Dengan kemajuan jaman yang sangat pesat tidak dipungkiri jika banyak perusahaan, organisasi maupun instansi membutuhkan sarana publikasi untuk kegiatan lembaga ataupun sosialisasi terhadap masyarakat secara luas. Mengingat tingkat akses internet di Indonesia yang tinggi website resmi menjadi pilihan yang sangat bagus, akan tetapi terkadang lembaga terbentur anggaran yang tidak ada apalagi untuk sekedar instansi tingkat daerah atau bahkan hanya sekedar organisasi kampus, kurangnya SDM untuk mengelola sebuah website, dan banyak faktor lainnya.

Lalu apakah harus berdiam diri untuk dan meratapi keterbatasan itu tadi? Harusnya tidak, blog bisa menjadi alternatif terbaik. Memang banyak yang beranggapan bahwa blog itu terkesan tidak resmi, kurang kompeten, kurang terpercaya, nah kita haru tepis semua itu dan utamakan tujuan dari sebuah situs adalah media informasi dan sarana publikasi. Toh banyak website dengan embel - embel .go.id ketika awal - awal bisa kita cari namanya lama - lama kita cari tidak ditemukan malahan muncul "Ups! Google Chrome tidak dapat menemukan www.xxyyyzzz.go.id", yang bisa jadi itu karena mas sewa domain habis dan perlu anggaran lagi untuk membuatnya.

Penggunaan blog sebagai situs resmi lembaga atau instansi juga dapat menjadi jalan efisiensi anggaran atau dana yang seharusnya ke post itu bisa digunakan untuk pos yang lain yang lebih bermanfaat. Untuk pembuatan blog lumayan mudah dan bisa anda pelajari sendiri dengan banyaknya panduan yang bisa anda cari di google. Di sini saya ada blog tutorial untuk pembuatan blog dari paling dasar (pemula) sampai dengan mahir bisa dikunjungi di http://instanblogging.blogspot.co.id/

Nah ini dia tips - tips bagaimana kamu mengelola website resmi instansi lembaga atau organisasi kampus

1. Gunakan template layaknya situs resmi instansi pemerintah tapi juga tidak terkesan kaku

Situs Resmi Satker PSDKP Banyuwangi via http://satkerpsdkpbwg.blogspot.co.id

Lihat bagaimana blog resmi yang saya kelola tersebut layak tidak untuk sebuah website resmi instansi? (Silahkan jawab dikomentar). Pemilihan template bisa jadi membuat kesan situs tetap resmi, sehingga perlu template yang tepat sehingga blog tetap berkompeten dijadikan sebuah situs resmi instansi. (Template bisa di download di http://instanblogging.blogspot.co.id/)

2. Jangan memakai widget yang bisa menghilangkan kesan formal dan terlihat seperti situs pribadi

Pemasangan widget jangan berlebihan dan juga jangan menggunakan widgets yang terkesan tidak formal, sehingga mengurangi tingkat kompetenitas dari para pengunjung blog lembaga saudara.

3. Muat juga tautan atau link situs lembaga atau instansi yang terkait dengan instansi blog saudara

Buat widget website terkait atau link yang terkait dengan blog instansi saudara, misal seperti blog yang saya kelola adalah satker psdkp Banyuwangi di bawah Ditjen pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan jadi saya kaitkan dengan website Ditjen, juga dengan kementerian kelautan dan perikanan, dinas kelautan provinsi dan sebagainya tergantung blog anda untuk situs resmi apa.

4. Jangan gunakan blog resmi instansi untuk pemuatan banner dan iklan, kecuali iklan tentang layanan masyarakat atau sejenisnya

Iklan layanan masyarakat via http://dewey.petra.ac.id

Pemasangan banner dan iklan komersil misalnya google adsense atau affiliate membuat kesan formal blog resmi instansi anda bisa hilang, jadi saran saya jangan pasang itu di blog resmi instansi saudara.

5. Sinergikan blog instansi dengan jejaring sosial facebook, twitter, dll, ini membantu penyebaran informasi ke masyarakat yang lebih luas

Genggam Media Sosial via http://www.maxmanroe.com

Seperti yang kita tahu bahwa orang indonesia bahkan dunia sangat senang berlama – lama berselancar di berbagai media sosial baik Facebook, Twitter ataupun yang lainnya, jadi manfaatkan itu sebagai sarana penyebaran informasi yang lebih luas dan blog resmi serta instansi anda akan semakin di kenal.

Sekian dari saya, semoga tips – tips ini membantu 🙂