Setiap anak muda pasti ingin punya seorang pacar yang bisa ia cinta dan sayangi. Tapi pacaran adalah sebuah hubungan yang aneh, dan membingungkan seperti labirin yang tidka pernah kita bisa keluar dari dalamnya. Buat kalian yang berpacaran atau sedang mencari calon pacar, untuk berpacaran. Ada beberapa hal yang harus kalian ketahui, bahwa pacaran itu gak perlu harus setia. Jadi berpacaran silakan, untuk setia dalam berpacaran, pikirkan lagi!

1. Secara hukum negara tidak ada surat perizinan mengenai pacaran dan harus setia pula

line-edukasi.blogspot.com via https://www.google.co.id

Pacaran itu mesti setia, itu sebagaian anak muda yang menyetujui kesepakatan tersebut. Tapi ada pula kaum minoritas yang tidak menyetujui hal tersebut, dan disini mewakili kaum minoritas. Secar hukum negara, tidak ada undang-undang yang mengatur tentang sebuah hubungan yang disebut pacaran, dan hukuman tentang apabila kita selingkuh ketika saat berpacaran. Benarkan hal tersebut? Jadi kesetian saat kita berpacaran perlu dipertanyakan secara hukum kenegaraan, agar anak muda yang berpacara mengetahui hukuman apa ketika mereka tidak setia atau selingkuh, secara kenegaraan. Jadi buat kalian yang sedang berpacaran ataupun mau mulai, silakan dipikirkan kembali, karena pacaran secara hukum tidak diakui oleh negara kita.

2. Tidak ada hukum di agama islam tentang perizinan pacaran dan harus setia pula

conaxe.com via https://www.google.co.id

Setiap umat manusia tanpa terkecuali, pasti mempunyai keyakinan atau kepercayaan. Inilah yang kita sepakati sebagai agama, dan agama mengatur dan memberikan tuntunan untuk para umatnya. Dan apabila kalian seorang muslim dan beragama islam, di agama islam adakah di al-quran atau hadits atau juga sunnah yang mengatur tentang hubungan yang disebut berpacaran? Tentunya tidak ada, karena pacaran di agama islam memang tidak ada hukumnya. Di agama islam lebih mengenal taaruf atau khitbah, tidak mengenal apa itu pacaran. Jadi apakah pacaran diakui secara agama, disini secara hukum agama islam, jelas tidak. Maka dari itu apakah kita masih berpacaran, padahal kita tahu, bahwa di agama islam tidak ada hukum dan tuntunan pacaran. Apalagi sebuah aturan pacaran harus selingkuh, jelas tidak ada kan.

3. Mengakibatkan trauma berkepanjangan apabila hubungan berakhir tanpa diketahui

artidarimimpi.com via https://www.google.co.id

Sebuah janji biasanya terucap ketika dua sepasang kekasih berpacaran. Janji mereka untuk saling setia dan mencintai satu sama lain, biasanya janji itu sendiri yang akan membenamkan kita kedalam kebimbangan yang nyata yang kita buat sendiri. Janji tersebut biasanya akan dilanggar oleh salah satunya, dan banyak faktor janji tersebut dilanggar, mulai dari orang tua, saudara, tetangga dan lain-lain. Banyak faktor yang membuat janji itu tiba-tiba menguap dan hilang tak tersisa. Maka dari itu ketika kesetian di ucapkan saat berpacaran, maka bersiaplah untuk disalah satunya akan melanggar janji, karena janji itu tidak kuat dan jelas. Jadi kalau mau buat perjanjian setia berpacaran lebih baik di atas materai, buat janjinya terlihat lebih kuat dan jelas.

4. Aturan yang dibuat ketika berpacaran random, tergantung dari siapa pacar kita

blog.tokopedia.com via https://www.google.co.id

Ketika seseorang berpacaran, maka banyak aturan-aturan yang dibuat oleh pasangan kita, dan terkadang aturan-aturannya yang aneh dan membuat kita tak tahu harus melakukan apa. Dan aturan ini random atau acak, tergantung dari siapa pacar kita dan bagaimana latar belakang keluarganya dan lingkungannya. dan aturan-aturan yang mereka buat untuk psangannya cenderung membuat kita harus bisa beradaptasi dengan aturannya. tidak hanya itu saja, terkadang aturannya juga bisa berubah menurut kehendak hati dan pikiran dari pacar kita. Aturan-aturan ini adalah hal yang membuat hubungan berpacaran menjadi dilema. Karena begitu banyak aturan dan rambu-rambu. Sebenarnya ini sebuah hubungan antara manusia yang saling menyayangi atau sebuah test agar kita mendapatkan sebuah sertifikat tertentu? karena begitu banyaknya aturan dan rambu-rambu yang dibuat pacar kita.

5. Ikatan yang kuat ketika berpacaran tidak tetap, lebih tergantung suasana perasaaan pasangan

kelascinta.com via https://www.google.co.id

Ikatan berpacaran, itu hukumnya semu dan fleksibel. kenapa demikian, karena dalam berpacaran, tidak sedetail dan sejelas sebuah pernikahan. Dimana dalam pernikahan jelas dan tentu adalah hukum yang mengaturnya. tapi dalam berpacarannya hukumnya fleksibel, tergantung bagaimana kita mau buat hukum dan aturannya bersama pacar kita. lebih lagi hukum dan aturan berpacaran itu cenderung lebih mengarah ke perasaaan. Ketika suasana hati pacar kita baik, maka aturan akan longgar dan santai. tapi lain hal jika pacar kita sedang tak tentu perasaannya, maka saat itu sebuah aturan diktaktor pun ia keluarkan, dan seketika menjadi begitu memberatkan kita sebagai rakyat, loh kok rakyat, maksudnya sebagai pacar.

6. Orang tua kita terlalu memikirkan siapa pacar kita, yang penting dengan siapa kita menikah

www.republika.co.id via https://www.google.co.id

Orang tua anda lebih memilih mana, anda berpacaran seumur hidup atau menikah seumur hidup? Jelas mereka lebih memiliki menikah sekali seumur hidup. karena menikah adalah sebuah keharusan dan kewajiban setiap insan manusia dimuka bumi, untuk memperbanyak keturunannya. Jadi ketika orang tua kalian melihat kalian berpacaran, mereka akan biasanya saja, bahkan ada sebagian orang tua yang protek dan lebih menyetujui anaknya langsung menikah. tidak perlu untuk berpacaran. jad pacaran adalah sesuatu yang masih dianggap orang tua di zaman seperti sekarang ini, adalah sesuatu yang buang-buang waktu, lebih baik kenal, bawa kerumah lalu langsung kau nikahi saja. Jadi masihkah kita harus setia dalam berpacaran, ketika pacaran adalah sebuah hubungan yang tidak berdasar.

7. Tidak ada jaminan dalam sebuah hubungan berpacaran

cariuntuktau.blogspot.com via https://www.google.co.id

Siapa yang menjamin kesetian orang berpacaran akan terus selamanya sampai ia masuk kejenjang yang lebih mulia dan suci, yaitu pernikahan. Tentunya siapapun tidak bisa menjaminya, karena pacaran cenderung rentan akan sebuah pertentangan dan konflik. untuk pacaran yang sudah dijalin 4 tahun lamanya pun tidak menjamin akan menjadi pasangannya kelak ketika menikah. Jadi pacaran masih di anggap tak tentu arah dan tak berdasar. apakah kita mau terjebak dalam ketidakpastiaanya hubungan ini. Mari berfikir sejenak, tarik nafas kalian dan katakan, pacaran tak perlu setia, karena dalam hubungan ini renta konflik dan resiko ketimbang perkawinan.