Karena tak selamanya sendiri itu tak berarti. Pemuda-pemudi ini menjadi bukti bahwa kesendirian adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki kualitas diri.

Berikut adalah mahasiswa yang membuktikan bahwa kesendirian mereka bisa gemilang. Simak yuk!!

1. Rezzy Eko Caraka. Di usia yang masih muda, ia sudah menghasilkan 24 riset di dalam dan lintas benua.

Rezzy Eko Caraka

Rezzy Eko Caraka via http://www.instagram.com

Pemuda asal Kepulauan Riau dan lulusan Statistika Universitas Diponegoro ini memang cukup membanggakan. Di tengah kesibukkannya sebagai seorang mahasiswa S2 di Malaysia, dan juga research assistant di beberapa negara, mulai dari Indonesia, Singapura, Malaysia, hingga Australia, ia sudah begitu banyak menghasilkan karya.

Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, anak muda yang juga merupakan pemenang dan penerima hibah Research University Granted (TIER) for International Scheme, The National University of Malaysia ini sudah berhasil melakukan 24 riset bersama dosen dan para pakar di bidangnya. Sebagian besar risetnya bahkan mendapatkan pendanaan secara penuh dari pihak Universitas maupun negara.

Advertisement

Selain disibukkan dengan banyak penelitian, Rezzy juga telah menulis sebuah buku yang membahas tentang metode statistika spasial dan penerapan dalam permasalahan. Bukunya kini telah berhasil diterbitkan dan segera dapat disebarluaskan serta dibaca oleh berbagai kalangan.


Jika ilmu yang bermanfaat adalah salah satu jalan Surga, maka bagi Rezzy menulis adalah salah satu caranya. Jika menjadi penerima beasiswa adalah ‘hutang’ pada negara, maka dengan terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa adalah cara terbaik untuk membayarnya.


"Saya hanya ingin ketika nanti saya sudah tidak ada lagi di dunia, setidaknya masih ada yang bisa dikenang dari saya, salah satunya adalah lewat tulisan dan karya", paparnya.

2. Ratna Yunita. Dara jelita ini telah berhasil menginspirasi banyak anak muda. Baginya, kesendirian adalah waktu terbaik untuk menggempita.

Ratna Yunita

Ratna Yunita via http://www.instagram.com

Advertisement

Perempuan yang lebih akrab disapa Nita ini merupakan salah satu mahasiswa berprestasi sekaligus wisudawan terbaik Universitas Negeri Yogyakarta. Keahliannya dalam berbahasa Inggris telah berhasil membawanya dalam berbagai ajang lomba. Beberapa piagam penghargaan dan tropi kebanggaan telah berhasil disabetnya.

Tak hanya bersinar ketika S1 saja, Nita yang sekarang sedang berusaha menyelesaikan pendidikan S2-nya di University of Birmingham dengan beasiswa LPDP ini juga mampu mengharumkan nama bangsa. Lewat pertunjukkan teater dan ajang lomba, ia kenalkan Indonesia yang kaya akan budaya dan norma. Hingga beberapa penghargaan pun berhasil diraihnya.


Bagi anak muda seperti Nita, kesendirian adalah waktu yang tepat untuk menggempita. Menghasilkan banyak karya, berprestasi di bidang yang digelutinya, hingga bisa keliling Eropa dan bertemu dengan para peneliti dunia adalah hal yang berharga yang mungkin tidak bisa ia lakukan jika masa mudanya hanya diisi dengan pacaran yang banyak membuang waktu sia-sia. Karena jika sudah waktunya, toh jodoh terbaik akan datang jua.


3. Janu Muhammad. Tak hanya berprestasi dan pandai mengaji. Janu juga layak menjadi icon anak muda masa kini.

Janu Muhammad

Janu Muhammad via http://www.instagram.com

Janu Muhammad merupakan salah satu lulusan terbaik Universitas Negeri Yogyakarta. Masa mudanya ia habiskan dengan terus menggeluti bidang yang diminatinya. Berbagai prestasi dan pertukaran pelajar antar negara hingga benua telah berhasil dilakukannya.

Mengikuti berbagai ajang pertukaran pelajar di Malaysia, Belanda, Australia, hingga Amerika telah membentuk Janu menjadi anak muda yang kaya akan pengalaman dan ilmu yang berguna. Hingga beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di University of Birmingham pun dapat diraihnya. LPDP telah menjadi jembatan bagi Janu untuk dapat mewujudkan mimpinya yang makin nampak dekat dan nyata.


“Kesempatan belajar dengan kultur dan suasana berbeda di negara orang menantang saya untuk bisa lebih mandiri, open-minded, toleransi, dan disiplin. Pun tanggung jawab menjadi wakil bangsa Indonesia kepada masyarakat asing menguji saya untuk bisa memegang teguh nilai-nilai lokal dan agama yang saya yakini”, paparnya.


Kesyukuran atas begitu banyak nikmat yang didapatkan, Janu wujudkan dalam bentuk pengabdian. Mulai dari keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan keislaman hingga rumah baca pun ia dirikan. Karung Goni Learning Center merupakan salah satu bentuk pengabdian yang telah Janu wujudkan. Lewat rumah baca Karung Goni tersebut Janu ingin menanamkan kegiatan membaca kepada anak-anak menjadi sebuah kebiasaan dan kebutuhan karena membaca adalah gerbang segala ilmu pengetahuan.

4. Khuswatun Hasanah. Ketika anak muda lain sibuk meratap karena patah hati, anak muda ini justru disibukkan dengan organisasi dan pengabdian masyarakat yang memikat hati.

Khuswatun Hasanah

Khuswatun Hasanah via http://www.instagram.com

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Negeri Jakarta dengan predikat cumlaude, Khuswatun melanjutkan pendidikannya kembali di Universitas Indonesia melalui beasiswa LPDP dengan mengambil bidang studi Ilmu Politik.

Ketika anak muda lain sibuk meratap karena patah hati, Khuswatun justru disibukkan dengan organisasi dan pengabdian masyarakat yang memikat hati. Mulai dari BEM, Karang Taruna, hingga organisasi lain yang ia ikuti telah membentuknya menjadi pribadi yang peka dan peduli. Salah satunya adalah melalui program sosial expedition yang ia ikuti, bersama dengan beberapa pemuda lainnya ia lakukan program pengabdian masyarakat di Pulau Natuna, Kepri.

Tak hanya pandai dalam bidang sosial dan kemasyarakatan, Khuswatun juga lihai dalam bidang Susastra dan kepenulisan. Beberapa tulisannya telah berhasil dimuat dalam media lokal maupun nasional, bahkan pengalaman menjadi seorang wartawan disalah satu media kenamaan pun pernah ia lakukan.


Bagi anak muda seperti Khuswatun, masa muda adalah masa yang tepat untuk belajar tekun. Mencoba banyak kegiatan, menemukan passion dalam berbagai bidang dan terus berusaha memperbaiki iman adalah hal yang wajib dilakukan. Karena masa muda tak mungkin terulang, rugi besar jika tidak dimanfaatkan dengan mengambil banyak peran.


5. Nike Aditya Putri. Lewat dongeng dan puisi, anak muda ini ajarkan anak-anak untuk lebih mencintai bumi pertiwi.

Nike Aditya Putri

Nike Aditya Putri via http://www.instagram.com

Nike Aditya Putri merupakan salah satu lulusan berprestasi Universitas Negeri Semarang yang kini sedang melanjutkan pendidikannya kembali melalui beasiswa LPDP di Universitas Pendidikan Indonesia. Kecintaan Nike dengan dunia sastra telah berhasil membuatnya memperoleh beberapa penghargaan dalam berbagai ajang perlombaan. Pengabdian, penelitian, hingga buku telah berhasil diterbitkan. Salah satunya adalah buku antologi “Puisi Menolak Korupsi” yang ia tulis bersama dengan Sastrawan dan Penyair kenamaan.


“Waktu itu saya mengikuti seleksi menulis puisi dengan tema antikorupsi, alhamdulillah saya menjadi salah satu penyair yang lolos. Bersama dengan sastrawan nasional seperti Sosiawan Leak, Sutardji Calzoum Bachri, dan beberapa penyair lainnya, kami telah menerbitkan enam buku dan juga melakukan roadshow diberbagai kota di Indonesia. Mulai undangan dari beberapa perguruan tinggi, taman budaya, RRI, hingga yang paling berkesan adalah ketika kami diundang oleh KPK”, paparnya kepada tim Hipwee.


Melalui tulisan, Nike ajarkan anak-anak untuk lebih mencintai bumi pertiwi dengan cara yang menyenangkan. Salah satunya adalah dengan melakukan pengabdian dan kegiatan sosial bersama dengan rekan-rekan seperjuangan. Kecintaannya dengan dunia sastra, anak-anak, dan pendidikan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.


“Sastra itu sedekah saya. Melalui sastra saya nitipin ilmu buat anak-anak”, ungkapnya.


Setelah membaca artikel ini, kamu yakin masih mau menghabiskan waktu hanya untuk urusan drama cinta dan patah hati? Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah perbanyak doa dan terus perbaiki diri, karena jodoh tak akan lari, dan takdir Tuhan pasti akan menghampiri. Masa muda tak mungkin terulangi, maka jangan sia-siakan hanya untuk hal yang kurang berarti.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya