Merasa yakin dengan pasangan belum tentu akan berjalan langgeng hingga ke perlaminan. Banyak hal yang perlu dipelajari sebelum kamu memutuskan untuk menikah!

Nggak melulu soal sayang dan cinta, tapi juga materi yang cukup dan seberapa jujur dia dalam berkomunikasi denganmu. Misalnya, mengenal sifat luar dalam, belajar menerima masa lalunya atau berusaha mengutarakan secara jujur mengenai 9 hal berikut ini:

 

1. Meski nggak ada hubungannya, menanyakan dia pernah keluar pekerjaan beserta alasannya itu penting!

apa hubungannya

apa hubungannya via https://pexels.com

Sepertinya tidak ada hubungan antara pekerjaan dan keyakinan untuk menikah. Eits, tapi jangan anggap sepele! Orang yang resign dari perusahaannya bisa jadi karena persoalan prinsip. Jika dia sering resign hanya karena berbeda prinsip, lalu bagaimana dengan rumah tanggamu, guys? Bicaralah soal ini, untuk mengetahui responnya terhadap kebutuhan finansial dan pekerjaannya.

2. Jujur dan terbuka soal materi; gaji, sifat boros dan cara manajemennya

Uang tentunya

Uang tentunya via https://www.google.com

Masih menyangkut materi, namun lebih ke sifat individu. Jujurlah pada pasangan apakah kamu termasuk orang yang boros, mempunyai hutang, memiliki tanggungan keluarga, gaji masih serabutan atau hal lain yang berhubungan dengan uang. Hal ini akan menentukan seberapa cocok kalian untuk saling melengkapi kekurangan.

3. Perasaan tidak suka terhadap teman yang bisa menimbulkan cemburu, agar pasanganmu bisa bersikap nantinya

Berteman itu perlu, tapi nggak semua teman cocok dengan kepribadian kita. Begitu juga dia, mungkin ada satu atau dua teman yang nggak begitu disuka. Ketidaksukaan ini patutnya dibicarakan sebelum kalian menikah agar nggak timbul masalah di kemudian hari.

4. Jujurlah soal pengalaman masa lalu, termasuk mantan dan masa-masa terburukmu

Nggak terelakkan bahwa tiap orang pasti memiliki masa lalu yang bisa mempengaruhi sikap dan pandangan mengenai masa depan. Beberapa sikap trauma inilah yang harusnya kamu share dengan pasangan. Ungkap hal-hal sedih di masa lalu yang bisa meningkatkan empati dan rasa saling mengerti.

5. Berbagi tujuan hidup seperti visi dan misi sejak dini, supaya nggak ada kekacauan di kemudian hari

Alasan kalian menikah adalah untuk menyatukan tujuan hidup. Jadi, nggak ada salahnya untuk saling berbagi, mendukung  dan saling mengisi soal visi dan misi yang ingin kalian capai setelah menikah.

6. Pengalaman seksual pun sangat penting buat dibagi. Eits, begini penjelasannya

ini yang penting

ini yang penting via https://pexels.com

Kebutuhan seksual adalah hal yang mendasar dalam pernikahan. Tak sedikit orang baru mengetahui pasangannya bahwa ia nggak perawan atau memiliki masa lalu yang kurang baik. Agar lebih legowo dan mampu menerima pasangan apa adanya, hendaklah saling jujur satu sama lain soal pengalaman seksual.

7. Sambil lucu-lucuan, coba deh rencanakan jumlah anak yang kalian inginkan nanti

mau berapa ayo

mau berapa ayo via https://www.google.com

Meski belum menikah, jumlah anak yang diinginkan juga harus disepakati bersama. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman, karena masalah ini bisa krusial di masa depan.

8. Mumpung belum terlambat, alasan mengapa kalian bisa saling sayang dan memutuskan menikah itu apa sih?

banyak yang gk bisa jawab

banyak yang gk bisa jawab via https://www.google.com

Tanpa perlu dijelaskan, masih banyak pasangan yang bingung menjawab pertanyaan tersebut. Belum menemukan jawaban alasan kalian menikah? Wah, perlu dievaluasi tuh keputusan menikahmu!

9. Terakhir, capailah semaksimal mungkin target yang ingin dicapai sebelum menikah

target nya apa

target nya apa via https://pexels.com

Banyak kok pasangan yang akan menikah jika list keinginannya sudah tercapai. Misalnya, pria akan menikah jika sudah mapan, mencapai jabatan tertentu atau menyelesaikan sekolahnya terlebih dahulu. Dan biasanya, yang paling susah menerima keadaan tersebut adalah para wanita yang kebelet nikah. Tahan dulu ya, kamu dan dia harus benar-benar berdiskusi serius. Jangan paksa menikah jika belum lega dalam mencapai target yang diinginkan. Toh, itu juga untuk kebaikan bersama.

Untukmu yang akan menikah, sudah sampai tahap mana nih?