Bersikap alay itu kadang nyenengin lho, meskipun nggak sedikit orang yang merasa risih dengan sikap kita. Aku juga pernah alay, apalagi pas pertama kali banget gabung Hipwee. Menurutku, kisah ini nggak sekedar alay tapi juga menarik.

1. Mendapat hadiah herupa kebahagiaan yang sulit di ungkapkan

Neng Husnul fb

Neng Husnul fb via https://www.facebook.com

Pertama kali nulis lalu terbit kemudian masuk grup tertutup Hipwee, rasanya bahagia banget! Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Alay sih tapi serius deh. Aku, pertama kali terbit artikel di Hipwee itu bulan Februari 2017. Hipwee berhasil membuat aku senyum-senyum sendiri seharian, karena akhirnya aku benaran menjadi penulis.

2. Stalking Editor Hipwee

Advertisement

Ada kesan tersendiri ketika pertama kali gabung Hipwee, yaitu kepo sama para editor. Siapa sosok dibalik layar yang membuat saya bahagia kemarin? Apakah mereka jutek atau justru ramah jika suatu hari nanti diberikan kesempatan untuk bertemu. Ah! lagi-lagi aku menghayal, sekaligus penasan kepada mereka.

3. Mantengin Kompetisi Menulis

Aku memang salah satu penulis Hipwee yang paling alay. Tiap hari mantengin IG dan Email menunggu kompetisi menulis. Bukan karena motif hadiah unik yang di berikan Hipwee tapi karena aku ingin ngebuktiin, aku adalah salah satu penulis Hipwee keren yang bisa di andalan. Ingin hits juga. Ingin hits? Alasan alay macam apa itu? wkwk.

4. Kenalan dengan Kontributor Hipwee

Ingin kenalan

Ingin kenalan via https://www.google.co.id

"Hay kenalin, saya Neng Khusnul dari Bandung. Salam Hipwee (emot balpoint)" kata itu meluncur begitu saja di grup tertutup Hipwee. Beberapa menit kemudian notif di hanphone ku berdering ramai, karena balasan dari para kontributor. Mereka berasal dari berbagai daerah dan berbeda latar belakang. Hoho senengnya bisa mengenal mereka.

5. Menunggu Publish

Advertisement

Di Hipwee aku memang sering nyimpan tulisan dengan status masih draft. Lalu, aku edit lagi, setelah yakin, baru klik publish. Setelahnya aku berdo'a dengan sungguh-sungguh, "YaAlloh terbitkanlah tulisanku yang baru di publish. Luluhkanlah editor Hipwee" Kenyatannya, berbulan-bulan nggak juga terbit.

Aku tiba-tiba berfikir, untuk chat person langsung editor, lalu kirim judul artikel yang baru kita publish. Siapa tahu cepat publish. Ah ternyata editor juga liat kualitas tulisan kita.

6. Jodoh-jodohin Para Penulis

Aku lihat grup Hipwee, nggak sedikit cowok alay yang suka banget modusin cewek polos Hipwee. Kebetulan aku sebagai admin WA kontributor Hipwee. Tahu banget sepak terjang para kontributor. Dari mulai modus-modusan, jodoh-jodohan, baper-baperan, tertawa terpingkal-pingkal bahkan pindah buat grup baru khusus para kontributor untuk ngerusuh.

Itu dulu, sebelum kakak editor gabung. Sekarang, bahasan grup sudah mulai berfaedah dan nggak sepi lagi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya