Kini penyesalan hadir di benakku. Cinta yang terpendam membuatku layu. Dalam hidupku yang tak mampu mengucapkan cintaku untukmu

 

1. Antara benci dan rindu

Desir angin bertiup di atas samudera nan luas. Sebuah pulau karang berdiri dengan kokoh, badai dan topan menderu

Hawa dingin melanda sekujur tubuh, malam gelap mencekam dan sekujur tubuh tergeletak dengan mata tak bisa terpejam di pembaringan membayangkan sekilas wajah yang selalu menjelma dalam angan-angan. Wajah itulah yang mencampakkan diriku ke jurang yang dalam

Kini aku sangat membencinya, aku muak melihatnya. Aku sudah berusaha membuyarkan tampangmu. Tapi warna-warna kelam membutakanku. Hati semakin resah dan gelisah

2. Rintihan hati kian menjadi

Di dalam rembulan malam terlukis wajahmu, aku selalu rindu dan terbayang. Hatikupun selalu terpukul. Aku tersiksa karena dirimu, yang tak mengganggap aku ada.  Ingin aku melepas dan melupakanmu agar rasa tertekan ini terbunuh

Apa yang harus aku buktikan dan apa yang harus kulakukan untuk membuktikan rasa cintaku dan rasa yang ada dalam lubuk hatiku

Serahkan hatimu padaku dan hanya tercipta untukku. Aku bersumpah bahwa aku pemilik hatimu satu-satunya. Dan cinta ini tak akan pernah sirna selama detak jantungku berdentang.

3. Aku Menantimu. Kumohon kembalilah padaku dan hilangkan rasa rindu dan benci ini, sayang!

Kembalilah padaku, kau pergi tanpa ucap kata. Kau pergi dengan begitu saja. Entah mengapa kau lakukan ini semua. Hati diselimuti rasa bertanya, "kemanakah engkau pergi melangkah dalam do'a?" aku berkata "tolong lindungi dia wahai Allah"

Andai kau tau bahwa aku sangat mencintaimu.
Aku menyayangimu dengan setulus jiwa dan ragaku.
Dan dalam hatiku telah terukir namamu yang kau ukir dengan janji setiamu.

Cintaku tolong kembalilah padaku. Datanglah kepelukanku dan jangan pergi lagi dari hidupku, karena aku sangat mencintaimu.

4. sakit mungkin

Sakit mungkin, harapan yang ada di angan terhalang oleh ombak yang lebih besar mengusai. Aku memang karang yang tak bisa berbuat apa-apa ketika ombak datang menerjang, hanya terdiam dan menerima deraian ombak yang terlintas. Dalam benak aku ingin berjuang, tapi takdir membungkam

Sakit mungkin, menerima apa yang seharusnya kita tidak terima. Di dalam hati kekesalan menggerogoti dan menusuk-nusuk kekecewaan diri. Aku hanyalah orang biasa yang harus tunduk pada kehendak-Nya.

5. Aku merindukanmu dan kau akan aku nanti

Ceritakanlah jika masih sanggup saat hatimu meronta tak tertahan

Hingga bangga segala jiwa. 

Duhai terkulai dalam ramai

Titian mana kau lalui

Tengadah sepanjang jalan

Akankah sampai titah pada langkah

Bersama bumi segala kasih

Bercumbu bulan seindah sayang

Sunyi merindui

Dikau duhai sang perindu

Kepakkan lebar berlayar

Asa merajut penuh

Tanpa kata cerita terurai

Riak membuncah memenuhi bilik

Aku nanti kau kembali

To: " A "

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya