8 Jawaban yang Bisa Kamu Lontarkan Ketika Ada Orang Bertanya: “Kenapa Sih Suka Banget Naik Gunung?”

 

“Kenapa suka naik gunung?” 

Nah, buat kamu yang emang dari oroknya suka naik gunung, pertanyaan semacam ini pasti pernah temen temen kamu lontarin ke kamu. Mereka yang ga pernah naik gunung pasti juga bingung sama elu. Dipikir-pikir, naik gunung itu gak dapet apa-apa kan ya? Udah capek, dingin, dari basecamp ampe puncak, juga kudu manggul carier segede gajah. Duh! Bisa-bisa kamu pulang dari gunung gak bisa jalan seminggu!

Anehnya, walaupun temen-temen kamu suka nge-bully dan bingung kalo kamu suka naik gunung, kamu pun toh gak bisa ngejelasin kenapa suka ndaki. 

Nah, buat kamu yang termasuk golongan baris innocent (dibaca: yang enggak tahu), Hipwee bakal ngasih kamu alasan alasan yang biasa dilontarin orang, Kalau ditanya “Kenapa suka naik gunung” 

 <>1. Mendaki gunung adalah proses mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengagumi dan menikmati ciptaan Tuhan dengan cara yang luar biasa.

Mereka yang suka mendaki ini keren guys! Gunung adalah hasil karya Sang Pencipta yang kerennya tiada duanya banget. Dengan naik gunung, kamu akan melalui banyak proses yang gak gampang. Dari situlah, kamu bakal sadar, kamu gka ada apa-apanya dibandingin gunung yang sedang kamu daki itu.

Peluh yang kamu keluarin, tubuh yang menggigil kedinginan, seakan ngebuat kamu sadar, mereka sedang berdzikir menyebut nama sang Penguasa jagad. Dan dari titik itu juga, kamu bisa menghargai hidup dan bersyukur atas agungnya ciptaan Tuhan Yag Maha Esa.

<>2. Mendaki gunung itu sama halnya dengan mengenali diri sendiri. Sejauh kakinya melangkah, para pendaki ini juga sedang mencari tahu siapakah dirinya sebenarnya.

Ini adalah alasan yang sering dilontarkan juga oleh mereka yang suka naik gunung. Kok bisa? naik gunung ngebuat kita sadar atas pribadi kita sendiri atau teman sependakian kamu? Kok bisa sih, naik gunung bisa bikin kamu sadar karakter kamu? Kok bisa? Emang naik gunung sama kayak konsul ke psikolog, gitu ya? Hahaha, Oke, gak usah panik, jadi jadi, teorinya seperti ini: 

Temen kamu       : “Bro, minta airnya dong, punya gue abiss nihh”

Elu                        : “Duhh, punya gue abis juga bro, tahan bentar ya?” 

*terpaksa boong karna kamu juga takut air kamu abis kalo diminta, kan kamu juga butuh airrr kan yaa 

Nah, dari kondisi kamu diatas, bisa aja disimpulkan kalo kamu egois! Kenapa bisa seperti itu? Karena, orang naik gunung itu bukan sekedar naik dan turun trus bisa upload foto dengan bangganya. Semuanya tentang proses, jadi intinya itu sebenarnya bukan nyampe puncak, tapi mendalami moment ndaki.

Coba deh kamu tanya sama diri kamu sendiri, saat kamu capek siapa yang bantu? Saat kamu gagal semangat, siapa yang cerewet jadi tim horeee? Saat kamu udah gak kuat? Siapa yang mau nungguin kamu? Saat kamu mendadak kena hipoksia?

Siapa yang dengan sabar nenangin kamu, memotivasi kamu supaya seloww, ngebuat kamu bisa move up dan termotivasi meneruskan perjalanan? Nah proses inilah yang penting, proses inilah yang bakal ngasih liat kamu, siapa mereka yang setia dan siapa yang *Ehm, tau sendiri lah..

Jadi, kalo ada yang bilang naik gunung biar bisa kenal diri sendiri, itu bener. Karena disini, kamu bakal sadar, apakah kamu sabar, bisa toleran sama temen, atau mungkin dari ndaki ini kamu bakal sadar kalo kamu ternyata manja, kekanak kanakan dan lain sebagainya.  

Kadang kala, sifat asli sesorang akan keluar dalam kondisi dan situasi, yang serba kekurangan. Iyaa, kekurangan, kurang air, kurang makanan, kurang selimut, kurang istirahat, kurang kehangatan, kurang perhatian, kurang kasih sayang *Ekhh

<>3. “Kenapa naik unung? | “Biar dapet jodoh”
Jangan liat gambarna, liat message nya!

Jangan liat gambarna, liat message nya! via https://jungkirbalikhidupgue.wordpress.com

Nahhh, ini nih, ada juga loh, yang naik gunung biar bisa dapet jodoh (dikira gunung itu biro atau mak combbang kali, hehe). Tapi ada kok yang berpendapat kayak gitu, dan nyatanya, ada juga loh yang nikah gegara ikut satu organisasi pecintaan alam.

Mungkin rasa nyaman itu tuhh, didapat dari kesetiaan saat naik gunung. Yang yaa, bisa jadi berkonklusi. Kalau di gunung yang serba kekurangan aja setiaa, apalagi dirumah tangga. *tsaaaah 

<>4. Kenapa naik gunung? Ya, karena gunung itu ada, dan kayaknya sih bisa didaki, ya?

Ini adalah alasan yang kerennya apalah-apalah. Iyaaa, kenapa naik gunung? Ya, karena gunung itu 'kan ada, kelihatan, gede, dan bisa deh kayaknya didaki. Iya kan?

<>5. Hampir sama dengan sebelumnya. Kalau ditanya kenapa naik gunung? Katanya, ‘biar bisa nurunin gunung!'
Trek turunnya itu loh, sweet !

Trek turunnya itu loh, sweet ! via http://islamireligius.blogspot.com

Ini kerennya sampai membuat orang yang bertanya mungkin bakal diem saking emosinya kagetnya. Terkagum-kagum, jawaban yang cerdas dan klepek-klepek-able. 

<>6. Naik gunung itu bisa bikin kita lebih peka, dan makin sayang sama INDONESIA!

Soe Hok Gie, yang kamu tau film ‘Gie’, film yang cool dan cukup bikin pendaki kesengsem. Film ini menampilkan sosok seorang aktivis muda yang selain berkonflik dengan kehidupan politiknya, juga menceritakan tentang seseorang yang suka mendaki, bapak Gie. Beliau ditanya, kenapa suka naik gunung, dan menjawab:

"Untuk bisa mencintai Indonesia, kita harus 'mengenal' negeri ini dari dekat."

<>7. Naik gunung? Hahaha, Gue sih mikir itu sebagian dari program diet!

Yesss, bener, naik gunung adalah olahraga yang gak bisa setengah setengah! Kita gak bisa berhenti ditengah-tengah jalan cuma gegara kita capek. Kita, secapek-capeknya raga harus tetep moving up buat bisa nyampe puncak atau sekadar bisa menghindari yang namanya dingin dan menyudahi semuanya. Naik gunung itu membakar kalori, bikin kita kurus, dan tambah seksi! Yo go girl! 

<>8. Naik Gunung? Biar bisa mandiri !
Mandiri itu masakkk, sendiri, :D

Mandiri itu masakkk, sendiri, :D via https://jungkirbalikhidupgue.wordpress.com

Ini masuk akal, karna digunung, kita gak punya banyak possibilities untuk ngebuat kerjaan kita mudah, semuanya harus manual dan kudu dilakuin kalo tetep intend naik gunung. Disana cuma ada 3 hal yang sangat mungkin, Tuhan, alam dan diri sendiri.

Anyway, dengan keterbatasan yang kita punya, kita akan berusaha menjadi manusia yang mandiri, yang saling bahu membahu sampe puncak, pun ngurus semua semua sendiri. Ada yang menganggap mandiri disini sebagai suatu proses, ada juga yang hidup, dalam proses itu sendiri. Hidup maksudnya, mereka tahu mereka bakal repot, susah, dingin, #serbasendiri, tapi mereka enjoy ngelakuinnya. 

Naik gunung itu bukan sekadar nyampe puncak terus pulang dengan segudang foto yang dipamerin, naik dengan kaos berlabel yang bisa ngasih publik tahu kalau kamu beredar atau naik untuk tujuan absurd -- menaklukan alam.

Manusia itu cuma butiran debu, yang harusnya bisa sadar dan membandingkan diri yang kecil ini dengan gagahnya gunung yang sedang mereka daki. Mendaki juga bukan tentang puncak, toh puncak cuma benda mati, yang gak ada apa apanya kalo dibandingin sama mereka yang nemenin kita saat perjalanan menujunya. 

 

Kredit gambar andalan: http://nationalgeographic.co.id/forum/topic-201-3.html

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Manusia | Wife-nya Min Yoongi ! | Sok Sibuk | Pengagum berat Uzumaki Naruto | Oke banget buat coffee and tea | Pengen punya kucing tapi masih plan | Follaaaw gue disini saja ya gaisss: jungkirbalikhidupgue.wordpress.com | Yolo banget. Lets get it, bruh !

34 Comments

  1. Fariz Muhamad berkata:

    alasan yang paling masuk akal sebenernya ya pengen foto2 aja :v

  2. Syaiful Wahab berkata:

    Terkadang hoby gk bisa di jelaskan dengan kata2

  3. Adhel Sabastia berkata:

    klo anak2 skrng cuma mau selfie aja di gunung

  4. Tik Tok berkata:

    Hahaha, itu normal sih, asal ga over aja 😀

  5. Tik Tok berkata:

    Mungkin ‘ kagum ‘ adalah alasannnya, terlalu indah untuk tidak diabadikan… 😀

  6. Kalau suka naik gunung saja percuma klw cuma mengotori,meninggalkan sampah dan merusak…

  7. Tik Tok berkata:

    Iyes, mending bobok dirumah aja, daripada bobok digunung, tapi nyampah

CLOSE