatoris yang loyal, mahasiswa tipe ini lebih sering dijumpai di gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) atau gedung Student Center daripada di ruang kelas.

Advertisement

Tapi agar tak ketinggalan kewajiban sebagai mahasiswa, mereka selalu menyempatkan waktu untuk mengerjakan tugas kuliah di sekre kesayangan mereka tersebut. Dan yang paling penting: ada Wi-Fi gratis!

4. Mencari Inspirasi di Kedai Kopi

ilustrasi mahasiswa mengerjakan tugas di kedai kopi

ilustrasi mahasiswa mengerjakan tugas di kedai kopi via http://ikama.info

Tak semua mahasiswa UNY suka berkegiatan di kampus melulu. Mahasiswa tipe ini lebih suka mengerjakan tugas dengan mencari suasana baru agar sekalian refreshing. Mereka mungkin berpikir bahwa kedai kopi merupakan tempat yang tepat untuk berkontemplasi sehingga melahirkan ide-ide cemerlang yang bisa melancarkan mengerjakan tugas kuliah. Maka dari itu, kedai-kedai kopi yang banyak tersebar di sekitar UNY menjadi pilihan, meski pesannya kadang kopi kadang es teh.

5. Berkeluh Kesah di Media Sosial

ilustrasi berkeluh kesah di media sosial

ilustrasi berkeluh kesah di media sosial via http://thayyiba.com

Mahasiswa tipe ini adalah yang paling unik. Tingkah laku mereka bisa diidentifikasi sebagai berikut: memotret lembar Microsoft Word yang masih kosong, unggah di Instagram atau WhatsApp Story dengan ‘bumbu’ jam yang sudah larut, dan juga caption melankolis seperti “lelah kuliah, pengen nikah aja”, dan lain-lain.

Saya sebenarnya kesusahan untuk mencoba masuk pada pola pikir mereka. Apakah dengan mereka mengunggah hal tersebut di media sosial lantas tugasnya bisa selesai? Maksud saya, buat apa menyindir tugas kuliah di media sosial? Atau jangan-jangan mereka diam-diam berharap agar si tugas melihat unggahan tersebut di media sosial lalu sadar kemudian mengerjakan dirinya sendiri?

Hmm, pusing ah. Pengen nikah aja.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya