Bocoran dari Editor Community: Hacks Biar Tulisanmu Lebih Greget Lagi!

Menulis di Hipwee

Sebelumnya, saya mau mengucapkan terima kasih untuk teman-teman kontributor yang masih memilih Hipwee sebagai media penyalur isi kepala dan setia menulis di Hipwee. Yakin deh, tanpa kalian, Hipwee mungkin nggak akan sampai di titik ini dan dibaca puluhan juta anak muda Indonesia.

Nah sebagai ucapan terima kasih, saya mau membocorkan sesuatu nih. Bisa dibilang Top Secret-nya Editor Community biar tulisan teman-teman kontributor makin greget lagi. Penasaran? Yuk simak bocorannya dalam Community 101 berikut ini!
 

1. Memilih waktu menulis biar tulisanmu mengalir sempurna. Soalnya nulis itu nggak bisa dipaksa. Setuju?

Photo by Andrew Neel on Unsplash

Photo by Andrew Neel on Unsplash via https://unsplash.com

Advertisement

Sama seperti mengerjakan skripsi atau tugas yang lainnya, menulis itu nggak bisa dipaksa. Butuh niat, tekat bulat bahkan kadang suasana harus tenang dulu baru bisa merangkai kata-kata. Bocoran yang pertama dari saya adalah yuk pilih waktu terbaikmu untuk menulis. Bisa pagi hari sebelum beraktivitas atau malam hari pas lagi sepi-sepinya. Atau bisa menurut  suasana hati. Bisa nunggu pas suasana hati lagi seneng-senengnya pun sebaliknya.

Kalau nunggu waktu yang tepat, nanti kelamaan dong? Keburu idenya hilang kak 🙁

Hey, tenang dulu! Nih saya kasih another bocoran untuk kamu. Kalau ogah nunggu “waktu yang tepat” kamu bisa lho menciptakannya sendiri.

Advertisement

Caranya? Ada banyak! Salah satunya dengan pasang headshet lalu dengerin lagu! Misal nih kamu lagi mau banget nulis yang bikin semangat, yaudah dengerin aja lagu-lagu dengan beat favoritmu. Ini udah teruji lho di saya. Yuk coba!
 

2. Hipwee menerima tulisanmu dalam segala tema. Mau nulis soal pacaran, nikah, puisi, kuliah, bekerja sampai resep masakan: hayuk aja!

Hipwee menerima segala tulisanmu!

Hipwee menerima segala tulisanmu! via https://www.hipwee.com

Kalau kamu buka Hipwee, segala jenis tema tulisan pasti kamu temukan di dalamnya. Ada curhatan soal pacar, pedihnya nggak jadi menikah, info menarik soal alam semesta, tips and trick kehidupan, destinasi wisata sampai hal-hal receh yang menghibur, semua ada! 

Advertisement

Nah berhubung semua tema ada di Hipwee, saya kasih bocoran ya biar tulisanmu lebih greget, lebih dilirik pembaca dan masuk ke laman Editor’s Pick sebagai bonusnya. Pilihlah tema yang sedang in, dekat dengan pembaca dan main-main dengan framing-nya!

Misal:
Tema yang lagi in sekarang adalah Ramadan. Biar tulisanmu bisa dekat dengan pembaca dan makin greget, framing-nya bisa “Tempat Mencari Takjil Favorit di Kotamu” atau yang lainnya.

Gimana, mudah kan?
 

3. Selain tema, yang bikin greget tulisanmu adalah gambarnya! Pilih gambar terbaik yang mampu mewakili tulisanmu dan boom! Tulisanmu bakal ramai pembaca~

Tone tulisan sedih, pilih gambar yang mencerminkan kesedihan

Tone tulisan sedih, pilih gambar yang mencerminkan kesedihan via https://www.hipwee.com

Pemilihan gambar untuk tulisanmu ini bisa tergantung tone tulisan teman-teman. Kalau tulisanmu memiliki tone yang sedih, galau, bahkan gloomy pilih saja gambar yang menunjukkan seseorang yang lagi bersedih juga. 

Oh iya, kalau masih ada yang kebingungan website-website penyedia gambar, nih saya bocorkan beberapa. Kamu bisa ambil dari Unsplash, Pexels, Pixabay, atau Stocksnap. Jangan lupa cantumkan nama dan URL dari gambar yang kamu ambil ya!.

Kalau mau pakai foto sendiri? BOLEH BANGET! Asal mampu mewakili tulisanmu ya! Untuk ini, kamu bisa pakai URL Hipwee.com atau ke sosial media pribadi kamu.

Nah kalau langsung search dari Google gimana kak? Bisa dong! Syaratnya kamu harus mencantumkan URL ASLI dimana gambar tersebut kamu ambil. Bukan URL panjang dari laman Google ya~
 

4. Biar tiap kali menulis di Hipwee skill-mu bertambah, yuk latihan jadi editor untuk tulisanmu sendiri!

Photo by Anatolii Kiriak from Pexels

Photo by Anatolii Kiriak from Pexels via https://www.pexels.com

Saya percaya, setiap orang yang mampu menghasilkan sebuah tulisan juga mempunyai skill untuk mengeditnya. Nah biar “nggak cuma” nulis trus submit, yuk kita gali kemampuan mengedit yang sebenarnya sudah ada di dalam dirimu. Mulainya pelan-pelan dan sederhana aja. 

Sesederhana membaca lagi tulisanmu sebelum di-submit dan rajin-rajin membaca tulisan yang lainnya. Kalau udah terbiasa membaca tulisanmu sendiri dan punya orang lain, kamu akan jadi lebih peka terhadap kesalahan-kesalahan kecil seperti penempatan tanda baca, penggunaan huruf kapital sampai penggunaan awalan “di” itu dipisah atau digabung dengan kata selanjutnya. 

Soalnya pelajaran paling nampol dan ngena adalah belajar dari kesalahan sendiri kan?

5. Lanjut! Bocoran yang terakhir: jangan pernah takut!

Photo by M. T. Elgassier on Unpslash

Photo by M. T. Elgassier on Unpslash via https://unsplash.com

Iya, kamu nggak salah baca. Untuk menghasilkan tulisan yang lebih greget plus dapat bonus disukai pembaca, kuncinya jangan takut aja. Jangan takut menulis, jangan takut mencoba berbagai jenis tema, dan jangan takut tulisanmu ditolak. 

Kalau kamu lagi ada ide, tuliskan aja. Bisa nulis di buku catatan biar nggak lupa, nulis di media social atau langsung tuliskan isi kepalamu di Hipwee. Karena teman-teman semua adalah calon penulis keren, yuk jangan takut mencoba. Mau nulis yang menye-menye? Hajar! Mau nulis yang puitis? Cus tulis! Atau ingin coba nulis berita terkini? Kenapa nggak?!

Dan yang terakhir, jangan takut tulisanmu ditolak. Apalagi ditolak Hipwee. Soalnya tiap kali Hipwee menolak tulisan, pasti disertai dengan alasan yang jelas. Misalnya tulisanmu mengandung promosi, menyinggung SARA, atau bahkan kurang dari 350 kata. 

Ditolak sekali? Coa lagi! Kan calon penulis handal, masa’ takut dengan penolakan? 

Salam uwuwuw,

Dari Editor Community favoritmu
 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Not that millennial in digital era.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE