Aku sadar bahwa aku tidak sempurna. Aku ini berbeda. Perbedaan itu membuat semua orang meninggalkanku. Perbedaan itu yang membuatmu melupakanku, kan?

Aku dan kamu seperti siang dan malam. Engkau sang siang yang mempesona. Hangatmu didambakan orang banyak. Sedangkan aku sang malam yang pekat, yang sukanya menyendiri dengan segala imajinasiku. Aku sang penyendiri dengan jutaan mimpi yang ingin ku kejar tetapi aku takut. Aku takut akan dunia. Aku takut dunia hanya memojokkanku dan akhirnya aku menyendiri seperti kebanyakan hari yang ku lewati.

Aku benci hiruk pikuk dunia. Aku memilih meninggalkan hingar bingar yang membuat dadaku sesak dan masih berusaha untuk tidak mudah putus asa. Tetapi, satu per satu manusia yang mampir dalam hidupku pelan pelan meninggalkanku.

Tapi, aku yang berbeda terasa berat untuk menerima segala kenyataan ini. Bahwa engkau yang penuh dengan tawa. Engkau yang penuh dengan semangat dan senyuman. Engkau yang terang dan mempesona. Engkau yang tampak seperti cahaya di gelapnya malamku.

Meninggalkanku. Engkau yang ku anggap sahabat, tidak menganggapku sahabat. Lagi-lagi, karena kita berbeda. Karena aku pendiam. Karena Aku Introvert. Karena aku Kuper. Lalu, semua orang meninggalkanku dengan sejuta alasan.

1. Aku si Pluviophile yang Jatuh Cinta dengan Rintik Hujan dan Mencurahkan Segala Sesak di Dada Pada Rinai Hujan yang Membasahi Bumi. Karena Aku Merasa Sudah Kehilanganmu.

Pluviophile, Pecinta Hujan

Pluviophile, Pecinta Hujan via https://500px.com

Aku sang Pluviophile yang suka menyendiri di bawah rinai hujan.

2. Aku Si Pendiam yang Mencurahkan Isi Hatiku Pada Lautan. Aku si Thallasophile yang Mendambakan Keanggunan Laut.

Thallasophile, Pecinta Lautan

Thallasophile, Pecinta Lautan via https://www.kincir.com

Advertisement

Aku sang Thallashophile, Menyendiri bersama lautan yang membentang. Larut bersamanya untuk menyampaikan segala keluh kesah yang menyesakkan dada.

3. Aku Si Pendiam yang Menjelma Menjadi Nyctophile, Penyuka Kegelapan Malam. Aku Merasa Nyaman dengan Keanggunan Malam dan Semilir Anginnya yang Syahdu. Malam Menghilangkan Rasa Gelisah yang Menggerogoti Dadaku

Nyctophile, Penyuka Malam

Nyctophile, Penyuka Malam via https://mymorningmeditations.com

Aku sang Nyctophile, yang menyusuri dinginnya malam menemukan jati diriku. Dan malam seolah menyapaku sekalipun dunia mencampakkanku.

4. Aku Sang Selenophile, Si Penyuka Bulan. Aku Menyendiri dengan Memandangi Keanggunan Bulan di Tengah Malam. Aku Sering Curhat Padanya , "Bulan, Kenapa Aku Berbeda? Bulan, Kenapa Semua Orang Meninggalkanku?"

Selenophile, Penyuka Bulan

Selenophile, Penyuka Bulan via https://mymodernmet.com

Aku Sang Selenophile, mendambakan pesona bulan yang menawan. Aku sering curhat padanya tanpa satu orang pun di bumi ini tahu.

5. Solitude yang Menyuka Bintang Gemintang Itu Adalah Aku. Aku Sang Astrophile, yang Jatuh Hati dengan Pesona Bintang di Langit Malam. Rasa gundahku seketika hilang hanya dengan memandangmu Bintang.

Astrophile, Penyuka Bintang

Astrophile, Penyuka Bintang via https://mymodernmet.com

Advertisement

"Wahai Bintang, Mengapa Aku Berbeda?"

6. Jangan Paksa Aku Menuju Keramaian, Karena Aku Lebih Memilih Hutan Sebagai Tempatku Menyendiri. Karena Aku Dendrophile.

Dendrophile, Penyuka Hutan

Dendrophile, Penyuka Hutan via http://www.fubiz.net

"Hutan, jangan katakan pada dia, bahwa aku merasa sendiri."

7. Siapapun Kamu, Ajak Aku ke Danau Hanya Berdua. Lalu Jangan Salahkan Aku Meninggalkanmu Untuk Beberapa Saat Karena Aku Butuh Waktu Untuk Menyendiri. Karena aku Menyukai Danau. Aku Sang Limnophile.

Limnophile, Penyuka Danau

Limnophile, Penyuka Danau via https://expatexplore.com

"Jika aku terlahir kembali, aku ingin sepertimu danau, engkau didambakan banyak orang. Banyak yang mengunjungimu, sedangkan semua orang menajuhiku"

8. Jangan Paksa Aku ke Luar Rumah. Karena Aku Merasa Tidak Ada Orang yang Dapat Ku Percaya. Aku Hanya Percaya Pada Tempat Tidurku. Di Mana Aku Bisa Menumpahkan Segala Rasa dan Sesak di Dada Lewat Diaryku. Aku Sang Clinomania

Clinomania, Penyuka Tempat Tidur

Clinomania, Penyuka Tempat Tidur via https://weheartit.com

Aku takut untuk keluar. Karena tak ada satu orangpun yang menerimaku apa adanya. Di saat, adikku mendapatkan banyak teman, ketenaran, kasih sayang. Aku lebih memilihmu kasur, karena aku bisa membuka diary-ku dan menumpahkan segala luka lara di dalamnya.

9. Tapi, Sadarilah Aku Juga Seorang Autophobe. Aku Tak Ingin Selamanya Menyendiri. Aku Butuh Kalian. Mendekatlah, Katakan Padaku Apa yang Salah Dariku, Agar Perbedaan ini Tidak Menjadi Jurang Pemisah Antara Aku dan Kamu.

Autophobe, Aku Tidak Mau Menjadi Penyendiri Terus

Autophobe, Aku Tidak Mau Menjadi Penyendiri Terus via https://www.familyfriendpoems.com

Siapapun kamu, jangan tinggalkan aku. Aku memang penyendiri. Aku memang menyukai kesendirian. Tapi, aku juga ingin keberadaanku diakui. Diakui layaknya manusia.

Aku percaya, aku tidak sendiri. Aku percaya bahwa Tuhan memberiku kesempatan untuk menjadi lebih berarti.

Jangan pernah menyerah untukmu si pendiam, penyendiri, INFJ , Introvert. Kau akan temukan orang-orang yang menerimamu apa adanya. Jangan menyerah dengan mimpi-mimpimu.

Jangan pernah pasrah dengan keadaan sekalipun engkau takut dengan dunia, percayalah bahwa kau akan menjadi besar bersama orang-orang yang kau cintai. Jangan larut dengan perasaanmu. Menyendiri itu baik, tapi bergabunglah sekalipun kadang engkau tak dianggap.

Berusahalah! Percayalah! Bahwa Suatu hari nanti keberadaanmu pasti akan diakui.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya