Sobat Hipwee, tahukah kamu?

Jumlah lulusan SMK dan sekolah tinggi semakin naik tiap tahunnya. Peningkatan jumlah lowongan kerja yang sangat lambat tidak mampu menyerap semua lulusan itu. Akibatnya, persaingan dalam dunia pekerjaan semakin sulit.

Belum lagi, perusahaan semakin berhati-hati dalam mengangkat staf baru. Sebab, dari banyaknya tamatan sekolah. tidak seluruhnya mempunyai kompetensi yang tinggi. Tidak semuanya layak berkarya di dunia kerja yang serba aplikatif.

Perusahaan lebih suka untuk memilih pelamar yang sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya. Alhasil, fresh graduate semakin susah untuk meraih kursi di perusahaan.

Kalaupun ada lulusan baru, rata-rata tidak mempunyai keberanian untuk menunjukkan skill yang ia miliki ke perusahaan, entah karena minimnya ketrampilan atau kurangnya kecakapan menawarkan diri ke penyedia lapangan kerja.

Nah, tapi jangan khawatir. Ikuti 6 tips jitu ini supaya kamu dapat secepatnya bekerja di perusahaan yang diinginkan.

1. Bersikap Terbuka dan Gunakan Jaringan yang Ada

lebih terbuka

lebih terbuka via https://unsplash.com

Semestinya, kamu jujur kepada semua kerabat bahwa kamu masih menganggur. Sikap jujur demikian akan menimbulkan perhatian orang-orang di sekeliling kamu untuk menghentikan aktivitas sejenak dan memberitahukan kepada kamu kalau mereka mengetahui lowongan kerja strategis.

Semakin sering menyampaikan kepada orang, maka semakin banyak kamu akan mendapatkan kabar pekerjaan menarik dan sedikit kompetitor. Meski mungkin terdapat beberapa orang yang enggak usah kamu bicarakan masalahmu, yakni orang-orang yang iri padamu.

2. Jemput Peluang

jemput peluang

jemput peluang via https://unsplash.com

Advertisement

Jika sudah capek menantikan kabar lowongan pekerjaan, semestinya kamu menerapkan trik lain, yaitu jemput kesempatan. Maksudnya ialah, kamu mendatangi pemilik proyek langsung, lalu menawarkan diri untuk menggarapnya.

Tak perlu khawatir, sebab orang-orang besar juga pernah mengamalkannya. Contohnya, ketika awal mula Ciputra memulai karirnya berdua dengan istri. Mereka mengunjungi pimpinan Jakarta ketika itu di tahun 1972, dan memperkenalkan diri sebagai lulusan ITB. Lalu mereka menawarkan diri untuk menyelesaikan salah satu problem di DKI Jakarta.

Seiring berjalannya waktu, mereka mendapatkan kesuksesannya. Selanjutnya, kita kenal mereka dengan seseorang yang memiliki tangan midas, yang membuat lokasi tumpukan sampah menjadi bernilai emas, seperti Ancol. Bila memiliki nyali, kamu dapat mengikuti langkah mereka.

3. Perbaiki Kualitas Berkas Lamaran Kerja

Kualitas Lamaran Kerja

Kualitas Lamaran Kerja via https://unsplash.com

Advertisement

Bila sudah berikhtiar mengirim lamaran kerja, namun tak kunjung memperoleh panggilan, ada baiknya kamu gunakan waktu luang yang ada untuk memperbaiki dokumen lamaran kerja.

Siapa tahu, selama ini surat lamaran kerja kamu sering ditolak karena banyak kekeliruan di dalamnya, atau tak menjual. Ajak sahabatmu yang menguasai Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan lancar, untuk meneliti dokumen lamaran dan daftar riwayat kamu.

4. Kuasai Teknik Wawancara

kuasai teknik wawancara

kuasai teknik wawancara via http://sharingkali.com

Setelah dokumen lamaran kerja kamu sempurnakan, tentu akan secepatnya ada undangan wawancara. Untuk itu, kamu juga harus mencermati cara menjawab pertanyaan, agar tak keliru menjawab pertanyaan. Wawancara merupakan sesi yang paling sukar dan juga paling menentukan di proses recruitment karyawan baru. Bila tidak benar dalam menanggapi pertanyaan, dapat membuat HRD hilang rasa dan menghilangkan nama kamu sebagai calon karyawan baru.

5. Hindari Ada Waktu Kosong

Di sela-sela waktu ngganggur kamu mendapatkan pekerjaan, usahakan tidak sampai menganggur. Maksudnya, gunakan waktumu untuk belajar, bekerja sambilan atau part-time. Banyak kerugian bila kamu banyak menganggur. Contoh kerugian misalnya, spirit kamu akan down. Butuh masa lagi untuk mendongkrak semangatmu.

Yang kedua, bila terlalu lama menganggur akan menyebabkan CV lamaran kerja kamu jadi kurang menarik. Mengapa? Sebab HRD umumnya penasaran sekali dengan riwayat pekerjaan kamu. Jika kamu memiliki waktu yang cukup panjang dan tidak bekerja, boleh jadi mereka akan menduga bahwa kamu telah melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan selama berbulan-bulan dan tidak perusahaan yang mau merekrut. Itu bisa memperburuk reputasi kamu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya