Kebanyakan orang mendambakan romansa yang tidak membosankan juga berwarna.Beberapa wanita akan jatuh hati dengan bad boy. Bahkan sebagian dari mereka merasa bangga karena mempunyai kemampuan untuk menarik perhatian seseorang sepertinya. Begitu pun pria yang mudah jatuh hati akan paras ayu wanita. Karena sejatinya mereka adalah makhluk visual. Yang mudah jatuh hati pada keindahan. Namun seiring berjalannya waktu, pemikiran ini akan berubah saat mereka memilih pasangan hidup. Sebab keduanya menaruh harapan dimasa depan. Dimana, akan ada seorang pangeran atau bidadari yang membersamainya menapaki terjal nya kehidupan. Memberikan kedamaian, mengembalikan tulang rusuk yang hilang. Juga memaknai cinta yang nyata.

1. Pria yang tahu ilmu adalah pemberi kedamaian, bukan yang pamer ilmu

pemberi kedamaian

pemberi kedamaian via http://google.com


Mencintai kita apa adanya, tidak banyak bicara tapi ada bukti,selalu bersikap jujur dalam keadaan apapun,mencoba mengalah jika sedang mempunyai masalah,dan juga bisa bertanggung jawab, penyayang juga dan sholeh ~ R. Apridianti


Dari semua harapan seorang wanita. Selalu terselip dalam rapalan bahwa orang itu adalah ia yang mampu membimbing dalam urusan agama, dunia, dan akherat. Sejatinya wanita makhluk yang lemah. Mudah retak apabila tersentak. Juga mudah goyah apabila ditempa. Wanita butuh seseorang yang menggenggamnya ketika rapuh. Memeluknya ketika ia tertatih ngilu. Menghapus air matanya ketika butiran kristal membasahi pipi. Tapi disamping itu.I a pun membutuhkan kedekatan dengan Rabb-Nya. Yang mampu membuatnya mengenal siapa Tuhan-Nya. Memberi energi positif juga gairah hidup. Bukan hanya dari segi finansial, juga bukan hanya tentang cinta. Karena hidup bukan saja perkara cinta dan uang, Butuh ketenangan baik lahir maupun bathin. Sejatinya laki-laki yang mempunyai ilmu agama dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan, maka ia akan paham cara memuliakan seorang wanita baik ibu, maupun pasangan hidupnya. Namun berbeda dengan laki – laki yang tahu ilmu tapi disalah gunakan hanya untuk pencintraan maka hanya dusta belaka. Yang hanya mampu menggurui padahal terdapat cela dihatinya yang haus akan pujian.

Advertisement


Manusia tidak punya kuasa untuk mengukur seberapa sholeh seorang hamba. Hanya Tuhan yang tahu seberasa jauh keimanannya. Bisa jadi yang terlihat biasa saja adalah yang baik dan yang terlihat baik nyatanya mendapa cela dihadapan Sang Kuasa


2. Jika dia tulang rusukmu, akad pun jadi

Advertisement


Perempuan yang mudah dicinta adalah ia yang mau diajak akad dan bukan pacaran ~ G Purnama


Jika kita berpikir ulang, apakah kamu yakin dengan berpacaran mampu menemukan tambatan hati yang pas untuk diajak kepelaminan ? Apa kamu yakin ia yang kau pacari akan berada disampingmu saat pernikahan ? Bisa saja kok, tapi mungkin hanya jadi tamu yang mengajakmu berfoto.. πŸ˜€ Jika kamu dapat berpikir dengan jernih. Nyatanya dengan berpacaran hatimu akan terasa bimbang, juga sudah terkontaminasi dengan romansa yang ceritanya sudah tak jelas. Kamu terbiasa memadu kasih, dan kasih sayang menjadi candu atas dirimu sendiri. Ketika kamu melajang, kamu merasa kurang kasih sayang. Selalu ada keinginan untuk diperhatikan. Selalu berharap ada orang yang bertanya kabarmu? Sudah makan kah? Bahkan mengantar jemput dirimu bagaikan ojek langganan.Terlihat indah ya? Tapi sadarkah? Semuanya membuat mu sulit tuk menambatkan cintamu.


Terkadang ketika berpacaran kau hanya menerima tanpa hatimu mencinta. Kau hanya tertarik padahal cintamu untuk insan lainnya.


Hanya karena kesepiankah kau permainkan cinta? Namun, berbeda halnya ketika kamu langsung menikah tanpa perlu berpacaran. Selain mendapat pahala, kau pun akan mendapat keuntungan. Ketika orang seusiamu telah mengenal cinta dengan perantara berpacaran sedang kamu tidak. Meski hakikatnya kamu pun memiliki hasrat ingin memiliki dan dimiliki namun kamu meredamnya. Disaat menikah maka romansa nya pun akan serasa indah seperti orang baru mengenal cinta. Bisa dibilang pacaran setelah menikah itu lebih asyik bukan? Toh bagi laki-laki tetap saja ia pun menginginkan pendamping yang tepat untuk dirinya. Jika merasa cocok mengapa tak langsung akad saja ?

3. Mereka manusia biasa, yang mencari adam dan hawa

Pencarian

Pencarian via https://favim.com

Pria dan wanita hanya manusia biasa yang sedang mencari Adam dan Hawanya. Ada orang berkata bahwa Adam yang diciptakan pertama kali oleh Sang Kuasa tidak dibimbangkan dengan mencari yang manakah Hawanya. Sebab mereka hanya diciptakan satu sama lain. Berbeda dengan zaman kita kini. Kita dihadapkan dengan berbagai macam Adam dan Hawa. Bisa jadi Adam dan Hawamu yang sesungguhnya tertukar untuk sementara waktu. Mungkin ia sedang asyik memadu kasih, mungkin sedang sibuk memantaskan diri, atau mungkin sedang pilu karena patah hati. Semua bisa menjadi mungkin untuk saat ini.

4. Bisa jadi, ia yang kau cari ada didekatmu

Ada didekatmu

Ada didekatmu via https://www.tumblr.com

Bisa saja Adam dan Hawamu berada disekitarmu. Bisa saja ia adalah temanmu, sahabatmu, tetanggamu, atau bahkan gurumu πŸ˜€ Maka dari itu berhati – hatilah dalam bertindak apalagi mencinta. Agar kan kau temui cinta sejati yang sesungguhnya yang bukan hanya cerita fiktif belaka. Karena baik pria maupun wanita membutuhkan ia yang mampu memberi kedamaian dalam jiwa. Ia yang mampu menjaga pandangannya, ia yang mampu menjaga hatinya. Melihat ia menyimpul senyum saja hati sudah berdesir. Apalagi menua bersama akan sangat kita syukuri bukan ?

5. Karena melalui jalan Tuhan semua ceritamu kan berakhir indah

berakhir indah

berakhir indah via http://google.com

Percayalah dalam hal apapun jika kau menyertakan Tuhan didalamnya, maka cerita hidupmu akan berakhir indah. Jadi mari alangkah indahnya kita memantaskan diri dengan mengisi kekosongan hati ini. Jika kamu jatuh cinta. Sebisa mungkin jatuh cintalah pada jodohmu saja. πŸ˜€ Selain menghemat ongkos untuk membawanya jalan. Kamu juga akan menghemat cinta yang takkan kamu sia-siakan dengan tebar pesona.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya