Ibu ialah alasan di balik kebahagiaanku. Hal berkesan perlahan mulai tercipta dari saat ku kecil hingga dewasa saat ini. Perlahan ku pun teringat akan banyak hal yang tercipta antara ibu dan aku sebelum aku memutuskan untuk bersekolah ke luar negeri.

1. Ibu menyayangiku melebihi dirinya sendiri

Beliau selalu mengalah untuk urusan apapun. Waktu aku kecil, aku sangat menyukai es krim. Ibu membelikan dua buah, satu untuk aku dan satu untuk dirinya. Namun, aku dengan cepatnya menghabiskan es krim itu tiada sisa lalu meminta lagi kepada ibu. Ibu yang pada saat itu tidak membawa uang banyak, ia merelakan sepotong es krimnya untukku.

Advertisement

Lalu saat aku sakit di malam hari. Pikiran beliau sangat kacau, berharap ia bisa menjadi dokter yang bisa menyembuhkanku dengan segera. Ia berniat membawaku ke klinik kecil di dekat rumahku tapi ternyata klinik tutup. Ia hampir saja putus asa lalu mengambil kompres air dingin untuk diletakkan di dahiku yang begitu panas. Kemudian ia terus membacakan doa untuk kesembuhanku di telingaku. Aku dengan tenangnya tidur dengan nyenyak dan esoknya kembali ceria.

2. Ibu tak pernah lupa berdongeng sebelum tidur

Inilah hal yang akan kuingat saat aku kecil dahulu. Ibu selalu menceritakan cerita Cinderella yang sangat kusukai. Entah mengapa bagiku tak masalah mengulangi cerita dengan tema yang sama tapi ibu tetap memaksakan diri untuk membeli banyak buku dongeng agar tidak membuatku bosan mendengarkan cerita yang sama.

3. Tertawa bareng dan lepas

Saat aku beranjak remaja, semua terasa semakin hangat. Aku bisa menemani ia berbelanja makanan dan baju yang kusukai. Ia tak hentinya menyuruhku mencoba baju yang ia sukai lalu rela membelikan dengan harga yang lumayan mahal. “Pakailah ini agar kau cantik seperti Cinderella.” Ia memujiku dengan mengingatkanku pada dongeng masa kecilku.

4. Berusaha menjadi yang terbaik

Mendongkrak

Mendongkrak via http://www.solopos.com

Advertisement

Di saat aku berputus asa karena tidak mendapatkan juara terbaik, ibu tetap ada di sisiku untuk memeluk dan memberikanku semangat. Ibu adalah inspirasiku. Demikian pun sampai saat ini, beliau selalu mendengarkan cerita galauku entah tentang kekasih ataupun sekolah. Prinsip hidupnya ialah, “Tetaplah menjadi dirimu yang terbaik dan mama akan mendukung apapun itu.” Kata-kata bijak yang kan selalu ada di benakku.

5. Masakan ibu yang kurindukan

Memang masakan ibu tak seenak makanan di restoran yang disajikan dengan penuh dekorasi dan warna. Tapi satu yang kuingat ialah bahwa makanan ibu mengandung arti yang sangat mendalam karena ibu selalu berusaha menyatukannya dengan gizi yang seimbang dan hati yang tulus. Terima kasih, Ibu..

6. Ibu tak pernah meneteskan air mata…

Inilah kebohongan ibu dan aku berhasil membongkarnya saat ku tak sengaja melihatnya secara diam-diam. Ia menangis semalam sebelum aku memutuskan untuk bersekolah ke luar negeri. Seakan dalam hatinya menyatakan bahwa ia akan kesepian saat aku pergi jauh.

Aku yang tak bisa melihatnya menangis, segera berlari ke kamarku. Andaikan aku bisa memilih, aku tetap ingin bersamamu di sini. Mungkin masa depanku di sana. Biarkan aku berjalan menjadi orang yang sukses lalu kembali menemani di masa tuamu nanti.

7. Terasa saat jauh dari beliau

jauh dari beliau

jauh dari beliau via http://www.hotcopas.net

Kini aku pun jauh dan tersadar tiada lagi wangi masakan ibu karena bawang putih yang ia bubuhkan, tiada lagi suara emasnya saat menasehatiku, dan yang terpenting tiada lagi yang memelukku saat aku membutuhkan semangat.

Ibu, apakah engkau merindukanku seperti aku merindukanmu saat ini? Ingin rasanya di hari Ibu ini aku kembali untuk mengulang kebersamaan yang dahulu. Ibu, pintaku padamu, semoga engkau selalu bahagia dan siap menanti cerita kesuksesan dari anakmu ini.

Tunggu aku kembali. Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kebahagiaan dan kesehatanmu. Selamat Hari Ibu dan terima kasih untuk seluruh pengorbanan yang pernah engkau tumpahkan padaku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya