Sebelum menikah dan masih tinggal dengan orangtua, seringnya cuma orangtua yang akrab dengan tetangga. Setelah menikah dan tinggal terpisah, disitulah segalanya berubah. Terutama untuk kamu yang pindahan ke rumah baru. Semua hal yang terjadi harus kamu hadapi tanpa bantuan ayah dan ibu. 

Ingat guys, interaksi dengan tetangga itu penting. Karena seiring waktu kamu akan sadar bahwa kamu membutuhkan mereka. Tanpa melakukan interaksi, kamu bakal dianggap mengisolasi diri atau sombong. Mana tahu suatu saat kamu butuh bantuan tetangga, meski itu sekedar menitipkan hewan peliharaan. Tips kali ini semoga membantu kamu yang baru menikah dan tinggal di rumah baru, yuk ambil ruang lingkup paling kecil dulu dari individu lain yang tinggal sangat dekat dengan rumah kamu. Jangan lupa catat ya.

1. Memberi oleh-oleh dari kampung halaman, siapa tahu tetangga sebelah masih orang satu kampung kamu.

Asyiiiik dapat oleh-oleh nih

Asyiiiik dapat oleh-oleh nih via https://google.com

Sepulang dari kampung, tak ada salahnya memberi oleh-oleh pada tetangga baru sebagai tanda perkenalan. Supaya merata dinikmati satu keluarga, buah-buahan atau makanan ringan adalah pilihan tepat sebagai buah tangan. Mereka pasti menerimanya dengan senang hati. Datanglah bersama pasangan, dan terus terang saja kalau kalian adalah pengantin baru. Siapa tahu yang kamu temui adalah orang yang sudah kamu kenal (semoga saja bukan mantan ya).

2. Observasi situasi. Pstt…intip-intip tetangga!

Diam-diam jangan sampai ketahuan ya

Diam-diam jangan sampai ketahuan ya via https://google.com

Kalau kamu enggan bertandang langsung kerumah tetangga, ada cara lain supaya bisa memulai interaksi dengan mereka. Cobalah perhatikan kebiasaan, jadwal, atau saat-saat tetangga melakukan aktivitas diluar rumah. Misalnya ketika mereka sedang menyapu halaman depan rumah, mengajak hewan peliharaan jalan-jalan, atau berbelanja di pedagang sayur keliling. Saat itulah kamu bisa join kegiatan mereka karena kesempatan untuk berkenalan sangat memungkinkan untuk dilakukan.

3. Beraktivitas diluar rumah

Kali aja tetangga yang menghampiri kamu duluan

Kali aja tetangga yang menghampiri kamu duluan via https://www.google.com

Advertisement

Tips ini tidak mesti kamu lakukan bersamaan dengan tetangga seperti di tips ke-2. Kamu hanya perlu lakukan kegiatan sederhana di teras atau halaman rumah. Kira-kira antara jam 16.00 dan 18.00 saat banyak orang pulang kerja. Aktivitas kamu ini bisa saja memancing rasa penasaran tetangga dan membuat mereka keluar rumah. Kamu bisa duduk-duduk di teras sambil baca buku, mengobrol dengan pasangan, mencuci kendaraan, atau berkebun. Jangan terlalu berharap tetangga menyapa duluan, mungkin saja mereka segan. Inisiatif diri saja beri anggukan kepala atau sapa mereka saat mereka menyadari keberadaan kamu. Jika memungkinkan, hampiri mereka lalu mulailah berkenalan. Simpel bukan ?

4. Senyumlah Untuk Semua Orang, Tapi Hatimu Jangan…

Senyummu mengalihkan duniaku

Senyummu mengalihkan duniaku via https://unsplash.com

Jika tips sebelumnya masih buat kamu ragu atau malu melakukannya, yang satu ini semoga jadi solusi paling efektif. Tersenyumlah. Senyum itu tindakan sederhana namun penuh makna. Kalau kamu tidak terbiasa senyum dan menyapa orang-orang yang kamu temui di lingkungan kamu, inilah kebiasaan baik yang sudah saatnya dimulai. Senyumlah sembari mengangguk saat kamu kebetulan melihat atau berpapasan dengan tetangga yang berada tidak jauh dari posisimu. Setidaknya kamu meninggalkan kesan baik dalam benak mereka meski belum sempat saling berbicara atau mengenal satu sama lain. Tapi jangan keterusan senyum-senyum ya, yang ada nanti malah salah paham.

5. Sudah berkenalan ? Tapi setelahnya obrolin apa ya…

Hayooo...ga boleh ngegosip loh

Hayooo…ga boleh ngegosip loh via https://unsplash.com

Jika baru berkenalan, hindari topik pembicaraan yang bersifat pribadi. Contohnya tentang usia, gaji, atau agama yang mereka anut. Selain tidak perlu-perlu amat, tanpa ditanyakan toh bakal ketahuan juga seiring berjalannya waktu kamu tinggal berdampingan. Berikut ini pilihan topik yang bisa kamu angkat untuk memulai obrolan ringan dengan tetangga, diantaranya :

Advertisement
  1. Pembayaran iuran sampah, iuran keamanan, dan lainnya
  2. Kegiatan rutin mingguan atau bulanan RT/RW (senam, arisan, kerja bakti, dll)
  3. Peristiwa kriminal yang pernah terjadi di daerah tersebut (kemalingan, penculikan, dll)

Mungkin akan berbeda jika ternyata tetangga kamu yang memulai interaksi duluan. Ya yang penting kamu tidak lupa batas kewajaran dan kesopanan saja. Kamu yang sudah dewasa dan telah menikah, jangan malu-malu lagi ya. Semoga membantu dan selamat mencoba !

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya