Waktu kita masih sekolah dulu, biasanya di dalam kelas kita akan menemui berbagai macam karakter orang dari teman-teman sekelas kita. Ada yang pintar, ada yang dianggap “gaul” ada yang lugu dan pasti di setiap kelas ada anak yang dianggap culun yang selalu menjadi bahan olok-olok atau bullying teman-teman yang lain. Banyak dari kita juga yang mungkin pernah jadi salah satu pelaku bullying tersebut.  Biasanya, penyebab seseorang dianggap culun dan dianggap sah untuk menjadi korban bully di dalam kelas adalah anak yang susah bergaul, punya kebiasaan aneh dan punya pembawaan yang tidak biasa.

Tetapi, setelah bertahun-tahun berlalu, setelah status berubah sudah menjadi tidak pelajar lagi terkadang kita juga mengingat teman-teman kita yang pernah menjadi korban bullying kita. Cara yang paling mudah dan sederhana untuk mengobati rasa penasaran kita akan keadaan teman-teman kita yang dulu dianggap culun itu adalah dengan stalking akun sosial media mereka. Terkadang kita masih menemukan friendlist teman-teman lama kita di akun sosmed yang sudah cukup berumur. Apabila nama teman lama kita yang dulu dianggap culun tidak ada di daftar teman akun sosmed kita sekalipun, biasanya kita masih ingat nama mereka bahkan hafal sampai nama lengkapnya jadi tinggal cari di search box akun medsos tersebut untuk menemukan akun teman kita yang dimaksud. Dalam berbagai kesempatan, terkadang sering juga bertemu secara tidak disengaja dengan teman-teman lama kita itu.

1. Si Culun yang Sudah Tidak Culun Lagi

Orang yang Menjadi Bahan Bullying pun Bisa Berubah via http://images.medicaldaily.com

Salah satu kejadian yang bisa ditemui saat mencari tahu keadaan teman kita yang dulu dianggap culun adalah ternyata dia sekarang sudah tidak culun lagi. Maksudnya adalah dia sudah meninggalkan hal-hal yang menjadikan dia dulu seringkali dianggap pantas menjadi bahan olok-olok.

Dia sepertinya sudah bisa meninggalkan kebiasaan anehnya setelah lulus dari bangku sekolah. Dia juga sudah terlihat berhasil bersosialisasi dengan banyak orang dan mempunyai banyak teman. Dia pun terlihat lebih menikmati hidupnya di masa sekarang ini.

Mungkin proses pendewasaan secara umur dan perubahan status membuat dia lebih luwes dalam bergaul dan membawa diri saat masuk ke lingkungan yang baru setelah lulus. Kita bisa merasa ikut senang karena teman yang dulu mungkin pernah kita perlakukan tidak baik sekarang sudah memiliki teman-teman yang lebih baik dari kita di masa lalu.

2. Si Culun yang Sekarang Lebih Bahagia

Advertisement

Orang yang Dianggap Aneh Sekalipun Bisa Menemukan Dunianya via http://bloximages.chicago2.vip.townnews.com

Pribadi lain yang juga bisa ditemui saat stalking teman lama yang dulu culun adalah teman kita tersebut saat ini masih terlihat culun tetapi terlihat lebih bahagia. Maksudnya adalah dia masih mempunyai kebiasaan-kebiasaan aneh, terobsesi dengan hal-hal yang tidak wajar akan tetapi dia sudah menemukan dunianya. Dia sudah menemukan teman-teman yang mempunyai ketertarikan yang sama dengan dirinya dan dia saat ini sudah sangat mahir di dalam hal yang kita anggap aneh tersebut.

Hal ini terjadi mungkin karena dia memang sangat menggemari hal-hal aneh yang dulu menjadi bahan tertawaan kita tersebut kemudian dia akhirnya bisa menemukan orang lain yang sejalan denganya dan dia bisa mengasah kemampuanya di bidang tersebut. Bisa juga seiring berjalanya waktu, hal-hal yang dulu kita anggap aneh dan tidak wajar sekarang ini sudah tidak aneh lagi atau menjadi wajar. Jika bertemu dengan teman yang sekarang sudah seperti ini, kita masih sedikit bernapas lega meskipun terkadang juga mengerenyitkan dahi.

3. Si Culun yang Sekarang Malah Bikin Berasa Culun

Bullying Bisa Menjadi Stimulan Bagi Korbannya untuk Meraih Cita-Citanya via http://previews.123rf.com

Ada yang mengatakan jika hinaan, olok-olok dan perlakuan tidak baik di masa lalu jika ditanggapi secara positif akan menjadi suplemen bagi seseorang untuk menjadi lebih baik dalam rangka menggapai cita-citanya. Hal inilah yang mungkin terjadi kepada teman kita yang dulu sering kita bully dan ternyata kita tahu sekarang dia sudah mencapai banyak hal yang mengesankan bahkan jauh melebihi pencapaian yang kita dapat sampai saat ini. Kalau bertemu teman lama kita yang dulu sering kita bully dan ternyata sekarang kejadianya seperti ini, malah gantian kita yang jadi merasa culun sendiri.

4. Si Culun yang Konsisten

Terkadang Keanehan Seseorang adalah Bagian dari Dirinya yang Sulit diubah. via http://vignette4.wikia.nocookie.net

Dikatakan culun konsisten karena ketika kita melihat teman kita yang dulu sering kita bully di sosmed karena keanehannya atau karena beberapa hal lain ternyata masih mempunyai kebiasaan yang sama jika dilihat dari aktivitas sosmednya. Dia juga masih tidak mempunyai banyak teman bahkan kadang juga terlihat di medsos masih diolok-olok oleh teman barunya di masa sekarang. Perbedaannya justru di perlakuan oleh diri kita sendiri. Karena kita tahu riwayat dia yang sudah menjadi bahan bullying sejak lama, kita juga akhirnya menjadi empati dan memperlakukan dia sebagai teman baik di masa sekarang meskipun juga agak kikuk karena melihat kelakuan anehnya yang masih sama.

5. Si Culun yang Semakin Misterius

Bullying juga Bisa Membuat Korbannya Menjadi Antisosial. via http://google.com

Ada juga teman lama yang dulu sering dibully karena sifatnya yang susah bergaul dan tidak banyak bicara sekarang pun jika dilihat dari akun sosmednya masih terlihat sama. Akun sosmednya tidak sering terupdate dari awal dibuat, foto hanya beberapa itu pun hanya foto wajah dan terakhir diunggah sudah dari beberapa tahun yang lalu, tidak ada status terbaru isinya hanya online shop penjual pakaian dan gadget yang menandai akun sosmednya. Ada pula yang sengaja tidak mempunyai akun sosmed dan informasi yang bisa kita dapat hanya sekilas saja dari teman-teman yang lain. Kecurigaan mengira dia masih seperti dulu, pendiam, dingin dan susah didekati meskipun waktu telah berubah pun mengemuka.

Tipe teman seperti ini yang terkadang memunculkan perasaan bersalah atas apa yang sudah dilakukan dahulu membully dia semasa sekolah dan memunculkan perasaan ingin berjumpa secara langsung teman yang satu ini di masa sekarang untuk memastikan bahwa kecurigaan itu tidak terbukti.