“Sore ini jadi ketemu kan?”

“Aku ambil lemburan, buat kejar setoran. Ga pa-pa kan? Lagipula sewa gedung butuh menabung, makanan untuk tamu juga enggak mungkin seperti bayarin traktiranmu. Belum lagi, semisal habis nikah syukur-syukur langsung dapat momongan, kan perlu persiapan.”

Dalam hati menggerutu, tapi mau gimana lagi?

Deadline menuju keseriusan hubungan kian terang dan gamblang. Alih-alih membayangkan pertemuan dan segala keromantisan ala-ala pasangan lain, kami malah diberi rintangan. Banyak pasangan yang tumbang pada fase ini, kemudian memilih bersama dengan orang yang memiliki apa yang diingini.

Sah-sah saja sebenarnya, saat dua orang dewasa memperjuangkan hubungan melalui kesibukan. Bukankah itu buktinya pelaminan tak sekadar bicara perasaan? Jauh daripada itu, membangun rumah tangga memang perkara mengambil alih semua tanggung jawab mulai dari finansial, sampai pada membagi waktu.

Kecemasan mengoyak tiap kali kami mencoba mengerti, namun gagal memahami. Kecurigaan demi kecurigaan jadi penggoyah kokohnya kesetiaan. Di masa ini, justru kepercayaan menjadi hal krusial. Sedikit saja ada yang terluka sebab merasa diciderai dengan dicurigai, bisa jadi hubungan yang sedikit lagi sampai pada apa yang memang jadi sebuah tujuan, terpaksa gagal sampai tujuan.

“Kalau nanti dia bukan sibuk nambahin tabungan, tapi nyari gandengan baru gimana?”

“Ah, masa iya liburan gini malah ngurusin kerjaan?”

“Susah banget akhir-akhir ini dihubungi, beneran kelimpungan karena biaya nikahan, atau lagi mencari alasan?”

“Kok malah lebih perhatian sama kerjaan, daripada pasangan?”

Eits, ketimbang menyayangi lewat cemburu yang berlebihan dan berujung pada pertengkaran, mending cintai pasangan kalian yang sedang berjuang untuk segera meminang pakai cara ini.

1. 1. Ikut mencari kesibukan

https://id.pinterest.com via https://id.pinterest.com

Karena pernikahan, milik dua hati, jadi bebannya mesti dibagi-bagi. Kalau dia repot untuk membangun rumah tangga berbobot, daripada menjadikannya robot untuk memenuhi semua keinginanmu, kamu juga punya tanggung jawab sama agar pernikahan yang kalian inginkan bisa direalisasikan.

Semisal dia sibuk memenuhi tabungan, enggak ada salahnya kamu turut cari tambahan untuk persiapan pernikahan. Memang sih pernikahan tanggung jawab laki-laki untuk meminang perempuan dengan segala persyaratan dari keluarga si perempuan. Tapi kalau kamu punya pernikahan impian, enggak berarti seenaknya aja memberi list pernikahan impian ke pasangan lalu lepas tangan.

Bukannya lebih kompak dan sama-sama enak, kalau pernikahan yang sudah dibicarakan, didapat dari hasil patungan. Ini bukan soal biaya aja lho ya.

2. 2. Mendukung tanpa meragukan

Advertisement

https://id.pinterest.com via https://id.pinterest.com

Salah satu syarat mutlak seseorang mampu bertahan pada pernikahan, ialah kedewasaan. Kalau emosimu masih labil, jelas dirimu kurang mempercayai orang yang selama ini sebenarnya sudah sejak lama kamu pahami dan ia pun mengerti siapa kamu.

Semakin tertekan jiwa manusia, tambah ingin raganya menjauhi sumber yang membuatnya kian sakit. Nggak mau kan, waktu pernikahan sudah dibicarakan, segalanya sedang dipersiapkan, namun karena ketidakpercayaanmu, dia justru berpikir ulang tentang hari bahagia yang sebenarnya telah diimpikan.

Kalau selama ini kalian hingga berani memutuskan menjalani hubungan serius, dan saling mendukung satu sama lain, bukankah seharusnya itu pula yang dilakukan selama menghitung hari H menuju pernikahan?

3. 3. Tidak mendesak dengan pertanyaan bertubi-tubi yang membuatnya ingin lari

http://faestock.deviantart.com via http://faestock.deviantart.com

Sedikit-sedikit ditanya sedang apa, lagi dimana, apa meetingnya sudah selesai, kita kapan ketemu lagi dan bla bla bla. Posisikan dirimu sebelum memperlakukan pasanganmu.

Memang sih sebenarnya niatnya untuk peduli atau kangen. Tapi kan, mempertanyakan hal yang sudah seharusnya kamu tahu jawabannya, enggak perlu dilakukan lagi. Percaya deh, kalau memang pasangan siap menikah, pasti sudah mampu saling mengerti.

4. 4. Memberikan kebebasan

https://id.pinterest.com via https://id.pinterest.com

Kadangkala, sebelum hari pernikahan tiba, seseorang ingin menenangkan diri atau menghabiskan sisa waktu sepuas-puasnya dengan temannya, sahabatnya, atau mungkin kerabat kantornya.

Toh setelah pernikahan, nantinya kalian akan berduaan terus-terusan. Membiarkan pasangan have fun bukan hanya dengan kamu, sebelum pernikahan, asal bukan nostalgia dengan mantan, enggak jadi masalah kan?

5. 5. Biarpun sama-sama punya kesibukan, biasakan segalanya dikomunikasikan

https://id.pinterest.com via https://id.pinterest.com

Yang terpenting dari sebuah hubungan, salah satunya ialah komunikasi. Kalau memang ada hal yang perlu dibicarakan, menyimpan sendirian justru bisa mengakibatkan kesalahpahaman. Walaupun kalian dipenuhi kesibukan bertubi-tubi, sempatkan berkomunikasi.