Setelah menjalani sekitar 7 bulan kehidupan pernikahan, akhirnya aku dan suami memberanikan diri untuk mengontrak rumah. Seperti tulisan di blogku sebelumnya tentang "Alasan memilih tak tinggal di rumah mertua", aku memang lebih memilih untuk hidup mandiri setelah pernikahan dibandingkan tinggal di rumah orang tua atau mertua.

Bukan sombong karena merasa mampu hidup mandiri, tapi menurutku memang hidup terpisah akan lebih baik daripada menumpang.

Selain itu, ada juga pasangan yang memilih untuk tetap tinggal dengan orang tua setelah menikah, biasanya alasannya seperti ini :

  • Mereka anak terakhir, kakak-kakanya sudah menikah dan tinggal sendiri, jadi orang tua request untuk tinggal di rumah untuk nemenin mereka. Biasanya terjadi di pihak cewek (pengalamanku kebalikannya :D)
  • Keinginan untuk merawat dan menjaga orang tua di hari tua mereka
  • Pasangan adalah tulang punggung keluarga yang harus menanggung juga biaya hidup orang tua dan adik-adiknya

Tapi ada juga orang tua yang punya prinsip "Pohon pisang akan tumbuh subur jika dipisahin dari pohon induknya". Artinya sih kurang lebih "Anak akan berkembang hidupnya jika tidak bergantung dengan orang tuanya"

Nah, ini ada beberapa alasan mengapa tidak tinggal serumah dengan orang tua setelah menikah. Disimak ya!

1. Bisa mengatur rumah tangga sendiri

Aku mungkin bisa dibilang wanita penurut, tetapi bukan berarti suka di atur terlebih lagi kehidupan baru dalam rumah tangga. Hidup di rumah orang tua/ mertua semua sudah serba teratur dari awal. Mau diubah, pastinya harus izin ini itu.

Apalagi jika tinggal di rumah orang tua atau mertua sampai lahiran anak pertama, umumnya masalah yang timbul adalah soal pengaturan pola asuh. Biasanya pihak ibu akan lebih berpikir mereka lebih paham dan berpengalaman dalam mengasuh anak, sedangkan pihak wanita akan berpikir untuk belajar pola asuh sesuai dirinya sendiri. Hal ini justru dikhawatirkan berdampak buruk pada pola perkembangan anak.

Memangnya kamu mau hidup gak nyaman karena di atur ini itu? Bukannya enggan dicampuri atau sekedar dapat masukan, tapi pastinya mau dong punya sebuah "teritori" yang bisa kita atur-atur sendiri?

2. Bangga Hidup dari Nol

Advertisement

Sebagai pasangan yang sudah menikah, ini adalah waktu yang tepat buat hidup mandiri. Kenapa? Karena kita sudah dewasa, harus belajar mengusahakan segalanya sendiri. Memulai hidup di atas kaki sendiri memang gak mudah, karena jika ada apa-apa harus bisa ditangani sendiri. Dengan hidup dari nol, kita juga belajar mengerti perjuangan orang tua kita membangun rumah tangga dari nol kira-kira 30 tahun lalu

3. Lebih termotivasi kerja

Di rumah sendiri, kita hidup serba tercukupi. Mau nonton sudah ada TV, mau minum es, sudah ada kulkas, mau nyuci sudah ada mesin cuci sendiri. Dengan hidup mandiri, kita belajar untuk mengumpulkan perabot sendiri. Mau ambil itu, inget cicilan lain belum lunas. Mimpi punya rumah sendiri?

Pastinya dong, gak mungkin khan mau ngontrak seumur hidup.. Mikir lagi persiapan pendidikan anak dan tanggungan lainnya. Hal ini justru akan memotivasi kita untuk kerja lebih giat lagi demi kehidupan yang lebih baik.

4. Belajar menyelesaikan masalah

Dalam rumah tangga pastinya ada masa sulit antara suami dan istri. Enaknya tinggal terpisah, orang tua tidak perlu melihat kalian yang sedang panas dan bertengkar hebat khan? Bisa-bisa nanti malah jadi pikiran mereka. Hal ini pastinya bakal membuat kita malu juga khan? Dengan hidup mandiri, kita akan belajar menyelesaikan masalah sendiri tanpa diketahui orang tua atau saudara lainnya.


"Togetherness is finite. There is nothing like forever. Time ends. At different times for different people. So, we should always be thankful for the time that we spent together" – Aditi Bose, My Dream


Masa sulit tinggal bersama untuk pertama kalinya memang akan terasa berat di awal, tapi semuanya akan jadi kenangan yang tak akan kalian lupakan.

5. Tidak Lagi di Posisi Memilih yang Sulit

Beberapa bulan tinggal bersama orang tua atau mertua, aku melihat pasangan sering berada dalam posisi yang sulit, karena harus adil dan buka seolah-olah harus memilih salah satu pihak. Meski sebenarnya bukan begitu, tapi kadang aku membuatnya seolah-olah dia harus memilih antara aku dan orang tuanya.

Ya, namanya hidup terkadang ada hal yang tidak memuaskan semua orang atas kesalahpahaman yang terjadi. Ada keuntungan dan kerugian juga jika pasangan kalian anak tunggal/bungsu, karena kalian akan diminta untuk tinggal di rumah orang tua mereka

+ Bisa tambah dekat dengan orang tua pasangan

+ Biaya tempat tinggal bisa ditekan karena ngumpul dengan mertua

+ Biaya listrik, makan, air dll bisa lebih hemat karena satu rumah

- Relationship mertua-menantu antara ayah – suami atau Ibu – istri biasanya agak sensitif. Apalagi jika pasanganmu cewek :")

- Wilayah privasi lebih sedikit

6. Berkembang di Lingkungan baru

Jika sebelumnya kita dikenal sebagai anak Pak Y dan Ibu G, ini saatnya kita akan dikenal masyarakat dengan status baru. Mungkin di tempat baru kamu tidak akan dikenal sebagai anak Pak Y dan Ibu G, karena di lingkungan baru kita akan dikenal sebagai diri sendiri, keluarga kita sendiri.

Jadi, kesimpulan dari ini semua bukanlah hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tapi dengan hidup terpisah dari orang tua akan membuat ikatan dirimu dan pasangan akan semakin kuat, mandiri dan pastinya berkembang.

Memang sih untuk melengkapi kebutuhan rumah tangga itu sulit, karena subsidi orang tua tidak akan kita rasakan lagi, tapi jangan dijadikan alasan ya. Hidup terpisah bukan berarti komunikasi dan silahturahmi putus lho, bagaimana pun orang tua dan mertua adalah part yang terpenting bagi kita ;)