Masa-masa SMA memang indah. Tapi ternyata nggak seindah sinetron. Ada lika-liku yang harus kita hadapi. Terkadang apa yang kita mau nggak bisa terwujud, perdebatan dengan orang tua soal kuliah, atau masalah-masalah sepele anak SMA pada umumnya. Tapi satu hal yang harus kamu tahu bahwa semua hal yang kamu hadapi di SMA bukan tanpa alasan, melainkan mempersiapkanmu menjadi pribadi yang sesungguhnya. Berikut ini 8 hal yang akan kamu rasakan ketika duduk di kelas 3.

1. Selalu merasa lelah dengan tugas dan ujian yang mengantri

papan ulangan isinya sudah kayak bon belanjaan via http://gmail.com

Ketika papan kecil di kelas mulai dipenuhi jadwal-jadwal ujian dan deadline tugas, disitu kadang kamu merasa lelah. Tapi apa boleh buat? Namanya juga sekolah. Apalagi sudah senior. Mentalmu akan diuji dengan tekanan dari sekolah demi masa depan yang lebih baik.

2. Guru-guru selalu bilang, "Kalian sudah kelas 12. Nggak ada enak-enakan lagi!"

guru pun jadi sukanya begitu via http://google.com

Katanya orang-orang, sih masa SMA itu waktunya senang-senang. Tapi kata guru-guru malah kebalikanya. Perkataan tersebut mungkin akan terngiang-ngiang di telingamu. Disitulah kadang kamu merasa tua.

3. Kegalauan muncul ketika dihadapkan dengan pameran universitas di sekolahmu

Advertisement

bukanya milih, malah bingung via http://edu.com


"Universitas kamu memiliki keunggulan yang nggak ada di tempat lain"



"Universitas kami memiliki lisensi international."


Pameran pendidikan itu berguna banget buat kamu. Tapi apa daya ketika tiap-tiap universitas mulai mempromosikan keunggulan masing-masing. Bukanya malah mendapat pencerahan, kamu malah bingung dengan jurusan dan universitas yang kamu akan pilih.

4. Kamu bakal ngerasain gimana serunya foto untuk buku kenangan

asiknya foto bersama via http://google.com

Foto untuk buku kenangan bisa jadi momen yang mengasyikan karena kamu bisa bebas mengekspresikan diri. Nggak lupa juga kamu pasti ribet sama temen-temen kelasmu soal tema, tempat foto, dan transprortasi.

5. Orang tuamu bakal banyak ngasih wejangan perihal kuliahmu

orang tuamu bisa jadi mentor yang paling kamu nggak sukai via http://vko.com


"Kamu masuk kedokteran aja. Masa depan kamu terjamin, deh."



"Ngapain masuk filsafat? Mau jadi atheis?



"Mama dan papa saranin kamu buat masuk teknik karena menjanjikan prospek kerjanya"


Namanya juga milih universitas, orang tua pasti rempong dong. Tapi gimana kalau keinginan kamu nggak sesuai dengan harapan orang tua? Disitulah kamu akan merasa seakan kehilangan jati diri.

6. Kamu bahkan akan terpengaruh dengan teman-temanmu

kamu berpeluang salah jurusan. Hati-hati ya! via http://ogle.com


"Bro, lu masuk jurusan apa?"



"Kimia bro. Lu apa?"



"Sama kayak lu kayaknya."


ketika sahabat-sahabatmu masuk universitas A dengan jurusan A, kamu pasti bakal mikir gimana kalau kamu masuk universitas A dengan jurusan A juga. Alasanya simple, biar ada temennya.

7. Kamu bakal berpikir untuk akan bekerja paruh waktu demi membiayai kuliahmu nantinya

kerja untuk membiayai kuliah sendiri via http://google.com

Kalau kamu anak konglomerat, nomer 7 ini bisa jadi tidak berlaku. Tapi buat kamu yang pas-pasan atau anak orang kaya tapi ingin hidup mandiri, pasti pernah kan memikirkan hal ini? Nggak salah, sih. Yang penting pekerjaanmu jangan sampai menganggu kuliahmu.

8. Rasa galaumu akan berakhir ketika kamu sudah mendapat universitas yang akan jadi almamatermu kelak

akhirnya dapat tempat kuliah via http://pintersent.com

Kalau kamu daftar di PTS dan sudah resmi dinyatakan sebagai mahasiswa untuk tahun berikutnya, kamu boleh bernafas lega. Tapi gimana sama anak yang nggak mengambil cadangan PTS dan meyakinkan diri ikut tes PTN. Kalau lolos ya syukurlah kamu bisa melanjutkan studimu. Kalau nggak? Biaya untuk daftar universitas akan sangat mahal bila kamu terlambat daftar.

Kamu pernah merasakan yang mana aja, nih?