#BelajarDiNegeriOrang-Tak Selamanya Belajar di Luar Negeri Itu Harus Pintar, Ini 5 Pemikiran Keliru tentang Belajar di Luar Negeri!

Belajar di luar negeri harus pintar dan berprestasi? Benarkah?

Kalau kamu bertanya, Apakah orang yang ingin belajar di luar negeri itu harus berprestasi? Harus pintar? Harus punya nilai atau IPK tinggi? Maka, jawabannya tidak selalu. Melanjutkan pendidikan ke luar negeri itu memang menjadi impian bagi sebagian anak muda di Indonesia. Tapi, sayangnya banyak sekali alasan yang membuat mereka-mereka ini enggan untuk melanjutkan belajar di luar negeri.

Dari mulai, “Duh, nggak bisa bahasa inggris..”, “Aku nggak punya prestasi apapun!”, “Sulit! Aku nggak bisa!” Sebenarnya yang buat sulit dan nggak bisa itu apa sih? Yuk, coba kita perhatikan dan lihat apa saja sih mental blok atau pemikiran-pemikiran keliru yang harus dihindari bagi Kamu yang mau kuliah di luar negeri. Yuk disimak!

Advertisement

1. Seseorang yang ingin belajar ke luar negeri, haruslah pintar dan punya banyak prestasi

Photo by Unsplash

Photo by Unsplash via https://unsplash.com

Bagi kamu yang ingin sekolah di luar negeri, mental seperti inilah yang harus dihindari. Malahan mentalitas seseorang lebih penting dari pada hanya sekedar pintar. Seseorang yang merasa dirinya tidak pintar, sebenarnya sedang mengkotakkan dirinya sendiri atau bisa disebut dia mengalami mental block.

Artinya, dia bukan saja memposisikan dirinya tidak pintar, tapi juga dia pun seakan-akan memposisikan dirinya tidak layak. Kalau memang kamu merasa tidak pintar, seharusnya kamu pun tahu sisi ketidak pintaran mu itu dimana? Misal, kamu tidak pintar di bidang bahasa inggris. Ya sudah, kamu hanya perlu belajar lebih giat lagi belajar lebih keras lagi untuk bisa bahasa inggris.

Advertisement

Nah, jadi kalau kamu tidak pintar bahasa inggris, bukan berarti kamu tidak pintar sungguhan kan?

2. Memposisikan diri sebagai pemohon untuk mendapat bantuan dana ketika ingin mendapatkan beasiswa

Photo by Unsplash

Photo by Unsplash via https://unsplash.com

Kuliah di luar negeri memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu banyak yang ingin belajar di luar negeri melalui jalur beasiswa. Akan tetapi, terdapat mindset yang salah ketika kita sebagai orang yang ingin mendapatkan beasiswa, malah terkesan menjadi pemohon atau malah ngemis kepada pihak lembaga beasiswa tersebut.

Advertisement

Penyedia beasiswa tersebutlah yang sebenarnya membutuhkan kamu. Emang iya? Kok bisa?

Memang kelihatannya kita seperti yang kedapatan enak-enaknya. Dari mulai menerima dana kuliah secara cuma-cuma, dana uang saku, tempat tinggal, makan dan minum, jalan-jalan di negeri orang. Tapi, keuntungan yang penyedia beasiswa dapatkan pun tidak kalah besar.

Keuntungan yang pertama yang didapatkan oleh penyedia beasiswa adalah, kehadiran mahasiswa internasional meningkatkan peringkat suatu univeristas yang akan di tuju. Keuntungan kedua, mahasiswa internasional pun dapat meningkatkan perputaran ekonomi dan pemasukan negara tujuan.

Keuntungan ketiga, biasanya adanya ikatan kerja yang di adakan oleh penyedia beasiswa. Jadi, jika kamu semakin berpikir bahwa diri kamu dan penyedia jasa beasiswa itu sejajar, maka kepercayaan diri kamu pun akan naik dan lebih optimis, Kamu pun menjadi pantang menyerah untuk mendapatkan beasiswanya.

3. Nanti akan bakalan susah untuk beradaptasi di negeri orang

Photo by Unsplash

Photo by Unsplash via http://unsplash.com

Apakah kamu akan berpikiran seperti ini ketika ingin belajar di negeri orang?

Usaha adalah solusi untuk menyesuaikan diri. Mungkin pertama-tama kamu akan merasa kaget dengan lingkungan baru, dengan cara belajar baru.

Tapi, itu semua bisa dipelajari dan di atasi. Hanya perlu usaha dan kemauan untuk belajar saja, kok.

4. Mau dapat Beasiswa atau Belajar di Luar Negeri itu harus bisa Bahasa Inggris

Photo by Unsplash

Photo by Unsplash via http://unsplash.com

Memang benar jika kamu ingin belajar ke luar negeri seperti Australia, Singapura, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Selandia Baru, kamu harus bisa bahasa inggris bahkan harus menyertakan sertifikat TOEFL atau IELTS.

Tetapi, jangan kamu sama ratakan semua nya harus bisa bahasa inggris. Ada loh, beberapa penyedia beasiswa luar negeri yang tidak mensyaratkan hal tersebut. Bahkan mereka, ada yang menyediakan kursus bahasa negara setempat. Jadi, jangan patah semangat ya!

5. Kemampuan Otak adalah Segalanya, Masa iya?

Photo by Unsplash

Photo by Unsplash via http://unsplash.com

Pada akhirnya kemampuan otak bukanlah segalanya. Pada awalnya mungkin kamu tidak bisa matematika, tapi jika kamu berusaha maka akhirnya pun kamu akan bisa matematika.

Coba bayangkan kamu ketika dulu baru belajar berjalan, apakah langsung bisa? Apa jatuh-jatuh dulu? Demikian pula dengan usaha, kalau langsung bisa rasanya tidak adil dong.

Nah, untuk bertahan tetap semangat, diperlukan kemampuan lain selain kemampuan otak. Yaitu, kemampuan mengelola hati, emosi, agar dapat menjaga diri kamu untuk tetap terus semangat pantang menyerah agar tidak padam.

Jadi, jika kamu ingin kuliah atau belajar di luar negeri ya percaya diri aja! Apalagi ada Qatar Airways Student Club yang dapat membantu impian kamu untuk #BelajarDiNegeriOrang! Semangat mewujudkan impianmu belajar di luar negeri dengan percaya diri dan semangat pantang menyerah!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya lebih dikenal dengan panggilan fina. Saya mempunyai hobi melukis dengan media cat air dan menulis beberapa jenis tulisan. Dan kesibukan saya sekarang ada sebagai mahasiswa.

CLOSE