Beranjak Dewasa dan Kesepian? Jangan Sampai Kesendirian Membuatmu Meninggalkan 7 Hal ini!

Jangan sampai kesendirian membuatmu bersedih dan murung.

Sendirian merupakan masa-masa yang sulit. Apalagi semakin kita dewasa, semakin banyak hal-hal yang harus kita hadapi dan tidak jarang semua itu harus kita lakukan sendiri. Sebab kamu berharap banyak pada berbagai hal, tapi kekecewaan yang malah menghampiri. Dihadapkan pada kenyataannya bahwa kamu merasakan kesepian akibat dari kesendirian. Untukmu yang demikian, jangan sampai kesendirian malah membuatmu meninggalkan 7 hal ini.

Advertisement

1. Meninggalkan Teman

Photo by Seaq68 on Pixabay

Photo by Seaq68 on Pixabay via https://pixabay.com

Teman adalah seseorang yang akan datang dan mengenalkanmu pada kehidupan. Kamu yang memilih untuk meninggalkan teman akan menyadari bahwa kesendirian sebenarnya merupakan kesedihan. Mengenal teman akan membantumu dalam memberikan pandangan berbeda.

2. Meninggalkan Keluarga dan Saudara

Photo by Fabrizio Verrecchia from Pexels

Photo by Fabrizio Verrecchia from Pexels via https://www.pexels.com

Bertengkar dengan keluarga, ibu, ayah, adik, kakak, merupakan kewajaran. Tapi memilih untuk meninggalkan mereka ialah kesalahan. Kamu benci dan kecewa pun setidaknya kamu harus berlaku baik pada mereka. Entah saudara dekat maupun jauh. Hubungan kekerabatan jangan sampai terpisah akibat kesalahpahaman dan pertengkaran, yang bisa membuatmu menyesal di kemudian hari.

Advertisement

3. Meninggalkan Kebaikan

Photo by Andrew Neel from Pexels

Photo by Andrew Neel from Pexels via https://www.pexels.com

Ketika kamu diperlakukan buruk, dibicarakan dibelakang, tidak dianggap, kamu memilih untuk membalas. Apakah kamu merasakan lega setelahnya? Mungkin kamu menyesal telah melakukan hal demikian. Padahal sebenarnya kamu ingin berbuat baik, tapi sayang dendam dan benci menghalangimu melakukannya.

4. Meninggalkan Kejujuran

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Situasi dan kondisi membimbingmu melakukan ketidakjujuran. Hal mendesak mengharuskanmu untuk berbohong. Kamu bertanya-tanya dalam hati, apakah tidak ada jalan lain? Kejujuran yang ditinggalkan berulang-ulang, akan menyebabkannya menjauh. Kamu merasakan hampa, menyesal dan kesedihan akibat meninggalkannya.

5. Meninggalkan Kata Hati

Photo by Tobi from Pexels

Photo by Tobi from Pexels via https://www.pexels.com

Kamu menyerah untuk mengikuti kata hati. Kamu menolak untuk melakukan sebab martabat palsu menahanmu. Setelahnya kamu mengingat-ingat bahwa beberapa kata hatimu sebenarnya benar. Tapi kadang kala demi suatu hal yang kamu anggap benar, kata hati pun kamu tinggalkan.

Advertisement

6. Meninggalkan Keingintahuan

Photo by energepic.com from Pexels

Photo by energepic.com from Pexels via https://www.pexels.com

Kamu tidak ingin berusaha lebih, tidak ingin berbuat apa-apa sebab telah berpuas diri. Tidak ada keingintahuan untuk belajar. Memilih untuk berjalan pada jalan yang telah kamu tahu. Kamu tak ingin pengetahuan yang bisa saja kamu dapatkan, jika saya kamu lebih berusaha.

7. Meninggalkan Nasihat

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels via https://www.pexels.com

Kamu akan mendapatkan nasihat darimanapun dan kapanpun. Bisa saja tiba-tiba saja kamu mendengar suara dari saudaramu berbicara, dan kalimatnya ternyata sanggup menggerakkan hatimu untuk lebih berpikiran positif. Dengan demikian harus yakin bahwa nasihat akan diberikan kepadamu pada saat-saat yang benar-benar kamu butuhkan, maka simpan nasihat tersebut. 

Jika kamu dalam masa “sendirian”, maka usahakan jangan sampai meninggalkan hal-hal diatas. Karena kesendirian seharusnya bisa menguatkanmu, membuatmu mandiri, kalau kesendirian itu menciptakan waktu dan kesan positif bagimu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang pembaca yang tekun

CLOSE