Kalau ketemu berantem, tapi giliran nggak ketemu malah kangen :)

Cemas dengan hubungan yang sering dihiasi dengan pertengkaran? Nggak yakin hubungan kita bakal bertahan lebih lama karena sering banget berantem? Mending buang jauh-jauh deh pikiran kayak gitu! Nggak selamanya bertengkar dengan pasangan itu buruk. Apalagi kalau ingat hubungan ini sudah melewati berbagai macam hambatan, kamu rela ngakhirin semua yang sudah dilakuin dan usahamu malah jadi sia-sia?

Jangan sampai nyesal karena salah ambil keputusan. Semuanya bakal baik-baik aja kok kalau kita tahu gimana cara menanganinya!

1. Coba rendahkan egomu dalam setiap perdebatan. Karena mengalah kepada orang tersayang nggak akan membuatmu rugi 🙂

Saat kamu dan pasangan berhadapan dengan masalah, tentu masing-masing dari kalian memiliki reaksi yang berbeda. Ada yang memendam kemarahan dan meledak belakangan, ceplas-ceplos tapi nggak menyimpan dendam, mulut nggak bisa direm karena kata-katanya pedes banget atau bahkan ada yang memilih pergi begitu saja tanpa menyelesaikan masalah yang ada.

Hal pertama yang perlu kalian lakukan adalah perhatikan bagaimana respon si dia dalam menghadapi masalah tersebut. Turunkan ego kalian sedikit saja. Contohnya kalau pacarmu tipe orang yang suka memendam kemarahan dan meledak-ledak belakangan, ajak dia bicara untuk bangun keterbukaan di antara kalian, dengarkan apa yang membuat ia kesal, hindari untuk tidak mendiamkan masalah berlama-lama.

Advertisement

Kenapa sih pasanganmu lebih pilih diam dan memendam? Si doi lebih pilih diam karena kamu tidak mau mengakomodir apa yang menjadi masalah baginya, akhirnya masalah akan menumpuk dan meledak saat pacarmu sudah merasa jengah. Saling terbuka itu menenangkan lho, Guys!

Untuk kamu yang memiliki pasangan ceplas-ceplos ketika marah, jangan sekali-sekali kamu baper dan salah tanggap dengan apa yang diucapkannya, karena yang keluar dari mulutnya hanyalah bentuk kekesalan dia terhadap masalah kalian. Masih bisa dimaklumi kalau ceplas-ceplosnya tidak mengeluarkan kata-kata kasar dan bernada tinggi.

Tipe pasangan seperti ini tidak akan membuat masalah semakin rumit karena ia akan dengan mudah melupakan kekesalannya. Yang perlu kamu lakukan cukup jadi pendengar yang baik, jangan sekali-kali kamu merespon kemarahannya dengan memarahinya balik, karena sebenarnya pacarmu hanya ingin didengar.

Advertisement

Kamu perlu 'extra effort' untuk handle pasangan yang suka ngeluarin kata-kata pedas, jangan sekali-sekali kamu tersinggung sama ucapannya, berpikir positif bahwa apa yang ia katakan semata-mata untuk kebaikan hubungan kalian, beri ia pemahaman bahwa menasehati untuk kebaikan tidak perlu menggunakan kata-kata yang nyelekit.

Itulah pentingnya menurunkan ego ketika sedang bertengkar, agar satu sama lain bisa saling mengerti dan bersikap dewasa dalam menghadapi permasalahan. Apa jadinya kalau kita lebih mementingkan ego untuk mempertahankan pendapat? Bukan mustahil jika ada masalah di lain waktu pasangan kalian bisa pergi begitu saja karena capek ngadepin egomu yang tingginya kebangetan, dia nggak akan ragu lho putus dari kamu.

Perhatiin deh bagaimana karakter si dia karena masing-masing dari kita punya keunikan, hal tersebut akan memudahkan kalian dalam menyelesaikan masalah pada sebuah hubungan. Jangan sekali-sekali memaksakan kehendak untuk mengubah dirinya atau langsung mengakhiri hubungan ketika kemarahan pasangan tidak kunjung reda. Perubahan dalam diri pasangan akan kamu dapatkan sebagai bonus plus-plus jika kamu mampu menurunkan ego.

2. Kalau pertemuan tiap hari terasa begitu membosankan, beri diri kalian waktu untuk sendiri dan nikmati kerinduan yang ada

Jangan memaksakan diri untuk ikut terlibat terus menerus dalam situasi yang kurang mengenakkan. Jangan mau ditipu oleh emosi dan ego kalian masing-masing. Ingat, kebersamaan kalian saat ini dilandasi karena cinta. Masalah ada untuk diselesaikan dan menguatkan hubungan kalian. Ada baiknya jika kalian memberi jeda untuk saling menenangkan diri dari emosi.

Tenangkan pikiran dan hati supaya saat kalian menyelesaikan masalah bukan lagi ego yang memainkan peran, namun benar-benar untuk mencari solusi dari masalah yang kalian alami. Introspeksi agar saling memperbaiki diri, bukan menuntut salah satu pasangan untuk berubah.

Bangun komunikasi yang berkualitas dan tumbuhkan rasa saling pengertian di atara kalian, apapun masalah yang kalian alami pasti bisa dihadapi dengan mudah.

3. Berusahalah menjadi pendengar yang baik, bukan malah maunya didengarkan terus menerus

Bijaksanalah

Bijaksanalah via https://www.unsplash.com

Tentu keadaan akan jauh lebih stabil setelah kalian menenangkan diri. Ini waktunya bagi kalian untuk bertemu, berdiskusi dan mencari jalan keluar. Biasakan untuk mendengarkan apa yang menjadi masalah bagi pasangan, hal ini akan sangat bermanfaat. Hubungan nggak melulu soal bahagia, bertengkar agar bisa memahami satu sama lain tidak bisa dipisahkan, sudah satu paket.

Perbedaan pendapat akan terjadi di mana dan dengan siapapun, justru hal itulah yang akan menjadi bumbu penyedap dalam hubunganmu dengan si doi. Arifkah kamu ketika mendapati masalah dalam hubungan? Pada fase ini, akan ada pencapaian yang kamu dapat dengan si dia, karena ternyata kamu mampu menerima keadaan dan bersedia untuk berkompromi dengan pasangan yang mungkin orang lain belum tentu mampu melakukannya. Selamat, kamu naik kelas dan keberlangsungan hubungan kalian juga akan semakin awet!

4. Saat dia mengkritik baju atau cara berdandanmu, bukan berarti dia protektif. Sebaliknya, terimalah karena ini tanda bahwa dia peduli

Setiap orang ingin yang terbaik untuk pasangan dan hubungan yang sedang dijalani, tapi kita nggak sepenuhnya tau apa sih yang sebenernya dibutuhin sama pasangan supaya nggak salah tanggap dan nggak sering clash. Kalau kamu salah dan pacarmu menasehati, jangan sampe kamu mikir dan ngerasa didesak karena omongannya, percaya deh setiap saran itu selalu bermanfaat. Jangan sampe terbesit di benakmu bahwa si dia maunya cuma dimengerti, sampe akhirnya kamu nggak sadar bahwa nasehat doi sebenarnya amat sangat berguna untuk hubungan kalian.

Buang jauh-jauh pikiran negatif kalian kalo nggak mau keadaannya semakin parah. Pacarmu bukan ngatur-ngatur kamu kok, itu adalah permintaannya karena dia juga pasti akan berusaha mengabulkan permintaanmu, bukti cintanya sebagai pacar. Jelas banget kan bahwa berantem nggak melulu nimbulin dampak buruk? Perselisihan kamu dan dia juga bisa menghasilkan dampak yang positif dalam hubungan asal kalian tetep positive thinking dan sama-sama mau memperbaiki keadaan.

5. Minta maaf lebih dulu adalah sikap dewasa yang sudah dibuktikan oleh para 'senior' yang hubungannya langgeng sampai tua

"Yang waras ngalah", perumpamaan yang sangat sederhana ini wajib dijadikan sebagai salah satu pedoman dalam hubungan kalian. Ketika emosi, manusia cenderung dikendalikan oleh ego dalam dirinya, siapa pun yang berada dalam situasi seperti ini jarang sekali bisa bersikap baik-baik saja. Jangan terbawa oleh situasi, kamu harus tetap berada dalam keadaan normal, tidak terpancing si dia yang sedang kesal.

Tunjukkan kualitas diri, bahwa kamu adalah seorang yang pemaaf. Bagaimana caranya? Maafkan pasangan agar amarah tidak mengalahkanmu dan minta maaflah padanya supaya masalah kalian cepat berakhir dan tidak berlarut-larut.

Hubungan percintaan tidak selalu berjalan mulus, pertengkaran akan selalu ada. Pacaran itu bukan hanya sekedar senang-senang, tapi juga proses mengenal pribadi masing-masing pasangan secara mendalam. Kamu akan mengetahui bagaimana cara berpikirnya, caranya menghadapi masalah, dan cara dia memberi respon terhadap masalah kalian lewat solusi-solusi terbaiknya. Kalau kamu cuma gedein gengsi sampai kapanpun hubungan kalian nggak akan adem ayem.


Tanamkan dalam hubungan kalian bahwa ngga ada menang dan kalah, hanya ada saling pengertian untuk kebaikan bersama.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya