Kamu yang lahir dan besar di Bandung tapi harus meninggalkan kota kesayangan ini karena satu dan lain hal, pasti tahu seperti apa rasanya homesick yang tak tertahankan. Selalu ingin pulang setiap ada kesempatan. Keluarga sudah pasti yang paling dirindukan. Beruntung bagi mereka yang tidak pergi terlalu jauh dan bisa sewaktu-waktu kembali ke Paris van Java ini. Tapi untuk mereka yang harus menunggu liburan panjang untuk bisa pulang, hal-hal berikut ini mungkin bisa sedikit membuat kamu tersenyum dan menangis pada waktu yang bersamaan. Ayo, kita tanggung bersama rasa rindu ini.

1. Makanannya

semua makanan enak ada di Bandung! via http://wisatabdg.com

Pergi jauh dari rumah, lalu bertemu makanan-makanan yang tidak biasa. Rasanya mungkin luar biasa dan kamu bisa mencoret beberapa jenis kuliner yang ada di bucket list kamu. Tapi di akhir hari, yang bisa menenangkan hati cuma masakan ibu, sayur asem, dan ikan asin peda. Saat pergi ke tukang gorengan, kamu berharap ada comro dan bala-bala beserta cengek hijau tua yang menggugah selera.

Advertisement

Belum lagi kenyataan bahwa beberapa tempat makan di Bandung adalah termasuk yang paling legendaris di Indonesia. Lotek Kalipah Apo, nasi timbel Istiqomah, batagor Kingsley, surabi Enhai, dan seterusnya.

2. Udaranya

kamu rindu pagi hari di Bandung? via http://pixabay.com

Poin ini terutama dirasakan oleh mereka yang pindah ke kota yang cenderung berhawa panas dan sehari-hari merasa gerah dan lengket. Terbayang rumah di Bandung yang tidak dipasangi kipas angin atau AC tapi selalu terasa sejuk. Teringat hari-hari hujan ketika suhu bisa turun sampai ke titik 19 derajat celcius, saat kamu minum teh atau kopi sambil memakai sweater kesayangan. Bandung juga punya udara sejuk yang cocok untuk berjalan kaki tanpa berkeringat berlebih. Nyaman!

3. Angkotnya

Lembang – Pasar Baru via PVJ via http://instructables.com

Kota-kota lain di Indonesia juga punya angkot, tapi rasanya belum ada yang selengkap dan senyaman angkot di Bandung. Hampir semua ruas jalan bisa dicapai dengan angkot, dan jumlahnya yang luar biasa ini memudahkan semua orang untuk pergi kemana saja tanpa harus menunggu terlalu lama di pinggir jalan. Oke, banyak juga sih yang sebel sama kendaraan umum satu ini karena suka parkir, berhenti, dan belok sembarangan. Tapi, jujur deh, kamu tetap akan naik angkot kalau sedang ada di Bandung. Ya, kan?

4. Tempat Wisatanya

Tebing Keraton via http://pergidulu.com

Advertisement

Meskipun ini jadi faktor terjadinya kemacetan dan kepadatan luar biasa di Bandung setiap weekend, tapi kamu juga sesungguhnya turut menikmati tempat-tempat ini. Dekat dengan alam, indah, sejuk, familiar… Saat kamu jauh dari rumah dan melihat liputan tentang spot liburan asik di Bandung, rasanya ingin cepat pulang. Hutan pinus di Pakar, Cikole, Tebing Keraton, Braga, sampai ke tempat baru seperti Teras Cikapundung. Ah, bahkan Lapangan Gasibu pun bisa bikin kangen luar biasa.

5. Bahasanya

sakapeung teh sok hoyong uih… via http://kumpulankata22.blogspot.com

Salah satu bunyi paling merdu di dunia adalah bahasa yang kita kenal. Ketika kamu baru sampai di stasiun Kebon Kawung, di terminal Ledeng, atau bandara Husein lalu terdengar logat yang kamu kenal berikut ucapan-ucapan semacam, "Taksi, kang/neng? Bade kamana? Sok lah dicariin jalan yang engga macet." dengan huruf e yang ditekan. Itu saja sudah bisa membuat kamu tersenyum. Atau, kalau kamu sedang jauh dari rumah, suka mampir ke fanpage Ridwan Kamil terus baca-baca kolom komentar demi merasa ada di Bandung. Senangnya, masih bisa ngobrol pakai bahasa Sunda di grup untuk ubar sono.

Ada sesuatu tentang Bandung yang membuat hati tertambat. Seperti magnet. Seperti pelukan ibu yang selalu memanggil untuk pulang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya