Setiap kali ada kompetisi menulis, apa sih yang ada dibenakmu? Biasa saja atau ada rasa menggebu yang secara nggak langsung mewajibkanmu untuk ikut? Yup, hal ini pasti tergantung dari siapa yang mengadakan kompetisinya atau jumlah hadiahnya. Hehehe, nggak apa-apa, jujur aja karena kita sama!

Ada baiknya, kamu harus mencoba meski sekali tiap ada kompetisi menulis. Karena kesempatan nggak datang dua kali, kamu takkan pernah tahu seberapa besar potensi yang kamu miliki!

Berangkat dari situ, Hipwee Community punya beberapa trik supaya kamu berpeluang besar untuk menang tiap kali ada kompetisi menulis. Nggak peduli siapapun kamu, kamu punya peluang untuk menang dan punya track reccord positif di bidang kepenulisan!

1. Pakai cara 'bodoh' tapi dijamin manjur; follow akun-akun Instagram seperti Quiz Hunter dan semacamnya

Hiperaktif :)

Hiperaktif 🙂 via https://www.pexels.com

Di zaman modern seperti sekarang ini, sudah ada banyak cara untuk meraih kesuksesan sesuai bidangmu. Salah satunya adalah dengan menahan gengsi untuk mem-follow akun-akun seperti quiz hunter atau sejenisnya. Dengan demikian, kamu akan lebih update informasi tentang berbagai kompetisi, salah satunya adalah kompetisi menulis.


Saat temanmu yang lain sedang gencar follow akun-akun gosip atau artis kontroversial, ambil alih kesempatan ini untuk menjadi pribadi yang berbeda!


2. Tahu segmentasi atau target pembaca dari kompetisi yang kamu ikuti

Hayoooo, tahu nggak soal ini?

Hayoooo, tahu nggak soal ini? via https://www.pexels.com

Advertisement

Sebelum memikirkan soal alur tulisan yang akan kamu kirimkan, usahakan pertimbangkan dengan matang siapa saja target pembaca tulisanmu nanti. Para juri pun akan memberikan nilai positif buatmu yang tahu betul siapa target atau segmentasi dari hasil tulisanmu.


Caranya, kamu nggak boleh idealis atau egois dengan menuliskan sesuatu yang kamu sukai saja. Jadilah orang lain, tapi tetap berada pada ciri khas tulisanmu. Misalnya, kamu yang punya karakter pendiam, cobalah untuk menuliskan sesuatu dengan lebih ceria tanpa berlebihan. Contoh: 5 Keuntungan Punya Teman yang Pendiam; Bukan Berarti Membosankan!


3. Ikuti peraturan yang berlaku sedetil-detilnya. Jangan asal atau tulisanmu akan berakhir di 'tempat sampah'

Follow the rules!

Follow the rules! via https://www.pexels.com

Siapapun kamu, dari manapun asalmu, para juri nggak akan peduli karena yang mereka lihat adalah hasil dan bagaimana caramu memperlakukan tulisanmu. Yang namanya kompetisi, pasti ada beberapa peraturan seperti menyantumkan hastag, membagikan ke sosial media atau bahkan mengirimkan data pribadi lewat form yang tersedia. Nah, peraturan ini perlu kamu PATUHI, karena setidaknya tulisanmu sudah bisa masuk database dan sudah bisa dinilai.

Advertisement

Jangan anggap sepele segala peraturan yang ada di sebuah kompetisi menulis, karena sebagus apapun tulisanmu nggak akan diapresiasi tanpa adanya kepatuhan dalam prosesnya. Camkan hal ini, ya!

4. Buat tulisanmu realistis, unik dan BUKAN HASIL PLAGIAT!

Bikin unik :)

Bikin unik 🙂 via https://www.pexels.com

Gimana sih cara bikin tulisan yang unik dan bisa bikin para juri terpukau? Nih, ada contoh judul yang bisa kamu jadikan perbandingan; kira-kira bagus yang mana (?)


1. Tips Sederhana Membuat Pigura Foto dari Kardus Bekas; Hemat Waktu dan Budget!

atau

2. 4 Cara Simpel Membuat Bingkai Foto dari Kardus Bekas


Coba kamu nilai sendiri, judul mana yang sekiranya lebih komunikatif dan menarik sehingga membuat juri atau siapapun akan tertarik membacanya. Hayoooo, jawab di kolom komentar judul mana yang kira-kira paling bagus menurutmu, ya!

Artikel yang unik dan nggak ada unsur plagiasi memiliki peluang menang lebih besar di banding yang biasa-biasa saja. Juri seperti sudah bosan dengan tulisan yang hanya MENGIKUTI ARUS dan 'bagusnya dibuat-buat' karena diikutkan kompetisi. Jujur saja pada tulisanmu, karena setiap penulis itu unik sesuai karakternya!


Bahkan, kamu bisa lho menuliskan kejadian nyata di dalam kehidupanmu untuk diikutkan kompetisi, lho! Tinggal utak-atik sedikit supaya nggak terlalu 'santai', beres deh!


5. Kirimkan tulisanmu selambat-lambatnya 2 atau 3 hari sebelum kompetisi berakhir! Ingat, juri juga punya penilaian dalam hal kedisiplinan

Jangan malas!

Jangan malas! via https://www.pexels.com

Mengirimkan tulisan sehari sebelum kompetisi berakhir hanya akan menjadikan karyamu kurang dihargai. Karena jangan salah, para juri nggak sebodoh itu untuk nggak melihat kedisiplinan serta kegigihanmu dalam mengikuti kompetisi. Lagipula, periode kompetisi biasanya cukup lama, yakni sekitar 1 bulan bukan? So, apa lagi alasanmu untuk telat mengirimkan tulisan?


Sssst, tulisan yang dikirimkan jauh hari sebelum periode kompetisi berakhir akan mendapat apresasi dari juri, meski si pengirim bukanlah pemenang utama. Lumayan juga kan kalau kamu dapat hadiah hiburan plus penilaian positif dari juri?


6. Karena pada akhirnya, nggak ada yang mustahil selama kamu mau mati-matian mencoba 🙂

#RuangBelajarWardah

#RuangBelajarWardah via https://www.pexels.com

Kata para senior di bidang kepenulisan, satu-satunya cara supaya kamu lihai menulis adalah dengan MENULIS, MENULIS dan MENULIS! Selain faktor keberuntungan, hal tadi bisa menyukseskanmu menjadi seorang penulis, blogger atau bahkan kritikus jurnalistik yang handal suatu saat nanti. Jangan banyak mengeluh dan tanya sana-sini, karena kamu cuma butuh kepercayaan diri.


Coba praktikkan, sampai kamu tahu bahwa menulis dan memenangkan hadiah dari sebuah kompetisi itu bikin KETAGIHAN!


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya