Bu.. Jika Aku Lebih Dulu Meninggalkanmu di Dunia, Jaga Dirimu Dengan Baik Ya..

Semoga kau dapat mengikhlaskan kepergianku

 Untuk Ibu yang aku kasihi, menjadi Puterimu adalah sesuatu yang aku syukuri. Namun bila ternyata malaikat maut lebih dulu menghampiriku, semoga kau dapat mengikhlaskan kepergianku. Terima kasih telah menjaga dan merawatku.

1. Untuk Wanita yang Paling Peka Menenmani Hidupku

Ibu Selalu Menyayangi Anaknya

Ibu Selalu Menyayangi Anaknya via https://unsplash.com

Advertisement

Bu.. surat ini ku tulis saat rasa sakit itu sedang menusuk setiap sendi tubuhku. Rasanya sakit sekali. Aku menangis dalam diam. Aku ingin terlihat baik didepanmu. Meski rasa sakit kadang tak bisa ku duga kedatangannya. Aku sangat bersyukur pada pemilik semesta yang telah menciptakanmu, yang menghadirkan dirimu saat aku berada dititik terendah dalam hidupku. Wanita paling peka tanpa ku beritahu, seakan merasakan sakit yang anaknya lalui.

2. Bu.. Sesungguhnya Aku Berpura-Pura Kuat di Hadapanmu

Kekuatanku

Kekuatanku via https://unsplash.com

Aku lelah sekali harus melewati setiap pekan dengan terapi yang tanpa henti. Aku lemah. Tubuhku rasanya ingin berteriak, aku menyerah. Namun wajahmu selalu memenuhi pikiranku. Menghiasi setiap waktu yang aku lalui. Seperti oase dipadang pasir aku bangkit, seakan mendapatkan energi ku kembali. Aku berjuang menahan perih dan bergejolaknya isi dalam perut setiap obat-obat itu masuk dalam tubuhku. Aku pasti bisa melaluinya, mantra yang aku ucapkan tiap harinya. Ibu jangan menangis ya..

3. Bu.. Jika Aku Dulu Pergi Dahulu, Baik-Baik Ya

Selalu Mendekapku

Selalu Mendekapku via https://unsplash.com

Janji ya bu. Kau tidak akan larut dalam kesedihanmu, jika waktu itu tiba. Aku yang terbalut kafan putih. Jika Allah menghendaki aku pergi lebih dulu meninggalkan dunia ini, ibu harus jadi orang yang paling kuat. Jika saat itu sungguh terjadi, ibu cukup menangis seperlunya saja, jangan menyalahkan diri sendiri. Nanti kesehatan ibu bisa terganggu. Ibu pasti bisa melaluinya.

Advertisement

4. Menjadi Lemah Bukan Pilihanku

Gelisah hati saat tubuh ini semakin hari semakin tak bertulang. Risau aku membayangkan kau yang akan berjuang seorang diri nantinya. Menyiapkan dan mengurus keperluan keluarga sendiri tanpa ada yang membantu. Aku tak mampu menyembunyikan kekalutan ku membayangkan kau melakukan segala aktivitas sendiri, tubuhmu yang sudah renta tak mungkin mampu melakukan semuanya sendiri. Aku takut kau lelah dan jatuh sakit. Bagaimana saat kau menginginkan sesuatu tapi kau tak mampu membelinya ? Bagaimana jika kau sakit, siapa yang menemanimu pergi berobat ? Bu, aku tak sanggup membayangkan kau akan menanggung semuanya.

5. Bu..Jaga Diri Baik-Baik Ya

Selalu Menolongku

Selalu Menolongku via https://unsplash.com

Bu, jangan mencemaskan aku. Jangan banyak memikirkan puterimu ini. Nanti kau lelah. Aku janji akan sehat. Akan menemani sisa umurmu. Aku janji akan pulih dan jadi puterimu yang ceriwis kembali. Memberi cucu-cucu yang mengemaskan. Bu.. berpikirlah yang baik. Percayalah puterimu ini akan bebas dari segala diagnosa yang menakutkan itu.

Advertisement

 

Ibu terimakasih telah memberiku energi penuh untuk melalui semuanya

Terimakasih telah menjaga dan merawatku

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penyuka Arunika - Penikmat Swastamita

CLOSE