Orang melihatnya sih memang begitu, tapi beda pula dengan yang kita rasakan, rasa bosan dan penat juga sering kali menghampiri. Inginnya jalan-jalan, sekedar cari makan atau santai sejenak di warung kopi.

Anda kuliah tinggi -tinggi, selama 4 tahun (itupun jika lulus tepat waktu), kemudian mengharapkan dapat pekerjaan yang nyaman dan berpenghasilan menjanjikan. Mungkin memang seperti itu faktanya dan banyak dinginkan para almuni mahasiswa.

Jika lulusan administrasi perkantoran, manajemen bisnis, atau pun ekonomi harapannya akan dapat pekerjaan kantoran yang hanya 8 jam. Hidup sudah susah, jadi untuk apa dibuat susah lagi dengan kerja tak terbatas waktu. Hak-hak tak didapat dana apa yang di kerjakan tak sesuai dengan yang didapatkan.

Namun kenyataan seringkali tak sesuai dengan ekspektasi atau harapan, keliatan nyaman dan jadi idaman. Tapi ternyata ada perjuangan di balik rasa nyaman yang terlihat secara kasat mata.

Kali ini aku sekedar berbagi dari apa yang aku alami sendiri dan mungkin juga bisa jadi informasi bagi pembaca. 

1. Sering ketemu atasan, jadi nggak bisa sebebas seperti kerja di lapangan.

jaga sikap yaa

jaga sikap yaa via http://goolge.com

Memang sih, ruangan setiap karyawan bisa saja berbeda dan belum tentu juga selalu bertatap muka, namun ada kalanya  bisa di lihat dengan jarak jauh entah dari CCTV (jika bos yang mantau) ataupun dari sela-sela sekat yang ada.

Advertisement

Kadang pula tanpa disadari si bos keliling di ruangan karyawan dan tanpa disadari karyawan sedang asik sendiri main hp atau game, jika kurang beruntung, teguran yang kau dapatkan atau bahkan hujatan.

Lain halnya jika kerja di lapangan, monitoring hanya melalui handphone, kalaupun ada miss, teguran langsung hanya melalui telefon atau pembahasan di grup whatsapp.

Setelah pusing atau penat dengan kerjaan pun, setelahnya bisa di atasi dengan mampir di warung kopi atau sekedar guyonan dengan rekan kerja atau si penjaga warung itu sendiri.

2. Berjajam-jam di depan komputer, kadang bikin lupa waktu sampai rasa lapar mengingatkanmu

ingat waktu ya, jangan hanya kerja

ingat waktu ya, jangan hanya kerja via http://google.com

Advertisement

Namanya juga sebagai admin, berarti yaa berkutat pada administrasi baik soal keuangan atau berkas-berkas yang pastinya mengandalkan media komputer. Indra penglihat dan otak yang bekerja paing banyak, di tuntut fokus agar tak ada kesalahan sekecil apapun yang terjadi.

Tak beda jauhnya saat kita main game di Handphone berjam-jam, mata bisa juga terasa pedas dan lelah hingga kita sendiri lupa waktu.

Seakan terhipnotis dengan pekerjaan yang tiada habisnya dan berkata “nanggung, dikit lagi selesai” hingga akhirnya jam makan pun dikorbankan. Kemudian saat perut benar-benar terasa kosong dan perih baru sadar dan mengecek jam, “looh sudah sore saja ini jam, belum makan gue dari tadi, kerjaan kok belum kelar-kelar juga.”

Yaah, meskipun ada chat gebetan yang mengingatkan untuk “jangan lupa makan ya, istirahat dulu, di lanjut nanti lagi kerjanya” akan terkalahkan dan tertumpuk oleh chat-chat group kantor yang perlu diprioritaskan.

3. Kurang bergerak dan berpetak-petak, Seakan dalam masa pengasingan dan ingin sekali dibebaskan.

terlihat memboskan ya

terlihat memboskan ya via http://google.com

Kerjanya memang hanya duduk di depan komputer, ngetik, dan garap laporan setiap harinya dengan tempat 1-2meter persegi. Memang terlihat nyaman, duduk di kursi empuk, di bawah AC yang dingin dan jauh dari polusi ataupun panas dan hujan.

Orang melihatnya sih memang begitu, tapi beda pula dengan yang kita rasakan, rasa bosan dan penat juga sering kali menghampiri. Inginnya jalan-jalan, sekedar cari makan atau santai sejenak di warung kopi. Tapi yaa apalah daya, kerjaan tak bisa di tinggalkan lama-lama, masak iya bawa PC/laptop keluar, sama saja kerja itu namanya (bukan bersantai).

Apalagi saat ada jam lembur, kerjaan rasanya semakin terasa berat dan menyiksa. Melihat mereka-mereka yang kerja bagian lapangan, selesai laporan bisa langsung pulang dan kembali ke urusan pribadi.

Sedangkan  kita, harus tetap tinggal di kantor yang kadang sendirian dan ingin sekali rasa teriak “kenapa kerjaan gue gini-gini amaat”.

4. Hanya bertemu dengan orang itu-itu saja, sehingga tak ada cerita yang menarik untuk di bagi selepas kerja.

cerita kerja

cerita kerja via http://google.com

Sepulang kerja adalah kesempatan untuk berkumpul dengan rekan kerja yang lain atau teman sesama karyawan di perusahaan lain. Namun lain job lain pula cerita yang di sampaikan, kegiatan di lapangan pastinya lebih menarik di dengar, meski terdengar mengenaskan, tapi kadang bikin ketawa tanpa peduli yang disakannya (sorry broow).

Jadi apa yang menarik bekerja di depan komputer? Yaah, gue bisa wifia-an full time, nonton film di PC, dan santai-santai tanpa kepanasan atau kehujanan (bukan maksud pamer ya broo).

5. Katanya kerja team, tapi itukan urusanmu. Jadi yang di lapangan tak mau tahu.

jangan berdebat

jangan berdebat via http://google.com

Membahas soal kerjaan dan profesionalitas kerja, pasti kita akan menemukan ketidak cocokan hinggan menimbulkan keributan. Di sisi lain setiap posisi kerja adan tugas dan tanggung jawabnya sendiri-sendiri, tapi ada pula kesinambungan yang perlu dipahami bersama.

Jika petugas lapangan melakukan apa yang di berikan dari kantor, begitu pula yang bertugas di kantor juga akan mengawasi dan melaporkan apa yang sudah di kerjakan di lapangan.

Masalahnya, jika keduanya sudah merasa paling benar dan tau mau ada yang di salahkan, hanya akan menimbulkan perdebatan dan suasana kantor jadi semakin memanas. Apalagi waktu sudah semakin larut malam, pekerjaan beum selesai, di tambah lagi ada masalah yang tidak seharusnya terjadi.

Memang ada saatnya tugas di lakukan sendiri-sendiri sesuai tanggung jawabnya, tapi ada saatnya pula permasalahan di selesaikan bersama agar tidak menimbulkan perdebatan yang tidak ada gunanya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya