Foto Panning adalah salah satu teknik foto yang digunakan untuk membekukan gerakan pada objek yang bergerak. Cara melakukan panning adalah dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan objek yang ingin dibidik, sehingga objek akan tampak fokus. Sementara background akan tampak blur. Cara melakukan panning dapat dibilang cukup mudah. Teknik Panning sering dipakai untuk pengambilan foto sport. Berikut ini beberapa tips mengambil foto panning.

1. Gunakan Fast Shutter Speed

Karya Ahmad Nur Rizki

Karya Ahmad Nur Rizki via https://drive.google.com

Advertisement

Shutter speed cepat adalah satu-satunya hal yang paling penting untuk bisa fotografi sport. Atur kamera kalian dengan speed yang tinggi agar mendapatkan objek di foto tidak blur.

Kecepatan rana yang cepat sangat penting untuk membekukan gerakan. (Gambar oleh johnthescone)

Untuk mendapatkan pengaturan speed yang cocok, kamu bisa ambil beberapa foto untuk tes sebelum acara utama dimulai sehingga kamu bisa mengecek pengaturan kamera secara berkala. Dengan itu kamu akan mendapatkan speed yang sesuai dengan hasil yang tajam. Kamu juga bisa menggunakan speed hingga 1/1250 detik untuk foto olahraga balap motor. Foto di atas, saya menggunakan speed 1/1600 detik.

2. Bukaan Aperture

karya : Ahmad Nur Rizki

karya : Ahmad Nur Rizki via https://drive.google.com

Advertisement

Gunakan aperture lebar untuk menangkap cahaya yang cukup dan latar belakang blur. Untuk membantu kamu mencapai shutter-speed yang tinggi, kamu harus membuka aperture kamu sebesar-besarnya. Jika lensamu memiliki bukaan lebar f 2.8 atau f4, atur lensa kamu dengan bukaan tersebut. Hal ini akan membantu fotomu cukup terang dan menghasilkan background yang lebih blur dan akan menghasilkan gambar dengan drama yang lebih menarik. Karena di sini saya cuma menggunakan lensa tele standar, menggunakan bukaan f/5,6.

3. ISO

karya : Ahmad Nur Rizki

karya : Ahmad Nur Rizki via https://drive.google.com

Kadang lensa dengan bukaan besar saja tidak cukup, ada objek yang bergerak sangat cepat. Untuk itu, mau tidak mau kamu harus menaikan ISO yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Misalnya di pagi hari, gunakan Iso 100-200. Saya di sini menggunakan Iso 400, karena saya menggunakan shutter speed yang terlalu tinggi.

4. Burst Mode

karya : Ahmad Nur Rizki

karya : Ahmad Nur Rizki via https://drive.google.com

Gerakan olahraga seringkali amat cepat dan sulit untuk diikuti. Dengan menggunakan mode pemotretan burst, kamu akan punya kesempatan lebih untuk mendapatkan hasil terbaik, dan tidak kehilangan momen.

5. White Balance

Karya: Ahmad Nur Rizki

Karya: Ahmad Nur Rizki via https://drive.google.com

Untuk pemula, saya sarankan sebaiknya menggunakan White Balance otomatis saja supaya tidak repot.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya