Pernah Bertemu Dengan Seseorang yang Suka Berbohong? Yuk Kenali 5 Ciri-Ciri Pathological Liar!

Mengenal pathological liar dan tanda-tandanya!

Pernahkah kamu memiliki kenalan atau teman yang hobinya berbohong? Beberapa hari belakangan, dunia maya diviralkan dengan pemberitaan seorang influencer yang diduga berbohong terkait kampus tempat ia menuntut ilmu. Ada banyak warganet yang mulai mencibir dan menemukan kepalsuan yang selama ini ditutupi. Hingga tidak sedikit pula, netizen mengira bahwa yang bersangkutan mungkin saja menderita gangguan kepribadian, yakni pathological liar.

Pathological liar memiliki beberapa penyebutan diantaranya ialah compulsive lying dan pseudologia fantastica. Istilah ini digunakan ketika menjumpai seseorang yang sering berbohong, kompulsif, dan tanpa disadari selalu dilakukan berulang kali. Apabila kamu mempunyai seorang teman atau saudara dekat yang tidak pernah luput dari perilaku bohong dan erat dengan 5 tanda-tanda berikut ini, segeralah meminta pertolongan ahli kejiwaan.

ADVERTISEMENTS

1. Mengagungkan Prestasi Diri yang Sebenarnya Tidak Pernah Terjadi

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Orang-orang yang menderita penyakit mental ini biasanya sangat senang dipuji. Ia sangat ingin dihormati dan dipandang sebagai sosok yang sukses. Karena keterbatasan finansial maupun kemampuan akademik, tak jarang ia akan melakukan segala cara agar bisa terlihat ‘wah’. Salah satunya dengan melancarkan strategi berbohong untuk menampilkan bahwa diri-sendiri adalah yang terbaik dan penuh pencapaian.

ADVERTISEMENTS

2. Sering Bersikap Playing Victim dan Mencari Simpati Orang Lain

Foto oleh Liza Summer dari Pexels

Foto oleh Liza Summer dari Pexels via https://www.pexels.com

Apabila diketahui telah berbohong, orang-orang dari golongan ini enggan untuk meminta maaf. Ia justru mencari jalan lain agar bisa menutupi kesalahannya, diantaranya dengan cara menganggap diri-sendiri adalah korban. Kata ‘tersangka’ akan dibuang jauh-jauh dari daftar kamusnya, ia akan selalu merasa menjadi sosok yang tertindas dan tidak boleh dihancurkan.

ADVERTISEMENTS

3. Mengklaim Dirinya Mengidap Penyakit Tanpa Pemeriksaan Profesional Medis

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Ia sangat haus dengan sikap segan dan kasih sayang dari orang lain. Karena berharap dapat mewujudkan segala keinginannya, penderita gangguan ini juga akan mengarang cerita tentang suatu penyakit. Ada kepuasan tersendiri jika memperoleh iba dari sesamanya.

ADVERTISEMENTS

4. Sering Membuat Kesimpulan dan Merasa Paling Benar

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Foto oleh cottonbro dari Pexels via https://www.pexels.com

Ia lebih sering menjawab pertanyaan dengan cepat agar orang lain tidak menyadari jika sebenarnya ia sedang berbohong. Jika diminta untuk menjelaskan sesuatu tentang dirinya, ia dengan sigap menjelaskan panjang lebar segala prestasinya. Ketika menghadapi sebuah masalah, ia akan merasa paling tahu dan menjadi hakim pembuat keputusan.

ADVERTISEMENTS

5. Bercerita dengan Versi yang Berubah-ubah

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels via https://www.pexels.com

Apakah kamu pernah memiliki seorang teman yang sering berbeda-beda saat bercerita? Ketika bercerita kepadamu, ia akan mengatakan suka. Sebaliknya, saat berbincang dengan si A, ia dengan menggebu-gebu menyatakan benci. Berhati-hatilah, seorang teman yang bersikap seperti ini patut dicurigai sangat suka berdusta.

Itulah 5 gejala pathological liar yang mungkin bisa membuat orang lain kesal. Namun perlu diingat bahwa gangguan kepribadian ini hanya bisa didiagnosis oleh tenaga kejiwaan yang telah memiliki pengalaman, Jadi, jangan sembarangan menuduh orang lain, ya! Lebih baik kita mendampingi orang dengan gejala tersebut agar bisa sembuh daripada hanya menghakiminya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sebutir pasir pantai asal Probolinggo, Jawa Timur